JODOH TERINDAH Season 1& 2

JODOH TERINDAH Season 1& 2
RashSya~Berbagi itu indah


__ADS_3

Sudah dua bulan semenjak Rizky masuk pondok...dan weekend ini Trio rusuh ingin mengunjungi sahabat terbaiknya itu..Mereka sangat antusias...bahkan pergi ke Supermarket untuk membukanya semua kebutuhan Rizky disana selama dua bulan kedepan


"Den mau nyari apa lagi"


"Hmmm...cemilan uda...baju uda...sandal baru uda...peralatan mandi uda..handuk baru...baju Koko baru..sarung baru...hmmm...coba deh Eneng cek lagi apa yang kurang"


Si Eneng dibantu Mang Toyib mengecek kembali..bahkan alat tulis pun mereka belikan


"****** ***** den"


"Hah"


"Iya..Aden beliin kaos dalam gak beliin ****** ***** gak takut apa pas pake sarung ada yang gandul gandul gitu"


"Eneng...Gak usah dijelasin juga napa"


"La terus harus gimana ngomongnya"


"Ya tapi jangan kenceng kenceng juga...Noh pada dilihatin"


RashSya menurunkan pet topinya menutup sebagian mukanya.. sedangkan Mang Toyib berlaga melihat barang dirak


"Halah cuek aja kali den..kayak mereka paham aja"


"Huft...Ars mode muka tembok on"


"On kuy"


"Siapa yang turn on den"


Mang Toyib langsung membekap mulut Eneng dengan tisu toilet


"Mmmm...mmmm...mmmm"


"Apaan sih neng"


Mang Toyib melepas tangannya


"Mang Toyib habis makan apa sih..bau banget tangannya"


"Hmmm maapken Neng...tadi habis cebok..hahaha"


"Huek..huek...dasar CLBK loe Mang"


"Apaan tuh neng"


"Cebok Lama Bersih Kagak"


Si kembar langsung tertawa sedangkan Mang Toyib hanya mendengus


"Huft...hahaha..gaul loe Neng"


Mereka lalu mencari CD yang dimaksud sesuai arahan Eneng..Ingat ya Eneng dan Mang Toyib walaupun gesrek tetap dituruti sama si kembar jika itu benar


"Neng kita kan gak tau ukurannya"


"Hmm kalau nanya gak mungkin ini bukan weekend mas Iky gak boleh bawa ponsel"


"Heem"


Mang Toyib memberi ide


"Badan mas Iky sama kan sama Aden"


"Heem...lebih pasnya badan si Ghay"


"Ya uda Aden telpon den Ghay tanyain ukuran dia apa"


"Ukuran apanya Neng"


"Ya anunya lah"


"anu apaan sih neng"


"Ck...gitu aja sok polos den...jelas jelas tau sarang belalai den Ghay lah...masa belalainya"


"Gue aduin Ghay bts dia dibilang belalai.. hahaha"


"Aduin aja Eneng gak takut"


"Haha..bentar gue telpon si Ghay"


Arash menelpon Ghaydan


"Hallo..Loe dimana"


"Hem..dirumah gue lagi mager..Napa"


"Ghay ukuran CD loe apa"


"Kenapa nanyain itu mau beliin loe"


"Uda jawab aja napa"


Ghaydan menyebutkan ukurannya...dan si Eneng menguping..

__ADS_1


"What ukuran segitu dibilang tiang bts...yang bener belalai shincan"


"Woy markoneng ngapain loe nguping"


"Ish..belalai aja bilangnya tiang bts...cuih...Sok sokan"


"Loe diem gak neng...Loe itu gak tau yang sebenarnya"


"Halah...Uda ketauan aja gak mau ngaku"


"Hahaha..udah gue tutup kalian bisa lanjutin kalau ketemu"


Setelah tau ukuran yang dimaksud Arsya mengambil beberapa box merk ternama untuk sahabat rasa saudara itu


"Uda kan ini gak ada lagi"


"Obat obatan uda den"


"Itu di keranjang Mang Toyib"


"Uda rebes Aden...tinggal bayar"


Mereka langsung menuju ke kasir...membayar belanjaan mereka...beruntung kasir tak begitu padat...jadi tak butuh waktu lama mereka dikasir


Dalam perjalanan pulang si Eneng memutar musik di mobil tersebut...dan konser didalam mobil


"Den..kita besok juga ikut"


"Ikutlah..awas aja kalian alasan"


"Hmm...Gak usah aja den Eneng ada janjian"


"Sama siapa"


"Park seo joon"


"Ealah lebih penting si pak pak an itu daripada ikut kita"


"Hehe gak juga sih den...tapi.."


