Jodoh Untuk Gibran

Jodoh Untuk Gibran
#Bab 12


__ADS_3

Matahari pun telah menyapa bumi. Sinarnya masuk ke dalam kamar melalui celah tirai jendela yang masih tertutup itu. Sepasang suami istri baru bangun dari tidur mereka.


"Mas... Bangun, udah siang. Kamu gak kerja?" Fanny menggoyangkan tubuh Gibran dengan perlahan.


Mata Gibran mengerjap. "Eugh!! Udah siang ya sayang?" Gibran menggeliat sembari menguap.


"Kamu bangun gih, Mas.. Tolong buatin aku roti panggang sama susu cokelat,"


"Hm, sebentar." Gibran segera beranjak dari atas ranjang dan pergi ke kamar mandi.


Beberapa menit kemudian, Gibran telah selesai mandi. Dia menoleh ke arah ranjang, dak ternyata Fanny masih melanjutkan tidurnya. Ada senyuman di bibir Gibran kala mengingat sebentar lagi dirinya akan mempunyai seorang anak.


Gibran langsung bersiap memakai pakaiannya, setelah itu dia keluar dari kamar guna membuatkan sarapan untuk Fanny. Biasanya Fanny membuat sendiri, tetapi entah kenapa hari ini istri Gibran itu sangat manja.


"Sayang,," Gibran berkata lembut sambil menggoyang badan Fanny pelan.


"Hm? Kenapa, Mas. Aku masih ngantuk," sahut Fanny lesu.


"Sarapannya udah aku buatin.." Gibran berbicara lembut di telinga Fanny.


"Ya udah, taruh aja di meja. Ntar aku makan," ucap Fanny tanpa membuka matanya.


"Jangan lupa ya? Aku mau berangkat kerja,"


Cup!


Satu kecupan Gibran berikan di pucuk kepala Fanny.


"Hati-hati," ujar Fanny.


"Kamu juga hati-hati di rumah. Jaga kandungan kamu dengan baik, aku gak mau anak kita kenapa-kenapa.."


Fanny hanya mengangguk.

__ADS_1


Gibran pun berdiri dari duduknya dan mulai pergi keluar dari kamar menuju mobilnya.


Mobil Gibran sudah di jual, jadi Gibran setiap pergi ke kantor menaiki mobil Fanny.






Di ruangan Nada.


Nada mempoles bibirnya menggunakan lipstick berwarna merah. Tak lupa dia merapikan kembali dandanannya.


Ya, pagi ini dirinya akan melakukan meeting dan Gibran lah yang akan mengantarnya. Nada sengaja meliburkan sang sopir agar dirinya bisa pergi bersama dengan Gibran. Entah kenapa beberapa minggu belakangan ini dirinya terbayang bayang akan wajah Gibran.


"Apa aku sedang jatuh cinta? Tapi Gibran suami orang, aku tidak mau di cap sebagai pelakor. Huft! Murahan sekali," gumam Fanny sembari menatap wajahnya dari cermin.


Pintu ruangan Nada di ketuk.


"MASUK!!" teriak Nada.


Pintu terbuka dan Gibran langsung masuk ke dalam ruangan Nada. Tidak dapat dipungkiri bahwa Nada sangatlah cantik, tetapi Gibran masih sadar bahwa dia sudah mempunyai istri juga calon anak yang ada di dalam perut sang istri.


"Apa Ibu sudah selesai?" Gibran bertanya dengan menundukkan kepala sopan.


"Sudah. Ayo kita berangkat sekarang, aku tidak ingin klien menunggu lama." Nada berjalan terlebih dahulu di depan Gibran.


Gibran pun mengikuti langkah Nada. Sesampainya di mobil, mereka langsung masuk dan mobil pun melaju meninggalkan kantor.


Di tengah perjalanan, Nada sengaja mengangkat sebelah kaki agar Gibran dapat melihat paha mulusnya.

__ADS_1


"Masih pagi kok saya rasa gerah banget ya, Pak?" Nada mengibas wajah menggunakan tangan. Entah setan apa yang merasuki Nada, hingga Nada berani membuka kemeja yang dia pakai dan menanggalkan di jok depan mobil.


Gibran terus berusaha fokus menyetir sembari mengucapkan istighfar. "Bu, ada baiknya Ibu jangan memamerkan tubuh Ibu pada seseorang yang belum menjadi muhrim Ibu."


Nada mengerutkan dahi sembari menatap wajah Gibran dari samping. "Di saat banyak pria yang ingin melihat kemolekan tubuh ku, tetapi kamu sendiri menolaknya. Kenapa Pak Gibran? Apa kamu takut dengan istrimu?" Nada tersenyum miring.


Gibran mencoba terus fokus menyetir tanpa memperdulikan perkataan Nada. Dia tidak ingin jika nantinya terpancing emosi, bisa-bisa dirinya dipecat.


"Apa kamu tidak berminat sedikitpun untuk melihat tubuhku, Pak Gibran Alif??" ucap Nada berusaha menggoda Gibran. Saat ini Nada sudah seperti seorang wanita yang kena pelet.


Fanny meraba lengan Gibran.


Cit!!!


Gibran mengerem dengan mendadak hingga tubuh Nada maju ke depan, untung saja dia pakai sabuk pengaman, jika tidak maka keningnya sudah terbentur dashboard mobil.






**TBC


HAPPY READING 🌹


SAMPAI JUMPA DI PART SELANJUTNYA .


MOHON DUKUNGAN BERUPA, LIKE, VOTE, KOMEN, HADIAH/TIPS, DAN FAVORITNYA. TERIMAKASIH 😘


MOM OTHOR INGIN MENGUCAPKAN SELAMAT HARI KEMERDEKAAN YANG KE-77 🙏🏻.

__ADS_1


PAPAY 👋👋**..


__ADS_2