Jodoh Untuk Gibran

Jodoh Untuk Gibran
#Bab 29


__ADS_3

Satu bulan kemudian.


Fanny terlihat mondar-mandir di dalam apartemen milik Dion, pasalnya hari ini mereka akan feeting baju pengantin.


Fanny melirik jam dinding. "Duh.. Dion mana sih? Kenapa jam segini belum datang juga. Ponselnya juga gak bisa dihubungi"


Fanny mengigit kuku jempolnya. Terlintas dipikiran agar Fanny pergi langsung saja ke rumah Dion. Ya, Dion sudah membeli rumah di kota itu. Fanny menyambar tas jinjingnya dan memegang remot guna mematikan televisi. Namun mata Fanny terbelalak kala melihat televisi.


Fanny menggeleng cepat. "Gak mungkin.. Gak mungkin Dion mengkhianati aku." Fanny lari keluar dari apartemen. Dia ingin cepat sampai di rumah Dion.


Fanny menaiki taksi.


Setengah jam kemudian.


Fanny turun dari taksi dan berjalan mendekat ke gerbang rumah mewah Dion. Mata Fanny memerah kala melihat begitu banyak papan bunga yang berjajar di sepanjang jalan, terlihat dari luar kediaman Dion juga sangat ramai.


Fanny berjalan mendekat ke arah papan bunga yang bertuliskan SELAMAT MENEMPUH HIDUP BARU DION KUSUMA DAN MEGANTARI . Fanny menitikkan air mata.


"Keterlaluan kamu, Dion. Kamu pikir aku bodoh? Aku gak terima dengan semua pengkhianatan mu ini. Aku akan menghancurkan acara pernikahanmu!!!" gumam Fanny emosi.


Dengan cepat Fanny berjalan masuk ke dalam gerbang.


"Tunggu!" seru seorang satpam yang menjaga acara pernikahan Dion di luar gerbang. "Bisa tunjukkan undangan anda?" lanjut satpam itu.


Fanny menatap bengis ke arah satpam. "Apa orang penting seperti saya juga butuh menunjukkan undangan? Anda tidak tahu siapa saya? Saya Fanny, model papan atas!!!" seru Fanny geram.

__ADS_1


Satpam itu menatap Fanny dari atas sampai bawah. 'Sepertinya wanita ini yang dikatakan oleh Pak Dion agar tidak boleh masuk.' batin satpam itu.


"Anda tidak boleh masuk, Ibu!" ucap satpam.


Fanny melotot. "HEI! AKU INGIN BERTEMU DENGAN DION! APA DION SENGAJA TIDAK MEMPERBOLEHKAN AKU MASUK, HAH!!" bentak Fanny kasar.


Atensi mata tamu menatap keluar pintu gerbang. Bisik-bisik para tamu mengatakan bahwa Fanny adalah fans Dion. Begitu banyak wartawan yang menyorot kelakuan Fanny.


"PANGGIL DION SEKARANG! AKU INGIN BERTEMU DENGANNYA!! CEPAT!!!!" teriak Fanny semakin menjadi.


"Maaf, Bu. Anda tetap dilarang masuk. Silahkan pergi sebelum saya menyeret anda pergi dari sini," satpam itu menggertak Fanny.


"AKU TIDAK TAKUT DENGAN ANCAMAN MU!" titah Fanny menatap satpam tajam. "DION!!! DION KELUAR KAMU!! DASAR PRIA BRENGSEK!! SIALAN!!! KELUAR!!!" teriak Fanny kuat. Dan wajahnya telah menjadi sorotan media, Fanny tidak peduli dengan semua itu.


"Bu! Tolong jaga sikap anda!!!" bentak sang satpam yang menahan tubuh Fanny karena Fanny memaksa masuk.


Fanny segera lari masuk ke dalam rumah Dion.


"DION!!! KELUAR KAMU!!!" teriak Fanny saat baru menginjakkan kaki di rumah Dion.


Fanny terkejut karena Dion tengah berdiri berdampingan dengan Mega, teman kerjanya dulu.


"Mega?" gumam Fanny geram.


Para tamu memberikan selamat kepada Dion dan Mega.

__ADS_1


"DION!" teriak Fanny kencang.


Mata para tamu berserta Dion dan Mega menatap ke arah pintu.


"Sayang.. Itu Fanny, kenapa dia bisa masuk??" Mega menggoyang tangan Dion.


"Kamu tenang aja, berpura-pura tidak kenal dan katakan bahwa dia ingin merebut ku dari mu. Hm? Tenanglah, santai dan rileks." perintah Dion pada Mega.


Mega hanya mengangguk patuh.


Dengan mata memerah Fanny berjalan ke arah Dion dan Mega.






**TBC


HAPPY READING..


SEE YOU NEXT PART..

__ADS_1


JANGAN LUPA UNTUK MENINGGALKAN JEJAK SERTA DUKUNGANNYA, TERIMAKASIH 😘**


__ADS_2