
"Kalian pokoknya harus datang ke acara ulangtahun gue...gak ada kata tidak..gue gak akan mulai acaranya sampe kalian bertiga datang..titik...no debat...no nawar..harga mati... merdeka"
"Hmm...males acara ulangtahun membosankan"
"Gak akan membosankan gue janji...satu lagi bawa Ghaisan sekalian ya...pliss"
"Hmm si culun mana mau"
"Pokoknya harus bawa Ghaisan awas kalau nggak gue gak mau ngomong sama kalian"
"Alhamdulillah"
"Kok Alhamdulillah sih"
"La emang kita bebas dari suara cempreng loe"
"Arash..loe selalu menyebalkan"
"Gue Arsya bukan Arash Shanum"
"Alis loe tebelan..loe boong ya"
"Gak ada faedahnya boong ke loe"
"Arash mana"
"Gue disini..kenapa kangen loe ma gue"
"Arash...adek loe nyebelin"
"oh"
"Ih loe kok sama aja sih"
"Ealah namanya juga kembar Shan"
"Ghaydan loe gak tinggal ma ortu loe"
"Kenapa emang"
"Kok masih numpang di rumah Daddy"
"Suka suka gue...yang punya rumah aja gak nglarang kok...loe yang ribet"
"Ck...kalian bertiga semakin menyebalkan...cuma Aa Ghaisan yang best pokoknya"
"Hmmm"
Shanum melakukan panggilan video kepada tiga sahabat gesrek nya...Minggu besok Shanum berulangtahun dan meminta mereka untuk datang.. Terutama Ghaisan...Shanum sangat terpesona pada Ghaisan
"Siapa yang nelpon boys kok mukanya kusut"
"Shanum"
"Ada apa Princess nelpon"
"Minggu dia ulangtahun kita disiruh datang"
"Ya sudah kita datang Daddy juga kangeb sama Princess"
"Hmmm"
"Kalian gak mau beliin kado buat Shanum"
Mereka bertiga berfikir dan tersenyum smirk
"Kami sudah punya dad"
"Oya..boleh Daddy tau"
"Tidak...belum saatnya"
"Baiklah..Baiklah"
Jay meninggalkan mereka di taman belakang dengan beberapa mainan yang sudah tak terbentuk karena eksperimen mereka
"RashSya kita kasih yang sesuai karakter dia"
"Jelas"
"Beli dimana"
"Mang Toyib saja dia tau..dia kan punya"
"Baiklah kita cari Mang Toyib"
"Kenapa susah susah.. Arsya.."
"Tarik sis"
"Mang Toyib Mang Toyib kenapa tak datang datang mulutku tanganku sudah capek memanggil Mang Toyib Mang Toyib"
__ADS_1
Lagu kebangsaan pun terdengar..Si pemilik nama berlari sambil membawa cangkul...karena sedang membereskan taman
"Ya Aden ada apa"
"Mang sini kita punya misi"
"Apa den"
Mang Toyib mendekat Arash membisikan sesuatu..Mang Toyib paham dan segera pergi mencari permintaan tuannya
"Mamang pergi sekarang ya den..biar gak kemalaman"
"Ok...jangan lupa kertas kado bernuansa pink Princess..kalau gak ada cari gambar cacing apa kodok yang penting pink"
"Ok siap laksanakan"
Arash menyerahkan 20 lembar uang berwarna merah
"Ini uangnya termasuk transportasi..jika sisa buat mamang saja.. jangan lupa harus yang terbaik"
"Woke"
"Satu lagi sebelum dibungkus fotokan dulu untuk kami nilai"
"Syiap"
Jay dipanggil sang Papa membahas kedua putra kembarnya yang selama ini identitasnya masih disembunyikan
"Jay kamu yakin moment ulangtahun Shanum ini buat ngenalin si kembar"
"Mungkin ini sudah waktunya Pah...mereka tidak mungkin bisa bersembunyi terus.. beberapa kali para pengintai berita mencari tau tentang anak yang sering keluar masuk rumah kita...walaupun bisa mengelak gak mungkin seterusnya...dan juga RashSya sudah bisa menjaga dirinya walaupun masih berusia 10tahun"
"Ya sudah Papa setuju apalagi saat mereka usia 17 tahun nanti mereka akan menjadi penerus kita"
"Iya benar Pah"
Jay sudah memutuskan untuk mempublikasikan si kembar apalagi saat ini Jasmine juga sedang mengandung anak ke tiga mereka..Sedari bayi hingga saat ini duduk dikelas 5 SD si kembar belum dikenalkan didepan umum..Jika ada pengejar berita mencari tahu mereka disekolah...selalu dikaitkan dengan wali kelas mereka yang bernama Pak Malik...agar mereka terbebas dari kejaran pemburu berita
Sore ini keluarga Jay dan juga Tian berangkat ke Bandung menghadiri ulangtahun Shanum Putri Varo..Jay tidak membawa supir...karena ingin lebih nyaman bersama keluarganya
"Dad..kita lapar"
"Ok boy sebentar lagi kita singgah dirumah makan Sunda ya"
"Hmmm"
Mereka tiba dirumah makan yang dimaksud sang Daddy..begitu keluar mobil semua mata tertuju pada tiga pria tampan berbeda generasi namun sama sama dingin
Mereka memperlakukan Jasmine bak ratu.. Jasmine hanya bisa tertawa melihat kelakuan ketiga pangeran tampannya
itu
"Mom mau makan apa"
"Mommy pengen ikan bakar aja dad"
"Nggak petai lagi mom"
"Ih nggak mana pernah mommy makan petai"
"Haha lupa ingatan Bu..waktu midun si kembar liat petai kayak emas"
"Hus jangan diingetin aib itu..Haha"
Memang hamil saat ini Jasmine sedikit normal tidak memakan makanan yang dibencinya...namun tidak untuk si kembar..Mereka asyik mengambil makanan yang disediakan di meja makanan
