Jodoh Untuk Gibran

Jodoh Untuk Gibran
#Bab 26


__ADS_3

Sore harinya.


Nisa mengantar Rena pulang ke rumah, sebab tadi saat pulang sekolah Rena langsung ke rumah Nisa.


"Bu guru, sepertinya Papa belum pulang"


Nisa menatap ke arah teras. "Iya, rumah Rena masih sepi."


Mereka berjalan ke arah teras.


Rena langsung membuka pintu.


"Assalamualaikum.." teriak Nisa dan Rena bersamaan.


Mereka melangkahkan kaki masuk ke dalam.


"Bu, Rena mandi dulu ya?" Rena mendongak menatap Nisa.


Nisa mengangguk.


Rena segera berjalan masuk ke dalam kamar mandi. Sementara Nisa, dia melihat ke sekeliling dapur Gibran.


"Rumah nya gak terlalu kecil. Memang Fanny aja yang gak bisa bersyukur," gumam Nisa sembari terus menyusuri dapur milik Gibran.


Matanya terhenti di sebuah meja, lebih tepatnya itu adalah meja makan. Nisa melangkah ke meja makan, dia membuka tudung saji yang berada di tengah meja makan tersebut.


Kosong!


Tidak ada makanan apapun di meja makan.

__ADS_1


Nisa berpikir, dan sebuah ide terbesit di pikirannya untuk masak makan malam.


"Aku lihat dulu Mas Gibran punya sayuran apa aja," Nisa berjalan ke arah kulkas.


Dia membuka kulkas dan menemukan dua ikat kangkung serta telor.


"Hanya ada ini, mau dimasak apa kangkung nya?" gumam Nisa sembari membolak-balikkan kangkung yang dipegang.


Nisa tersenyum dan mulai meracik bumbu, serta memotong kangkung.


"Hari ini aku akan memasak tumis kangkung dan omelet aja."


Nisa mulai mengiris cabai merah secara miring, lalu dia mengiris bawang merah, kemudian memasukkan sedikit merica, dan mulai memecahkan telur ke dalam mangkuk. Nisa mengaduk telur yang sudah di ceplok, dia juga memasukkan semua bumbu racikannya tadi menjadi satu ke dalam mangkuk.


Nisa mulai memanaskan minyak, setelah minyak panas telur di mangkuk tadi Nisa masukkan ke dalam kuali.


Wangi harum dari omelet sederhana ala Nisa memenuhi dapur.


Rena yang sudah selesai mandi dan berpakaian segera menghampiri Nisa.


"Eum... Bu guru masak apa?" tanya Rena kala dia sudah ada di samping Nisa yang sedang berkutat di depan kompor.


"Eh, sayang.. Kamu udah selesai mandinya?"


Rena mengangguk. "Ibu tadi gak lihat Rena, karena Ibu guru keenakan masak" gurau Rena


Nisa hanya tertawa. "Ibu lagi masak makan malam untuk Rena dan Papa. Bu Nisa yakin, kalau Papa pulang nanti pasti capek dan gak sempet masak"


Rena hanya mengangguk. "Rena jadi pengen punya Mama kayak Bu guru deh. Baik, gak suka marah-marah, pinter masak juga"

__ADS_1


Nisa terdiam. 'Andaikan bisa, Ibu Nisa juga mau jadi Mama kamu nak' batin Nisa.


Sejenak kemudian dia tersadar dan melanjutkan acara memasaknya.


"Nah, udah selesai. Sekarang Rena bantu Ibu menyusun makan malam di meja makan, supaya ketika Papa pulang nanti, Papa langsung mandi dan makan" ujar Nisa dengan senyuman.


Rena mengangguk. Dia menerima mangkuk kecil yang Nisa berikan.


"Pelan-pelan,'' ujar Nisa lembut.


Mereka berdua sibuk menyiapkan makan malam.


Sementara di luar.


Gibran yang baru pulang dari pangkalan langsung masuk bergegas masuk ke dalam. Dari depan teras Gibran sudah mencium wangi masakan.


"Wangi sekali, siapa yang masak?" gumam Gibran heran. Pasalnya dia tidak tahu jika Rena ke rumah Nisa.


"Assalamualaikum!!!" seru Gibran sembari berjalan masuk ke dalam.


Gibran terus berjalan masuk hingga sampai dapur, dia melihat Nisa dan Rena yang sedang sibuk menyusun makanan di atas meja makan sembari bergurau. Ada senyuman tipis yang terbit di bibir Gibran karena melihat sang putri bisa tertawa lepas begitu ketika kepergian Fanny dari rumah.





**TBC

__ADS_1


HAPPY READING..


SAMPAI JUMPA DI PART SELANJUTNYA, JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK SERTA DUKUNGAN ❤ terimakasih 😘**


__ADS_2