Jodoh Untuk Gibran

Jodoh Untuk Gibran
#33


__ADS_3

Satu minggu kemudian.


Fanny tengah duduk di depan meja rias, dia sudah mendapatkan kontrakan. Fanny menatap pantulan dirinya dari cermin, rasa benci dan tidak terima masih membekas di hati Fanny untuk Dion.


"Sampai kapanpun aku tidak akan membiarkan kamu bahagia, Dion. Kamu sudah menghancurkan segalanya, lihat saja apa yang aku lakukan nanti."


Fanny memegang sisir dan mulai menyisir rambut panjang nya. Begitu banyak rambut rontok di sisir itu.


"Hiks.." Fanny menangis sembari memegang rambutnya yang ada di sisir. "Kenapa setelah seperti ini aku jadi teringat Mas Gibran? Aku sangat merindukannya dan juga Rena."


Ponsel Fanny yang berada di atas meja bergetar. Sebuah pesan singkat masuk ke dalam ponsel tersebut.


[Mereka sedang berada diluar. Tepatnya di Mall xxxx, datanglah cepat jika Bos ingin membalas dendam,] begitulah pesan yang dikirim oleh anak buah Fanny.


"Baiklah, kita akan mulai drama nya" Fanny berdiri dari duduknya dan mulai bersiap untuk pergi ke Mall.


Satu jam kemudian.


Fanny telah sampai di Mall itu dengan menggunakan kerudung panjang, jaket, celana jeans, serta kacamata hitam dan masker.


"Dimana keberadaan mereka?" Fanny berbicara dengan seseorang di seberang telepon.


"Pinggir jalan raya?" Fanny mengedarkan pandangan mencari ke pinggiran jalan raya yang dikatakan oleh anak buahnya.


Senyum sinis terukir dibibir Fanny kala melihat Dion dan Mega yang sepertinya ingin menyeberang.


"Baiklah, saya tutup dulu teleponnya."

__ADS_1


Panggilan pun langsung Fanny putuskan. Dia merapikan kembali pakaiannya dan mulai berjalan menghampiri Dion.


"Sayang, kamu hati-hati nyebrang nya, atau mau aku gendong aja? Aku takut bayi kita kenapa-kenapa" ucap Dion pada Mega.


Sementara Fanny, dia yang mendengar percakapan Dion langsung tersulut emosi. 'Bayi? Berarti Mega sedang hamil. Baru satu minggu mereka menikah masa Mega udah hamil? Pasti mereka sudah berhubungan lama dan ternyata mereka berdua bersekongkol untuk memeras ku.' batin Fanny marah.


Saat Dion dan Mega ingin melangkah, Fanny dengan cepat berjalan ke arah Dion lalu mendorong tubuh Mega.


"AAAA!!!!!!" pekik Mega terkejut.


Namun sepertinya keberuntungan masih berpihak pada Dion dan Mega, Dion berhasil menarik tangan Mega lalu Mega jatuh ke atas tubuhnya. Untung saja motor yang melintas dari arah samping Mega tidak terlalu kencang.


"Mega, sayang.. Kamu gak pa-pa??" Dion membantu Mega berdiri dengan perlahan.


Mega menggeleng, dia sangat syok dengan kejadian tadi.


"Kamu gak pa-pa??" Mega memegang lengan Dion.


"Aku gak pa-pa. Ayo kita kembali ke parkiran aja," Dion merangkul pundak Mega, dan mereka kembali ke parkiran Mall.


"Mas, aku tadi ngerasa ada yang dorong badan ku" Mega menatap Dion saat mereka sudah sampai di dalam mobil.


"Aku juga merasakannya sayang. Sudahlah, kamu gak perlu memikirkan itu, yang penting kamu dan kandungan kamu baik-baik aja. Mulai sekarang kita harus waspada dan hati-hati, sepertinya ada orang yang sengaja ingin mencelakai kamu" Dion mengelus perut Mega yang sedikit membuncit.


Mata Mega melotot. "Mas, apa jangan-jangan tadi ada Fanny? Perasaan aku gak punya musuh selain Fanny."


Dion terdiam. "Gak mungkin sayang, aku tadi lihat gak ada siapapun. Mungkin orang lain, Fanny gak mau berbuat kriminal seperti itu" jelas Dion.

__ADS_1


"Terus siapa dong?" Mega jadi khawatir.


"Udah, kamu tenang aja. Udah aku bilang jangan pikirkan itu lagi, aku akan mengurusnya." Dion menenangkan sang istri.


Mobil pun melaju meninggalkan Mall.


Sementara Fanny yang bersembunyi di balik mobil orang lain, hanya bisa menghela nafas kasar.


"Sial! Gagal rencana ku kali ini. Tapi tenang aja, masih banyak waktu lain, jika aku mati nanti aku tidak akan tenang sebelum menyaksikan kalian berdua menderita." Fanny menatap mobil Dion dengan mata memerah.





**TBC


HAPPY READING..


SAMPAI JUMPA DI PART SELANJUTNYA..


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK SERTA DUKUNGANNYA, TERIMAKASIH 😘.


🍏🍏🍏🍏🍏


Sambil menunggu up dari Othor, mampir juga ke karya temen Othor yuk 🤗**

__ADS_1



__ADS_2