Jodoh Untuk Gibran

Jodoh Untuk Gibran
#Bab 20


__ADS_3

Siang hari.


Rena sudah pulang sekolah, dan dia masih berdiri di depan kelasnya.


"Rena!" sapa seorang guru perempuan yang menjadi wali kelas Rena.


Rena menoleh dan mendongak. "Bu guru,".


"Rena mau pulang? Belum di jemput sama Mama nya ya??" ujar guru wanita itu.


"Itu bukan Mama Rena, Bu guru.. Yang biasa jemput itu Mbak nya Rena, dia yang menjaga Rena disaat Mama dan Papa kerja." sahut Rena.


Saat ini Rena baru kelas satu SD.


"Emm.. Iya-iya. Jadi Rena di sini nunggu siapa? Nunggu Mbak nya atau temen?".


"Rena nunggu Bu guru Nisa. Tadi Bu Nisa bilang kalau Rena pulangnya bareng Bu guru aja." ujar Rena jujur.


Wali kelas Rena itu hanya mengangguk saja. "Rena.. Bu Nisa sedang ada rapat guru. Kemungkinan dia agak lama pulang nya. Gimana kalau Rena Bu Yasmine antar pulang aja?" tawar guru itu yang bernama Yasmine.


Rena terdiam sembari berpikir.


"Gimana? Kalau Rena gak mau, ya udah gak pa-pa. Bu Yasmine pulang duluan,"


"Kalau Rena pulang bareng Bu Yasmine, nanti Bu guru Nisa nyariin Rena.."


"Nanti biar Bu Yasmine yang telepon Bu Nisa, dan bilang kalau Rena sudah pulang bersama dengan Bu Yasmine. Bagaimana?" Yasmine menatap Rena.


Rena mengangguk dan tersenyum.


Yasmine pun menggandeng tangan Rena, lalu mereka mulai berjalan menuju parkiran mobil.






Di sebuah cafe.


"Kamu mau makan apa?" ujar seorang pria pada sang wanita.


"Em.. Aku mau spaghetti sama Green tea aja." sahut sang wanita.


Pria itu pun mulai memesan makan siang dirinya dan sang kekasih.

__ADS_1


"Fan, kapan sih kamu mau pisah dari si penjual lontong itu?"


"Huft! Entahlah, Di.. Aku juga bingung gimana caranya supaya bisa pisah dari dia. Padahal selama dua tahun belakangan ini aku gak pernah kasih jatah ke dia, dan aku selalu kasih nya buat kamu. Tapi dia sama sekali gak mempermasalahkan tentang itu.."


"Gimana kalau kamu buka aja perselingkuhan kita ini di depan suamimu. Siapa tahu dia akan menceraikan mu.." ujar Dion tidak tahu malu.


"Ck! Aku gak mau akh," sahut Fanny.


"Jangan-jangan memang kamu yang gak mau pisah dari dia. Iya? Jangan katakan karena alasan anak itu yang membuat kamu berat untuk meninggalkan Gibran." tebak Dion.


"Ya ampun Dion... Ya enggaklah. Aku memang lagi cari cara dan waktu yang tepat untuk minta pisah dari Mas Gibran. Kamu tenang aja deh," Fanny menenangkan sang kekasih gelap.


"Aku udah gak sabar mau nikah sama kamu, Fan.." Dion menggenggam tangan Fanny.


"Aku juga gak sabar," Fanny membalas genggaman tangan Dion, mereka berdua saling melempar senyum.


"Permisi, Pak, Bu.." sang waiters meletakkan pesanan Dion di meja.


"Terimakasih," sahut Fanny.


Waiters mengangguk dan undur diri dari meja Dion.


"Sayang, setelah ini kita ke hotel ya? Aku pengen.." Dion berkata dengan nada manja.


Fanny tersipu malu. "Iya-iya.. Ya udah, kita makan dulu. Olahraga seperti itu juga butuh tenaga banyak 'kan?" gurau Fanny.




Yasmine dan Rena sudah sampai di depan rumah Rena.


"Ini rumah Rena?" tanya Yasmine kepada Rena sembari turun dari mobil.


Rena mengangguk. "Terimakasih ya, Bu guru.."


"Sama-sama," sahut Yasmine sembari tersenyum ke arah Rena.


"Rena!!" teriak seseorang yang tak jauh dari halaman rumah Rena.


Sontak Rena dan Yasmine menoleh ke asal suara.


Terlihat Hilma berjalan cepat ke arah Rena dan Yasmine.


"Mbak Hilma,,'' sorak Rena senang karena tenan bermainnya sudah datang.


Hilma tersenyum ke arah Yasmine. "Anda guru nya Rena?"

__ADS_1


Yasmine mengangguk.


"Terimakasih ya, Bu. Tadi saya baru selesai bekerja, jadi agak kesiangan menjemput Rena pulang sekolah." ujar Hilma dengan suara nya yang lembut itu.


"Sama-sama. Tadi Rena bilang dia mau pulang bareng Bu Nisa. Tapi berhubung Bu Nisa nya lagi ada rapat guru, maka saya menawarkan Rena agar pulang bersama."


"Oh, begitu.. Bu guru mau masuk dulu atau gimana?" tawar Hilma sopan.


"Gak usah, Mbak. Saya pulang aja, saya harus mengajar privat sebentar lagi." ucap Yasmine. Dirinya mengajar les privat di rumah.


"Ya sudah. Sekali lagi terimakasih ya, Bu guru," ucap Hilma sembari merangkul pundak Rena.


Yasmine mengangguk dan tersenyum. Sungguh senyum yang manis, hingga pria manapun yang melihat pasti akan luluh.


"Rena, Ibu pulang dulu ya? Dah..." Yasmine melambaikan tangan kepada Rena.


Rena membalas lambaian tangan Yasmine.


Yasmine mulai masuk ke dalam mobil, dan mobil pun melaju meninggalkan halaman rumah Gibran.


Setelah mobil Yasmine jauh.


"Sayang, ayo kita ganti baju dulu. Setelah itu main." ajak Hilma.


Rena mengangguk dan mereka berdua masuk ke dalam rumah.




**TBC.


KENALAN SAMA MBAK HILMA DAN BU GURU YASMINE YUK**..



Hilma ❤.



**Yasmine 🌹🌹


HAPPY READING..


SAMPAI JUMPA DI PART SELANJUTNYA..


JANGAN LUPA UNTUK MENINGGALKAN JEJAK DAN DUKUNGANNYA 🙏🏻🙏🏻.

__ADS_1


YUK BANTU KOMEN SUPAYA OTHOR LEBIH SEMANGAT 😘**


__ADS_2