
Kehidupan tak selalu berjalan mulus akan ada masa dimana cobaan datang...Pagi ini Jay begitu marah karena seseorang berusaha mengusik hidupnya melalui sang istri..Jay memang sangat posesif dengan Jasmine
Ting
Suara pesan masuk dari ponsel Jasmine yang terletak diatas nakas..kebetulan Jasmine masih menyiapkan pakaian Jay diruang ganti
"Pesan dari siapa sepagi ini"
Jay membuka ponsel sang istri...rahangnya mengeras dia sangat marah membaca beberapa pesan masuk tanpa nama itu
081233xxxx
Hai cantik
081233xxxx
Lagi apa
081233xxxx
Kok sombong sih
081233xxxx
Selamat tidur..Mimpiin aq ya😘
081233xxxx
Kok cuek sih..makin sayang deh
081233xxxx
Pagi..Aq rindu kamu
Dari beberapa pesan masuk itu hanya satu yang terlihat telah dibaca Jasmine yang lain tidak...Namun itu membuat Jay murka...bak singa yang diganggu daerah teritorialnya dia sudah siap untuk menerkam siapapun musuhnya
Jasmine yang melihat ekspresi wajah Jay berubah dan juga ponsel miliknya dipegang oleh Jay...dia tahu sesuatu telah terjadi
"Sayang pakai dulu bajunya"
Jay menatap tajam istrinya...memang Jay belum menggunakan pakaian hanya handuk yang masih melilit di pinggangnya dan satu lagi melingkar di leher karena acara mengeringkan rambutnya terhenti setelah membaca pesan dari ponsel Jasmine
"Jelaskan ini Mom"
Jay menunjukkan pesan dilayar ponsel sang istri.. Jasmine tersenyum manis dia tau raja singa sedang cemburu..Dia ingin sedikit menggoda sang suami
"Hem..gimana ya Dad"
Sambil melirik kearah lain dan tersenyum...sikap Jasmine seperti itu membuat Jay semakin kesal
"Mom...jelaskan cepat"
"Hahahaha...Dad kamu itu uda punya tiga anak loh masih kayak abege aja kalau lagi marah"
Jay melempar ponsel Jasmine kearah sofa kamarnya dia lalu menarik sang istri ke pangkuannya
"Iya memang aku kayak anak kecil...Mommy uda gak sayang Daddy lagi kan kalau Daddy kayak anak kecil"
Jay berkata sambil memalingkan wajahnya dari Jasmine.. Jasmine terkikik geli...Jay jarang sekali cemburu tapi sekalinya akan sangat susah diatasi
"Hem...Mommy gak pernah bilang gitu ya Daddy"
"Ya sudah sekarang jelaskan pesan itu..dia siapa"
"Mommy sendiri gak tau dad dia siapa"
"Kenapa bisa ngirim pesan kayak gitu ke mommy"
"Huh..sayang aku gak tau dia siapa...aku juga gak tau darimana dia dapat nomor aku...yang jelas sayangku sudah tau kan gak aku buka sama sekali pesannya"
"Ck...aku gak suka ya mom ada yang berani mendekati mommy"
Tangan Jasmine mengusap lembut rahang yang ditumbuhi bulu buku halus itu
"Sayang mommy sudah tua gak ada juga yang mau sama mommy"
"Siapa bilang..semakin berumur mommy semakin mempesona"
Tangan Jay mulai nakal...traveling dari atas kebawah...kembali lagi keatas... Jasmine sudah tau jika suaminya pasti akan memberi hukuman..Kepala Jay dibenamkan didada Jasmine yang masih menggunakan piama sekseh
"Dad...pliss masih pagi ini"
"Hmmm"
"Ah...Dad....d...Dad...plisss"
Dengan wajah dibuat seimut mungkin bak Anak bayi yang kehausan Jay merajuk..menghentak hentakan kakinya
"Mommy...Mommy..aus...aus"
"Noh air kran masih ngalir"
