Jodoh Untuk Gibran

Jodoh Untuk Gibran
#Bab 9


__ADS_3

Gibran telah sampai di perusahaan PV Jaya. Dia membaca kertas yang tertempel di dinding dekat pintu masuk.


Gibran segera melangkah menghampiri sang security.


"Permisi, Pak. Mohon maaf, apa perusahaan ini masih membuka lowongan kerja?" tanya Gibran dengan sopan pada pria berusia 50tahunan itu.


"Em.. Mas nya lihat kertas yang di sana ya?" security menunjuk ke arah kertas yang tertempel di dinding.


"Benar, Pak." sahut Gibran


"Oh. Memang disini masih menerima pekerja, Mas. Mas nya masuk aja, dan minta tolong pada resepsionis agar mengantar ke ruangan Bu Bos." ujar security itu.


"Baik, Pak. Terimakasih, saya permisi.."


Sang security mengangguk, dan Gibran langsung masuk ke dalam kantor yang megah itu.


Sesampainya di dalam, Gibran berhenti di meja resepsionis.


"Permisi, Mbak. Boleh saya bertemu dengan Bos di perusahaan ini?" tanya Gibran pada wanita cantik yang bekerja sebagai resepsionis itu.


"Ada keperluan apa ya, Pak? Apa sudah buat janji?" tanya resepsionis tersebut yang ber tag-name Sinta.


"Saya ingin melamar pekerjaan, Mbak. Tadi di depan saya lihat ada tulisan membuka lowongan kerja.."


Sinta manggut-manggut. "Mari saya antar."


Mereka berdua berjalan ke arah ruangan Bos.


Tok!tok!tok!


Sinta mengetuk pintu.


"Masuk!!!" teriak seorang wanita dari dalam ruangan.


Sinta masuk ke dalam ruangan sang Bos. Sementara Gibran, dia menunggu di depan pintu ruangan.


"Permisi, Bu Nada. Ada yang ingin bertemu dengan anda." ucap Sinta sopan.


Nada menghentikan pekerjaannya. "Siapa?" Nada menatap Sinta.


"Ada seseorang yang ingin melamar pekerjaan, Bu."

__ADS_1


Nada terdiam sejenak. "Suruh dia masuk." perintah Nada.


Sinta mengangguk. "Saya permisi, Bu."


Setelah mendapatkan anggukan dari sang Bos, Sinta langsung keluar dari ruangan Bos nya itu.


Setelah berada di luar ruangan.


"Mas, anda boleh masuk ke dalam. Bu Nada sedang menunggu anda," ujar Sinta.


"Baik, Mbak. Terimakasih," sahut Gibran.


Sinta hanya mengangguk dan tersenyum tipis, lalu dia berlalu dari hadapan Gibran.


Gibran langsung masuk ke dalam ruangan Nada. Dari kejauhan, dapat Gibran lihat seorang wanita tengah sibuk mengerjakan sesuatu.


"Permisi, Bu." sapa Gibran saat sudah berada di depan meja Nada.


Nada menghentikan aktivitasnya dan mendongak. Dapat Gibran lihat bahwa Bis di perusahaan PV Jaya itu masih sangat muda dan cantik.


"Apa anda yang ingin melamar kerja?" Nada bertanya sembari menatap Gibran.


"Benar, Bu." sahut Gibran sambil menundukkan kepalanya sopan.


Gibran duduk di kursi yang berseberangan dengan Nada.


"Apa kamu sudah membawa Cv?"


"Sudah, Bu." Gibran menyodorkan map berwarna cokelat ke depan Nada.


Nada mengambil map itu dan mulai memeriksanya. Nada mengangguk dan tersenyum ketika membaca Cv milik Gibran.


'Sepertinya dia lah orang yang aku cari.' batin Nada merasa cocok dengan Gibran.


Nada memasukkan kembali Cv milik Gibran ke dalam map, Lalu dia menyerahkan kembali map itu pada Gibran.


"Baiklah, Pak—?" Nada lupa akan nama Gibran.


"Gibran Alif, tetapi biasa di panggil Gibran.." sahut Gibran mengerti kebingungan Nada.


"A, iya. Baiklah, Pak Gibran. Saya sudah membaca Cv anda, dan sepertinya anda memanglah orang yang saya cari. Saya akan menempatkan anda di bagian divisi, anda tahu kan divisi?"

__ADS_1


Gibran mengangguk.


"Anda harus telaten dan teliti dengan tugas anda nantinya. Anda sudah tau perusahaan ink bergerak di bidang apa?"


"Yang saya lihat perusahaan ini bergerak di bidang Manufacture, Bu."


"Benar sekali. Dan—," Nada mengulurkan tangan sebelah kanannya.


Gibran pun langsung menjabat tangan Nada.


"Selamat bergabung di PV Jaya. Semoga anda betah dan bekerjalah dengan giat juga teliti."


"Terimakasih banyak, Bu." Gibran tersenyum bahagia, akhirnya dia mendapatkan pekerjaan lagi.


Jabatan pun terlepas


"Untuk masalah gaji, perbulan saya akan memberikan anda gaji sebesar lima juta. Berbeda dengan komisi jika anda lembur." ucap Nada.


"Baik. Terimakasih banyak, Bu.." sahut Gibran senang.


Nada hanya tersenyum tipis. "Saya harap besok Pak Gibran jangan telat datangnya."


"Tidak akan, Bu. Kalau begitu, saya permisi.."


Nada mengangguk.


Gibran langsung beranjak dari duduknya dan keluar dari ruangan Nada dengan senyum yang terus mengembang. Akhirnya dia bisa bekerja dan mendapat pemasukkan.


"Pasti Fanny senang karena aku sudah mendapat kerja," Gibran berjalan keluar dari perusahaan PV Jaya.





**TBC.


HAPPY READING🌹


SEE YOU NEXT PART..

__ADS_1


JANGAN LUPA UNTUK MENINGGALKAN JEJAK DAN DUKUNGANNYA.. TERIMAKASIH ,😘**


__ADS_2