
Halo teman-teman sekalian, assalamualaikum. Bagaimana kabar kalian semua? Othor harap kalian selalu sehat dan murah rezeki, amin.
Sebelumnya terimakasih untuk kalian semua yang sudah mendukung setiap novel karya Othor, baik yang memberikan like ataupun tidak dan hanya membaca saja. Othor hari ini mau mengumumkan novel baru yang ceritanya jauh berbeda dari Alma ataupun Gibran. Tapi yang pasti gak kala seru dan menarik, berikut judulnya.
Silahkan mampir dan jangan lupa berikan dukungan agar Othor lebih semangat dalam berhalu, terimakasih 💋.
Cuplikan bab 1:
Bab. 1
Terlihat seorang gadis cantik tengah berbaring di atas ranjang sembari membaca buku. Sebuah novel yang sudah menjadi buku cetak. Ya, itulah kebiasaan ya setiap malam jika tidak ada tugas, hanya menghabiskan waktu di dalam kamar sembari membaca novel kesukaannya dan memakan cemilan ringan.
Gadis itu melirik jam dinding.
“Sudah pukul delapan.” Gumam nya sembari menutup buku yang dia baca.
“Bodoh sekali putri Leona, mau saja dia ditindas seperti itu oleh Ibu tiri dan saudari tirinya. Jika aku yang menjadi putri Leona, maka akan ku cakar wajah mereka menggunakan kuku ku yang indah ini.” Mikhayla terus mengoceh geram setelah membaca buku novel itu. Dia turun dari ranjang guna bersiap, malam ini Mikhayla atau sering di sapa Kayla akan mengadakan balap liar.
Setelah bersiap, Kayla berlari kecil menuruni anak tangga dengan bersenandung.
__ADS_1
“Kayla!” seru seorang pria paruh baya yang kala itu tengah duduk di sofa.
Kayla langsung menghentikan langkahnya, dia menoleh sedikit ke arah pria paruh baya itu.
“Mau kemana kamu malam-malam begini?” tanya pria paruh baya itu.
“Biasalah, Pah. Kay ada janji sama teman,” jawab Kayla santai.
“Jangan bilang kamu mau balapan liar lagi! Mikhayla Winata, sudah cukup kenakalan kamu selama ini! Belajar lah menjadi gadis yang anggun dan hentikan hobi balap motor mu itu!!!’’ teriak sang pria paruh baya yaitu Papa Kayla.
“Ck!” Kayla berdecak kesal.
Mikhayla ingin melangkahkan kakinya lagi, tetapi suara Mama berhasil menghentikan langkah Kayla.
“Udahlah, Mah.. Kay udah besar, Mama sama Papa gak perlu khawatir dengan apa yang Kay lakukan.” Kayla berbicara dengan nada santai.
Tanpa menghiraukan ucapan kedua orang tuanya lagi, Kayla langsung pergi keluar dari rumah.
“MIKHAYLA!!! KAYLA!!!” teriak Papa Kay yang bernama Ando Winata sembari berdiri dari duduknya.
Terdengar suara moge milik Kayla yang sudah pergi meninggalkan halaman rumah.
“Anak itu benar-benar, huft!” Ando menghela nafas kasar.
__ADS_1
“Pah, sudahlah. Jangan berteriak seperti ini, ingat tekanan darah kamu..” ucap Mama Kayla yang bernama Indah dengan mengelus punggung Ando.
Ando kembali duduk dengan menumpukan kakinya di paha dan memijit pelipisnya yang berdenyut.
“Semakin hari kelakuan Kayla semakin melunjak. Aku akan mengirimnya ke luar negeri agar dia melupakan kegiatan gila nya itu.”
“Luar negeri? Maksud kamu?” Indah menatap wajah Ando yang terlihat marah.
“Aku akan mengirim Kayla ke Selandia Baru. Biarkan dia berada di sana sampai beberapa bulan, aku akan bicara pada Nora dan suaminya agar mendidik Kayla menjadi anak yang baik.” Keputusan Ando
“Tapi, Pah—“ ucapan Indah terpotong.
“Tidak ada tapi-tapian, Mah! Aku sudah lepas tangan dalam mendidik anak itu. Bicara padanya hanya akan membuat tensi ku naik saja, dia sama sekali tidak mendengarkan ucapan kita.”
Indah hanya menghela nafas pasrah.
•
•
•
•
__ADS_1
PAPAY, JANGAN LUPA MAMPIR 😘😘