"Wow...kalian makan ini semua"
"Yup...lazis"
"Hah...gak salah..darimana kalian belajar makanan seperti ini"
"Rizky yang mengajari kami.. Ghaydan pun doyan"
"Ghaisan juga loh bang jangan lupa"
"Iya tapi sok jaim..Haha"
Jay dan Jasmine takjub melihat menu makanan si kembar karena selama ini mereka tidak mengetahui jika si kembar doyan makan itu
"Apakah seenak itu boy"
"Heem.. apalagi sambel terasi ini dad uenak bener"
"Iya Abang benar dad..sambel ini dicocol pakai petai bakar dan ikan asin hem...enak enak"
Jay dan Jasmine makan sambil memperhatikan kedua putranya yang lahap memakan petai bakar sambal terasi dan ikan asin...dan satu lagi semur jengkol
Makanan yang Jasmine gemari saat hamil si kembar tapi tidak untuk sekarang
"Benar benar Bule dengan kearifan lokal...ck..ck"
__ADS_1
"Anakmu itu Dad..bisa viral Bule makan petai..huh"
Karena memang wajah si kembar memang bule..karena berdarah Pakistan Jerman dan Melayu..Namun Melayu mereka tidak begitu dominan
"Dad kita menginap di hotel kan"
"Iya kita akan menginap di hotel saja...walaupun Ayah Varo meminta menginap dirumah mereka...tapi Daddy tak ingin merepotkan Kakek nenek Shanum"
"Ok dad"
Varo menikah dengan seorang anak petani teh yang bekerja di kebun miliknya dan saat ini orang tua Nesya istri Varo diajak Varo ikut tinggal bersama karena mereka sudah tua
"Oya Daddy boleh tanya"
"Apa dad"
"Hadiah apa yang kalian siapkan untuk Shanum kenapa hampir memenuhi bagasi dan juga sangat berat"
"Sesuatu yang membuat Shanum bahagia"
"Coba mommy tebak... rumah-rumahan Barbie dan Barbienya"
"Bukan..itu bukan gaya Shanum"
"Terus...gak mungkin kalian kasi batu bata"
"Maunya seperti itu tapi yang ada Ayah Varo meminta satu truk buat bangun rumah"
"Benar juga...dia kan suka manfaatin kondisi"
"Daddy dan Mommy tak usah khawatir hadiah kami memang sangat disukai Shanum dan tak akan mengecewakan"
"Baiklah..kami tak akan bertanya lagi..nanti juga akan tau..iya kan"
"Benar sekali"
Jay sudah tiba di hotel yang memang masih miliknya dan sudah menghubungi manager hotel untuk disiapkan dua kamar karena mereka akan menginap
Saat Jay membawa masuk keluarganya sudah disambut manager hotel dan beberapa karyawan...Mereka langsung terpesona kepada dua pangeran tampan pemilik hotel tersebut dan juga sang pemilik hotel yang jarang bisa bertemu langsung
Dan kebetulan di hotel sedang ada acara sebuah perusahaan iklan yang sedang launching produk baru mereka.. Wartawan yang melihat kehadiran Jay langsung memburu pengusaha no satu yang tak pernah terlibat skandal itu
"Tuan Zaydan...boleh meminta waktunya sebentar"
"Hmm..silahkan"
"Tuan apa ini keluarga kecil Anda yang selama ini disembunyikan"
"Iya benar... mereka keluarga kecil tercinta saya"
"Jadi ini kedua putra kembar anda tuan"
"Benar..mereka adalah kedua putra kembar saya"
"Berarti Anda sudah mau mempublikasikan mereka dengan membawa mereka keluar seperti ini"
"Hmm..Baiklah pada sekempatan ini saya akan perkenalkan kepada kalian semua..dan mohon untuk tidak melebih lebihkan atau mengurangi"
Jay merangkul pinggang Jasmine posesif dan Si kembar disampingnya
"Saya perkenalkan kepada kalian semua..Mungkin kalian sudah mengenal Istri tercinta saya walaupun jarang sekali keluar bersama saya..Dan saat ini kami sedang menunggu kelahiran anak ketiga kami"
"Mungkin saatnya sekarang saya perkenalkan juga kedua jagoan kembar kami..Arash Syauqi Malik dan Arsya Abdellah Malik.. Mereka saat ini berusia 10 tahu...Dan masalah rumor yang terus beredar jika putra kami cacat ataupun memiliki keterbelakangan mental itu semua tidak benar kalian bisa lihat sendiri sekarang seperti apa mereka...Sekian terimakasih"
Jay hendak pergi masih dicegat pemburu berita
"Tuan Zaydan mengapa Anda menyembunyikan mereka"
"Maaf saya rasa sudah cukup..kami lelah mau istirahat"
Para security langsung menghalangi para wartawan..Jay langsung menuju kamar miliknya dan juga putranya
"Dad..kami takut"
"Apa yang kalian takutkan"
"Mereka yang dibawah"
"Tidak perlu takut selama kalian tidak berbuat salah"
"Baik Dad"
Jay tak menyangka akan mengenalkan mereka dengan cara seperti ini...Pagi hari laman berita online telah beredar foto si kembar dengan tajuk "Para penerus kerajaan bisnis Klan Santoso dan Alfatir"
______
Maaf ya cerita ini memang membosankan... karena memang saya cuma author yang masih belajar
Jangan lupa like komen rate dan vote seikhlasnya kakak
Happy Reading
__ADS_1