Jodoh Untuk Gibran

Jodoh Untuk Gibran
#Bab 31


__ADS_3

Nisa tengah berada di taman bersama dengan Rena.


"Assalamualaikum" sapa Gibran yang baru datang.


"Wa'alaikumsalam" sahut Rena dan Nisa bersamaan.


"Rena, mainnya udah 'kan? Kita pulang yuk? Udah sore" ajak Gibran.


"Rena mau sama Bu guru aja, Pah.." Rena memeluk tangan Nisa.


Nisa hanya tersenyum. "Rena, kamu harus dengarkan apa kata Papa."


"Tapi Rena maunya sama Bu guru.." rengek Rena manja.


"Baiklah, Ibu guru akan mengantarkan Rena pulang ke rumah."


Rena mengangguk dan tersenyum lebar.


"Ayo!" Gibran, Nisa dan Rena ingin melangkahkan kaki. Tetapi langkah mereka terhenti karena suara seorang wanita dari belakang mereka.


"Bu Nisa!!"


Mereka bertiga menoleh.


Seseorang yang tadi memanggil Nisa pun berjalan mendekat.


"Halo Rena.." wanita tersebut tersenyum ke arah Rena.


"Halo Bu guru Yasmine," Rena membalas senyuman Yasmine.


"Bu Yasmine ada di sini juga?" tanya Nisa heran.


"Iya, saya tadi lagi main sama ponakan. Oh ya, kalian bertiga mau pulang?" Yasmine menatap ketiga orang di depannya bergantian.

__ADS_1


Nisa mengangguk.


"Tante!!" seorang anak kecil laki-laki berlari ke arah Yasmine.


"Hai Boy.. Kemari," Yasmine merentangkan tangannya.


Anak laki-laki yang Yasmine panggil Boy memeluk tubuh Yasmine dari samping.


"Oh ya, Rena.. Kenalin ini ponakan Bu Yasmine, namanya Rehan." Yasmine beralih menatap Rehan. "Rehan, ini Rena murid Tante Yasmine,"


Rehan dan Rena saling berjabat tangan.


"Tante, Rehan mau makan KFC" rengek Rehan menggoyangkan tangan Yasmine. Bocah berusia tujuh tahun itu menatap sendu ke arah Yasmine.


"Huft! Baiklah, jangan pasang wajah itu. Ayo kita makan KFC."


Rehan bersorak riang.


"Em, Rena.. Rena mau ikut makan KFC juga gak?"


"Pah..." Rena menatap Gibran sendu.


Gibran menghela nafas pelan. "Baiklah, kita akan makan KFC bersama dengan Rehan," akhirnya Gibran pasrah.


"Bu Nisa, Bu Nisa ikut juga ya? Nanti pulangnya biar saya antar kan, kebetulan saya bawa mobil sendiri," ucap Yasmine.


Nisa terdiam, lalu tak lama kemudian mengangguk.


Mereka bertiga pergi ke lokasi penjualan KFC.


*****


Setengah jam kemudian.

__ADS_1


Gibran, Nisa, Yasmine, Rehan dan Rena masih berada di kedai KFC.


Para orang tua itu makan sembari mengobrol.


"Em, Bu Yasmine... Maaf," Gibran mengusap pelan sudut bibir Yasmine menggunakan Ibu jarinya.


Yasmine terkejut sekaligus baper. Jujur dia sangat menyukai Gibran, meskipun Gibran hanya orang sederhana dan seorang duda. Yasmine menatap wajah Gibran mulai dari mata, alis, hidung hingga bibir. Entah mengapa wajah Gibran selalu terbayang bayang di pikirannya.


Setelah sudut bibir Yasmine bersih dari sisa mayonaise, Gibran langsung menurunkan tangannya.


"Maaf ya Bu Yasmine. Tadi ada sedikit mayonaise yang menempel di sudut bibir Ibu,"


"Terima kasih, Pak. Saya berasa seperti anak kecil deh makannya," gurau Yasmine.


"Maka nya makan itu pelan-pelan, Tante" protes Rehan.


"Bawel ih," Yasmine tersipu malu.


Mereka makan lagi dengan sedikit gurauan. Sementara Nisa, dia hanya bisa diam saja sedari memperhatikan Gibran yang membersihkan sudut bibir Yasmine.


'Jika aku memang tidak ditakdirkan berjodoh dengan Mas Gibran tidak pa-pa ya Allah. Aku rela dan ikhlas jika Mas Gibran dengan wanita lain, asal Mas Gibran bahagia maka aku juga akan bahagia. Sepertinya Bu Yasmine juga wanita baik,' batin Nisa mengikhlaskan apa yang terjadi dalam hidupnya. Nisa tidak ingin memaksakan kehendak seperti jika dia menginginkan ini atau itu maka harus mendapatkannya.






**TBC


HAPPY READING..

__ADS_1


SAMPAI JUMPA DI PART SIANG NANTI..


JANGAN LUPA TINGGALKAN DUKUNGAN, TERIMAKASIH 😘**.


__ADS_2