"Ish jahara banget sih jadi bini...ingat ya Daddy masih ambek sama mommy sebelum mommy bisa jelasin siapa pengirim pesan itu"
"Ya Allah...gimana mau jelasin yak..kenal juga nggak"
"Nggak mungkin...pasti mommy tau cuma lupa saja"
Jay terus beraksi bahkan perlahan tali gaun tidur Jasmine sudah merosot sedikit demi sedikit
"Dad..stop nanti Daddy kesiangan ke kantornya"
"Bos nya siapa"
"Arash...hahaha"
"Ck...Arash masih sekolah belum jadi bos mom"
"Iya iya tapi jangan gini juga kali dad"
Sambil mengecupi leher Jasmine dan memberi tanda..tangan Jay kembali traveling...Dan terdengar suara ketukan pintu
tok tok
__ADS_1
"Daddy...Daddy...oh Daddy..wake up...Noh nasi Daddy dipatok ayam"
Jay mendengus kesal karena ulah Princessnya menggedor pintu kamar
"Huh...Dasar perusak kesenangan orang"
"Daddy...jika Daddy tidak bangun juga Chila dobrak ya pintu kamar Daddy"
"Hah...Sok kuat...Iya Princess Daddy baru pakai baju"
"Oh baiklah...Chila tunggu dalam waktu 10 menit"
Jay masih asyik menciumi istrinya dia pikir Putri kecilnya sudah ke meja makan
"Dad stop ayo pakai baju dan turun"
"Mom nanggung banget pemanasan doang gak dilanjut"
"Belum bangun kan"
"Ck...mommy kan tau hanya melihat mommy pakai baju sekseh aja dia uda berontak..tanggung jawab dong mom"
"Haish mandi lagi aja sana"
"Ogah dingin"
"Terussss"
Jay tersenyum menyeringai
"Mommy ganti baju ikut Daddy ke kantor...kita lanjutkan disana"
"Gak mau Daddy uda gila ya masa di kantor"
"Ya uda ayo ke apartemen...jangan bantah
..atau Daddy gak mau kerja"
"Hish...iya iya...Mommy mandi dulu"
"Nggak usah nanti juga mandi lagi..cepat ganti baju sana"
Jay dengan santainya membuka lilitan handuknya.. Jasmine yang akan masuk toilet kaget melihat sesuatu terbangun
"Dadddyyyyyyy..ituuuuu"
"Ck...Gak usah sok kaget gitu uda sering lihat juga...megang juga tiap hari"
"Bukan itu maksud mommy"
"Lah terus apa"
Jay masih naked dengan santainya bertanya pada sang istri
"Ada cicak dipundak Daddy"
Jay yang bopia cicak berteriak melompat lompat keatas kasur berlari sambil mengibaskan handuk kecil dipundaknya
"Mommy..tolongin...hiiii jijik banget mom"
"Auh jangan ditarik mom...ash"
"Dad masukin aja dilobang itu Dad biar cepat keluar"
"Gak bisa mom sempit ini gak muat..lubangnya digedein dikit mom"
"Pake apa dad"
"Sini ambil tuh obeng Daddy congkel"
"Auh dad pelan dikit dong...kena kan sakit"
"Sorry honey..dah mommy coba masukin ke lubang lagi"
"Ah..akhirnya masuk juga dad"
"Muat kan mom"
"Heem....pas"
"Huh lega rasanya mom"
Diluar kamatlr Arka yang sedari tadi menunggu putra dan menantunya tidak turun juga berniat menjemput...karena suara mereka dari luar tak begitu jelas...terjadilah salah paham
"Dasar semprul...Anak edyan...Pagi pagi udah nyangkul aja...Gak tau apa uda pada lapar"
Arka turun sambil menggerutu...Melany mencoba bertanya kepada sang suami kenapa marah marah
"Opa kenapa marah gitu"
"Noh anak kamu Oma..Pagi pagi nyangkul...Gak nyadar ditungguin pada lapar"
Chila dan si kembar yang tak paham maksud Opanya bertanya
"Opa Daddy berkebun...tadi Chila panggil mau pake baju...kapan sampai di kebunnya"