"Si Eneng takut kebakar den"


"Maksudnya Mang"


"Kan kalau area pondok pesantren kental suara bacaan quran...dia takut setan ditubuh dia teriak teriak...panas panas...air air..Haha"


"Lah biar sekalian dirukyah Neng... hahaha"


"Den Arash lupa si Eneng uda dirukyah beberapa kali tetap aja gak normal normal...Haha"


"Oya jangan lupa besok pake gamis jilbab yang bener kayak mommy dan Oma"


"Siap den Arsya"


"Satu lagi jaga sikap..jangan tebar pesona"


"Wah kalau itu susah den...pesona eneng itu sangat memikat"


"Biarin aja den siapa tau ada ustad khilaf jadiin dia istri...hahaha"


"Bener juga tuh Mang"


"Iya terus aja Mang...terus...besok gue ganti nama"


"Jadi siapa Neng"


"Mama Jamileh"


"Buahahaa...Gak kebayang orang Konsul ke elo bukan bener malah sesat..hahaha"


"Ish ngremehin gue loe Mang..Awas aja kalau gue terkenal gue gak mau ngasi konsultasi ke loe"


"Mama curhat dong...hahaha"


"Dasar semprul"


Sikembar hanya tertawa menikmati kedua asisten konyolnya itu beradu mulut seperti biasanya


"Mang ngebakso yuk"


"Kuy den...tempat biasa ya"


"Ok"


"Wah den Arsya emang tau maunya Eneng...nih perut uda dangdutan dari tadi"


Arsya hanya tersenyum simpul saja...mereka menuju warung bakso langganan mereka..Sampai disana tempatnya lumayan rame...karena sudah langganan si penjual pun hafal


"Mas RashSya...seperti biasa"


"Iya pak"


"Siap mas"


"Masih ada stok gak pak"

__ADS_1


"Kenapa memangnya mas"


"Bungkus kayak biasanya tambah dua porsi"


"Siap mas...ada kok..tapi warung langsung tutup"


"Gak papa kan"


"Ya jelas gapapa mas...malah makasih banget uda dilarisi"


"Sama sama"


Saat mereka menunggu pesanan sambil bercanda lewatlah seorang ibu paruh baya bersama dengan seorang anak lelaki seumuran Chila..karena mereka duduk ditepi jadi mendengar omongan anak itu


"Nek..Udin mau bakso"


"Nanti ya cu..tunggu ini laku dulu ya kerupuk ikannya"


"Tapi dari tadi belum ada yang beli Nek..Udin lapar..hiks hiks"


Arash berdiri mendekati nenek itu membawa air minumnya


"Nek ini minum dulu...nenek haus kan"


"Makasih nak"


Nenek dan cucunya menerima air minum dari Arash...Arash melihat jualan si nenek


"Kerupuk ikan bikinan sendiri atau setoran Nek"


"Bikinan sendiri nak..makanya cuma sedikit...karena modalnya juga dikit"


"Satu berapa Nek"


"Sebungkus lima ribu nak"


"Ini ada...satu...dua...tiga...sepuluh bungkus ya Nek"


"Iya masih utuh nak..hehe"


"Ini saya borong semua ya Nek..saya suka kerupuk ikannya"


Arash sempat mencicipi sedikit dan memang enak rasanya


"Ya Allah makasi sekali nak...makasi...semoga lancar rejekinya...murah jodohnya..dan sukses dunia akhirat"


"Aamiin aamiin..makasih Nek"


Cucu nenek itu berkata


"Asyik Udin bisa makan bakso"


"Iya bentar ya"


"Ini cucunya Nek"


"Iya nak..cucu satu satunya..orangtuanya sudah meninggal kecelakaan waktu dia masih usia dua tahun"


"Innalillahi wa innaillaihi rojiun..maaf ya Nek"


"Gapapa nak...Ya sudah nenek pesen bakso dulu"


Dan ternyata baksonya hanya tinggal beberapa butir saja karena semua sudah dipesan RashSya


"Nek mari duduk sini"


Nenek itu duduk dimeja RashSya...melihat sang cucu menangis mereka tak tega.. RashSya memberikan bakso mereka kepada nenek dan cucunya itu


"Makan punya kamu Nek"


"Tapi kalian bagaimana"


"Kami sudah sering makan Nek..sudah bosan"


"Oh begitu terimakasih sekali nak"


Mereka memakan dengan lahap...Arsya menyenggol lengan Arash...dia melihat sang adek mengeluarkan sisa uang di dompetnya..dan mulai paham


"Nek rumah nenek dimana"


"Kampung w"


"Itu dekat rumah kita...nanti kami antar pulang ya Nek"


"Gak usah takut merepotkan nak"


"Tidak Nek"


Mereka menghabiskan makanan lalu pulang..dan kampung itu terlihat sedikit kumuh...dan berbeda arah dengan rumah si kembar..sebelum turun si kembar menyelipkan amplop kedalam tas milik cucunya dengan sedikit catatan


Arash juga menulis alamat rumahnya agar bisa mengantar kerupuk itu setiap hari kerumahnya..tentu saja alamt yang dipake alamat rumah Andrea...karena itu lebih dekat...dan dia segera mengkonfirmasi kepada ayah angkatnya itu


_______


Jangan lupa like komen rate dan vote seikhlasnya kakak

__ADS_1


Happy Reading


__ADS_2