Jodoh Untuk Gibran

Jodoh Untuk Gibran
#Bab 13


__ADS_3

Gibran merasakan tangannya yang di usap oleh Nada, hingga membuatnya menginjak rem sampai menimbulkan bunyi.


Citttt!!!


Tubuh Nada sontak maju ke depan. Untung dirinya memakai sabuk pengaman, jika tidak maka jidat nya lah yang akan menjadi korban.


"Gibran, apa kamu tidak bisa hati-hati!" ucap Nada kesal.


Gibran menarik nafas dan melirik Nada. "Maaf, Bu Nada. Saya bukanlah pria yang bisa Ibu rayu dan goda dengan begitu mudah."


Nada menatap tidak suka ke arah Gibran. "Apa kamu menolak pesona ku?"


"Maaf, Bu. Seharusnya Ibu malu dengan kelakuan Ibu saat ini. Ibu sadar bahwa saya adalah seorang pria beristri bukan?."


Nada mengepalkan erat tangannya. "KELUAR DARI MOBIL SAYA, KAMU SAYA PECAT!" teriak Nada, entah karena emosi atau malu.


Gibran tersenyum miring. "Ibu menggunakan jabatan hanya untuk mendapatkan sebuah keinginan. Baiklah, saya akan keluar."


Gibran melepas sabuk pengamannya dan keluar dari mobil Nada.


Nada berpindah di kursi kemudi. Tanpa berkata apapun lagi, Nada langsung melajukan mobil tersebut yang mana membuat Gibran hanya mampu menghela nafas berat. Gibran pun segera memesan taksi online.


🌹


🌹


Gibran saat ini telah berada di rumah. Saat dia ingin menginjakkan kaki di teras, ada sebuah notifikasi pesan dari m-banking. Gibran segera membuka pesan itu, matanya membola kala melihat pengeluaran yang Fanny habiskan.


"Dua puluh juta?" gumam Gibran terus menatap ponselnya. Dia segera masuk ke dalam rumah guna bertanya pada Fanny apa saya yang dibeli.

__ADS_1


"Fan! Fanny!!" teriak Gibran sembari menaiki anak tangga.


"Mas!! Aku di kolam!" teriak Fanny dari samping rumah.


Gibran segera turun dari tangga menuju ke kolam renang yang terletak di samping rumah.


"Mas, kamu udah pulang?" Fanny meletakkan majalahnya di atas meja.


"Huft! Dua puluh juta pengeluaran kamu hari ini. Untuk apa saja?" Gibran to the point.


"Oh, itu.. Aku tadi liat postingan dari tempat langganan aku ketika membeli perhiasan. Ya, sebuah cincin berlian terbaru, limited edition. Aku pengen banget maka nya aku beli, soalnya kan stok cincin itu terbatas." ujar Fanny enteng.


"Fan, itu bukan nominal yang kecil. Hanya sebuah cincin kamu menghabiskan uang dua puluh juta?'' Gibran mengusap wajahnya kasar.


"Kamu ini kenapa sih, Mas? Makin lama makin pelit banget. Heran deh," Fanny bersedekap dan menatap lurus ke depan dengan bibir yang mengerucut.


"Loh, kamu kok ngomongnya gitu sih, Mas? Jadi kamu gak mau nurutin permintaan aku gitu! Iya?" Fanny menatap Gibran.


"Sayang.. Aku udah di pecat dari perusahaan. Kita sekarang harus menghemat dan rajin menabung untuk kehidupan masa depan kita dan anak kita nanti," Gibran menggenggam kedua tangah Fanny.


"Di pecat? Ada apa lagi sih, Mas! Kenapa kamu bisa di pecat? Baru juga tiga bulan kerja, udah nganggur lagi." Fanny menyandarkan tubuhnya di kursi.


"Bos aku gil, Fan. Aku lebih memilih di pecat dan keluar dari perusahaan dibandingkan aku harus menjadi gigolo pemuas nafsu Bos itu. Memang kamu mau, kalau suami mu jadi gigolo Bos nya sendiri?"


Mata Fanny melotot. "Maksud kamu apa, Mas? Bos itu menggoda mu?"


Gibran mengangguk. "Aku menolak dan memberikan sedikit siraman kalbu untuknya. Dia marah dan tidak terima, ya akhirnya aku di pecat. Tapi sudahlah, mungkin rezeki ku bukan di situ." Gibran berdiri dari berjongkok nya.


"Huft! Terus kamu mau kerja apalagi setelah ini?" nada bicara Fanny mulai lembut.

__ADS_1


"Aku sudah memutuskan untuk menjadi sopir taksi online. Kebetulan perusahaan taksi online yang ku tumpangi tadi membuka lowongan kerja, aku gak mau menyia-nyiakan kesempatan, Fan.."


"Harus sopir ya, Mas? Gak ada kerjaan yang lain gitu?"


Gibran menggeleng. "Hanya menerima sopir,"


"Gaji kamu makin sedikit dong, astaga Mas..." Fanny menjambak rambutnya kasar.


"Kita harus tetap bersyukur, Fan. Yang penting aku bekerja, gak di rumah aja."


Fanny melirik Gibran sejenak, lalu dia berdiri dari duduknya. "Ya sudah, terserah kamu."


"Ayo masuk.." Gibran merangkul pundak Fanny, mereka berdua pun masuk ke dalam rumah.





**TBC


HAPPY READING..


SAMPAI JUMPA DI BAB SELANJUTNYA..


MOHON DUKUNGAN BERUPA, LIKE, VOTE, KOMEN, HADIAH/KOIN, DAN FAVORITNYA. terimakasih 😘.


MAAF OTHOR MUNGKIN AGAK TERLAMBAT UP, LAGI NGURUSIN ANAK SAKIT 🙏🏻**.

__ADS_1


__ADS_2