"Daddy kalian punya kebun khusus"
"Iya kah...Apa yang Daddy tanam Opa"
"Benih spesial yang bisa berjalan dan berbicara"
Arka menjawab seenaknya sambil makan..Melany menepuk pelan lengan Arka
"Opa Chila itu yang tanya"
Arka melotot karena dia tidak sadar berbicara pada siapa..Arsya menyaut
"Ada benih seperti itu beli dimana"
Arka dan Melany hanya tersenyum kecut..dan seseorang yang juga ikut menyimak sedari tadi menjawab
"Itu benih spesial den..non..benih kiriman dari surga"
__ADS_1
"Kalau dari surga gimana ngirimnya Neng"
"Lewat lorong rahasia non Chila"
"Chila mau lihat..mau lihat"
"Waduh bahaya non..belum saatnya non lihat"
"Oya apa bahayanya"
"Jadi non...lorong itu bisa nyembur nah semburannya itu bagi anak kecil bahaya"
"Oh gitu...kalau buat Eneng"
"Buat Eneng mah itu nikmat...nagih pokoknya"
Eneng sambil mengayun ngayunkan tangan bergoyang tak jelas...Arka yang sedari tadi memperhatikan begitu geram mendengar perkataan Eneng
"Eneng omongan kamu..ini anak kecil...lama lama saya kirim kamu ke Antartika"
"Ah tuan besar Eneng jadi mau"
Melany berdiri dan berjalan mendekati si Eneng
"Mau apa Neng"
"Mau itu Bu"
"Itu apa"
"Baladoh terong"
Dengan gaya sekseh.. Melany menjitak pelan kening si Eneng
"Nanti sara rukyah lagi kamu Neng"
"Ampun setannya uda balik kampung kok gak balik balik lagi sini"
"Yakin kamu"
"Yakin Bu...haqul yakin Bu"
"Awas kambuh lagi kamu"
"Enggak Bu enggak"
Eneng sambil menggelengkan kepalanya berlari ke dapur..Si bintang utama yang sedari tadi ditunggu baru menampakkan wajahnya
"Pagi semua"
"Siang"
"Papa PMS kok sewot"
"Huh dasar gak tau diri...Gak nyadar ditungguin malah nungging kuda"
"Asyik dong Pah"
"Dasar semprul gak nyadar diri"
Melany yang melihat menantunya sudah rapi bertanya
"Jas kamu mau kemana nak"
Bukan Jasmine namun Jay yang menjawab
"Jay ajak ke kantor Mah"
"Tumben"
Arka yang menyela
"Halasan...paling belum puas aja"
"Oh jelas Pah..mana pernah puas... namanya juga manusia"
Jay meletakkan sendoknya lalu menatap sang Papa yang juga menatapnya
"Papa kenapa sih pagi pagi sewot sama Jay"
"Bisa gak sih kalau pagi gak bikin orang nunggu"
"Siapa yang nyuruh nunggu"
"Dan satu lagi..kalau mau berkebun tau waktu"
Jay mulai tau maksud Papanya.. dan dia tau Papanya salah paham
"Pagi itu waktu yang tepat Pah...dokter juga bilang gitu"
"Kebanyakan ngeles"
"Iri bilang bos..atau jangan jangan uda gak bisa lurus ya"
"Dasar anak menyebalkan...Papamu ini masih fit jangan meremehkan Papa"
"Benarkah..Gak percaya"
"Oo..apa perlu live streaming gitu biar percaya"
"Buahahaa...saingan dong sama ono yang di negara sakura...hahaha"
"Ya Allah semakin ngawur aja anak ini...makin tua makin gila"
"Sama aja sama bapaknya..Udah ah jay mau berangkat"
"Hush sana...bikin pusing aja"
Jay menjabat tangan dan mencium tangan orangtuanya seperti biasa..anak anak mereka sudah lebih dahulu berangkat
_____
Huahhhhhh....mau di end belum nemu momennya segera di end kok
__ADS_1
Jangan lupa like komen rate dan vote seikhlasnya kakak
Happy Reading