Jodoh Untuk Gibran

Jodoh Untuk Gibran
#Bab 45


__ADS_3

Fanny telah berjalan jauh hingga akhirnya dia berada di dekat warung sederhana milik Gibran. Matanya menyipit kala melihat warung sederhana itu sekarang telah menjadi sebuah tempat rumah makan yang lumayan besar.


"Apa Mas Gibran udah pindah ya? Dan sekarang dia juga udah melarat?" Fanny terus menatap ke arah warung dengan seksama.


Namun seketika matanya membola saat Gibran dan juga Nisa keluar dari rumah makan tersebut. Dengan rasa penasaran Fanny berjalan cepat ke arah rumah makan itu.


"Mas!" seru Fanny saat hampir sampai di depan rumah makan milik Gibran.


Sontak Gibran dan Nisa menoleh, berapa kaget nya Nisa kala melihat siapa yang datang. Dia merapatkan tubuhnya pada Gibran.


"Kamu tenang aja, ada aku disini." Gibran memegang pundak Nisa, dia menatap Fanny datar.


"Bagaimana keadaanmu Fanny? Apa sudah puas di dalam penjara?" Gibran menyindir.


Fanny tersenyum sinis. "Kenapa kamu bertanya seperti itu, Mas? Lalu kamu sendiri, bagaimana keadaanmu dan—" ucapan Fanny terpotong kala matanya melihat perut Nisa yang membuncit. "Apa kalian sudah menikah?'' Fanny menatap Nisa dan Gibran bergantian. Kedua suami-istri itu hanya diam saja.


"Kenapa kalian diam? Berarti benar kalian sudan menikah ya?"


"Apa kamu buta, Fanny? Bukankah kamu lihat bahwa perut Nisa membesar? Dia saat ini sedang mengandung. Mengandung buah hati ku" tekan Gibran.


Fanny menatap Gibran kesal, tetapi dia berhasil menyembunyikan ekspresinya itu. "Apa kalian sudah melarat sekarang? Lihat saja, warung ini sudah berubah jadi rumah makan dan pasti bukan milik kalian lagi'' Fanny menatap sekeliling rumah makan sembari tersenyum mengejek.


Gibran dan Nisa hanya diam saja. Lalu Fanny menatap penampilan Nisa dan Gibran dari atas sampai bawah.


"Lihat, penampilan kalian juga seperti orang kere. Maka nya Mas, jadi orang itu gak usah sok. Inilah akibat dari doa ku tahun lalu" ucap Fanny PD.


"Apa kamu sudah selesai bicara Fanny?" Gibran angkat suara. "Apa kamu bisa membaca spanduk rumah makan ini?" lanjutnya.


"Tentu. Spanduk itu bertuliskan Gani, bukan Gibran." sahut Fanny tenang.


"Apa kamu tau arti Gani?"


"Kenapa kamu harus bertanya detail seperti ini, Mas? Jika kamu ingin tau arti kata dari spanduk itu, lebih baik kamu tanya aja sendiri sama orangnya." Fanny melipat tangan di dada.


"Kamu mau tau orangnya?"


Fanny diam seraya menatap Gibran dengan penasaran.


"Ya, Gani adalah singkatan dari namaku dan Nisa. Gibran Nisa, kamu tau itu!"


Mulut Fanny melongo. 'Sial. Apa benar ini rumah makan milik Mas Gibran? Gak mungkin, ini gak mungkin' batin Fanny tidak percaya.


"Apa kamu tidak percaya?" Gibran merogoh kantong dan mengambil ponselnya. Dia menunjukkan tentang foto sertifikat tanah rumah makan itu yang telah resmi menjadi miliknya.


'Mas Gibran membeli warung sederhana itu dan dia telah membangun rumah makan? Aku yakin dia pasti berbohong' batin Fanny.


"Bohong! Itu pasti palsu atau editan."


"Baiklah, jika kamu tidak percaya —" Gibran menjeda ucapannya. Dia memanggil seseorang yang lewat di depan rumah makan miliknya.


"Bu, apa Ibu bisa memberitahu perempuan ini tentang rumah makan Gani itu milik siapa?"


Ibu-Ibu yang lewat tadi menatap Fanny. "Mbak, rumah makan ini milik Mas Gibran dan Mbak Nisa. Mereka membangun rumah makan ini sudah hampir satu tahun" ucap Ibu itu jujur.


Fanny hanya melongo dan terdiam.

__ADS_1


Ibu itu pun permisi pergi, lalu Gibran tersenyum menatap wajah Fanny.


"Apa semua bukti ini belum membuat kamu percaya, Fan?"


Lagi-lagi Fanny terdiam, dia baru percaya bahwa rumah makan itu milik Gibran sang mantan suami.


"Mbak Fanny, harusnya sebelum berbicara Mbak Fanny pikirkan dulu. Jika sudah begini, Mbak Fanny lah yang akan mendapatkan malu" Nisa berbicara lembut.


Fanny menatap Nisa tidak suka. Saat dirinya ingin membuka mulut, Rena dengan cepat berlari dari belakang Fanny.


"MAMA!!!!" teriak Rena sembari berlari kecil.


Fanny dan Nisa menatap Rena bersamaan. Senyum bahagia terbit dibibir Fanny, dia berpikir akan menghancurkan rumah tangga Gibran melalui Rena.


Fanny merentangkan tangan, tetapi Rena berlari terus dan masuk ke dalam pelukan Nisa. Fanny semakin tidak suka dan benci terhadap Nisa.


'Semua telah menyayangi Nisa, bahkan anakku sendiri tidak peduli dengan kedatanganku' batin Fanny sedih.


"Sayang" Fanny memanggil Rena lembut.


Rena hanya menatap Fanny dengan tatapan takut. Dia tau bahwa Mama kandungnya adalah seorang penjahat.


"Sini sama Mama nak," ucap Fanny sembari mengulurkan kedua tangannya.


Rena menggeleng cepat. "Gak mau! Mama jahat, Mama mau celakain Mama Nisa"


Fanny menurunkan uluran tangannya. "Kalian berdua pasti yang menghasut Rena agar membenciku 'kan? JAWAB!" bentak Fanny pada Gibran dan Nisa.


Terlintas ide jahat dibenak Fanny. Dengan cepat dia mendorong Nisa dari samping dan segera menarik tangan Rena. Nisa yang terkejut pun terhuyung kebelakang, untung dia tidak jatuh karena Gibran dengan cepat menangkapnya.


"Aku gak pa-pa, Mas" sahut Nisa pelan.


Gibran dan Nisa melihat ke arah Fanny, mata mereka melotot tidak percaya.


Sementara Fanny, dia tertawa jahat. "Lihat, Mas. Aku tidak akan membiarkan kalian hidup bahagia, aku akan menghabisi anak ini!" geram Fanny seram.


"Fanny sadar Fan! Dia itu anak kamu!" teriak Gibran takut karena Fanny memelintir leher Rena.


"Papa...." ucap Rena lirih.


"Mbak! Mbak Fanny tolong lepaskan Rena Mbak, dia gak tau apa-apa, jangan sakiti dia Mbak" Nisa menangis karena melihat Rena.


"DIAM! Kamu sudah menghancurkan semuanya, Nisa. Jika aku tidak bisa memiliki Mas Gibran, maka siapapun juga tidak akan bisa. Tetapi berhubung kamu selamat dari dorongan ku, jadi aku akan membuat kebahagiaan kalian hancur dengan kematian Rena."


Gibran menggeleng. "Sadar Fan sadar! Rena itu anak kandung kamu, jangan lakukan hal bodoh atau kamu akan menyesal seumur hidup" gertak Gibran kasar.


"Aku gak peduli, aku akan membunuh anak ini" Fanny berjalan mundur dengan masih meletakkan lengannya di leher Rena.


Rena yang masih kecil pun hanya pasrah dan mengikuti langkah sang Mama.


Gibran dan Nisa terus membujuk Fanny agar melepaskan Rena , tetapi Fanny seakan tuli dan tetap berjalan mudur hingga....


BRAK!


Tubuh Fanny terpental ke aspal, sementara Rena terdorong hingga membentur aspal.

__ADS_1


"RENA!" teriak Gibran dan Nisa bersamaan. Mereka berlari menghampiri Rena.


"Papa," lirih Rena takut sembari memegangi sikunya yang berdarah.


"Sayang, ini Papa dan Mama. Kamu jangan takut ya?" Nisa memeluk tubuh Rena, pandangan mereka tertuju pada Fanny yang sudah dikerumuni oleh orang banyak.


"Mas," Nisa menoleh ke arah Gibran.


Gibran berdiri dari jongkoknya dan berjalan ke arah Fanny, diikuti oleh Nisa yang masih memeluk tubuh Rena.


Orang-orang yang berkerumun perlahan membuka jalan untuk Gibran dan Nisa.


Terlihat Fanny sudah bersimbah darah dan matanya sedikit terbuka. Gibran berjongkok di samping tubuh Fanny, sementara Nisa tetap berdiri sembari memeluk Rena.


"M—Mas" lirih Fanny.


"Fanny" sahut Gibran pelan.


Air mata menetes di pipi Fanny. "Mas, maafkan aku" ucap Fanny terbata.


Gibran mengangguk. "Aku dan Nisa sudah memaafkan mu"


"S—Syukurlah, aku bisa pergi dengan tenang." mata Fanny menatap Rena dengan sayu. "R—Rena sayang"


Dengan takut Rena berjalan menghampiri sang Mama, air mata menetes deras di pipi Rena.


"Ma—maafin Mama, nak" nafas Fanny tersengal.


"Rena udah maafin Mama" Rena sesegukan.


Fanny menarik nafas dalam dan matanya tertutup sempurna. Gibran segera mengecek denyut nadi ditangan Fanny.


"Innalillahi wainnailaihi rojiun" ucap Gibran sembari meletakkan tangan Fanny di atas perut.


"Inalilahi" ucap Nisa menangis terisak.


"MAMA!!!" Rena memeluk tubuh Mama nya, seorang wanita yang pernah melahirkannya meskipun jarang merawat dirinya saat dulu masih kecil.


Di jalan itu telah dipenuhi oleh suara isak tangis.


"SEJELEK-JELEKNYA SIFAT IBU KANDUNG, DIA TETAPLAH IBU YANG TELAH MELAHIRKAN KITA KE DUNIA INI"


♻♻♻♻♻♻♻♻***TAMAT♻♻♻♻♻♻♻♻





JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK SERTA DUKUNGANNYA 💋


TERIMAKASIH UNTUK YANG SUDAH MENDUKUNG 🙏🏻🙏🏻


SAMPAI JUMPA DI NOVEL SELANJUTNYA, TUNGGU (BONCHAP) DARI OTHOR 🌹🌹

__ADS_1


papay***...


__ADS_2