Jodoh Untuk Gibran

Jodoh Untuk Gibran
#Bab 16


__ADS_3

Matahari sudah menjelang menyinari bumi. Gibran telah bersiap untuk pergi berkeliling mendagangkan jualannya.


"Fan, aku pergi dulu ya?"


"Hati-hati yas, Mas? Semoga jualan kamu laris manis.."


"Amin,"


Fanny mencium takdzim punggung tangan Gibran, setelah mengatakan salam, Gibran pun langsung pergi dari hadapan Fanny.


"LONTONG.. LONTONG!!" teriak Gibran mulai menjajakan jualannya.


"Bu, bu.. Sepertinya itu orang baru. Ayo kita coba beli jualannya, siapa tahu enak.." ujar para Ibu-ibu yang sedang menggosip.


"Mas!!" teriak Ibu yang memakai baju berwarna merah.


Gibran menoleh dan menghampiri para Ibu-ibu itu.


"Mas, jualan apa aja?" tanya Ibu satunya lagi.


"Ada lontong sayur, bakwan, risol, dan sempol ayam, Bu.." sahut Gibran.


"Mas nya orang baru ya? Soalnya kita-kita baru lihat,"


"Iya, Bu. Saya baru kemarin pagi pindah ke desa ini."


"Oh ya, perkenalkan.. Saya Marwah, ini Nana, dan ini Ijah." ujar Ibu memakai baju hijau yang bernama Marwah.


"Saya Gibran, Bu." Gibran pun turut memperkenalkan diri.


"Saya mau lontongnya dua bungkus, sama bakwan sepuluh ribu ya, Mas." ujar Ibu yang memakai baju berwarna merah bernama Nana.


"Lontong nya pakai telur apa gak, Bu?" tanya Gibran sebelum meracik pesanan sang pembeli.


"Harganya beda ya, Mas?" tanya Bu Marwah.

__ADS_1


"Beda dong, Bu. Yang gak pakai telur delapan ribu, dan pakai telur dua belas ribu."


"Murah banget ya.. Saya mau yang pakai telur tiga bungkus dong, Mas." ujar Ibu Ijah.


"Tiga bungkus ya, Bu? Sebentar saya buatkan. Ibu Marwah dan Ibu Nana, mau berapa bungkus?" tawar Gibran sekalian.


"Saya dua aja deh, Mas. Sama bakwan nya ya?" sahut Ibu Nana.


"Saya juga dua. Sama sempol nya sepuluh ribu, kalau enak kami akan menjadi langganan tetap Mas Gibran. Soalnya kalau pagi gini kami males masak," sahut Ibu Marwah.


"Sebentar ya, Ibu-ibu.. Saya buatkan dulu,"


Gibran mulai meracik sambil sesekali bergurau dan mengobrol dengan para Ibu-ibu itu, guna pendekatan terhadap warga sekitar.





"Alhamdulillah.. Hari ini laris manis, dagangan habis. Waktunya pulang," Gibran semangat untuk pulang.


Dia mendorong gerobaknya menuju ke rumah.


Sementara di rumah.


"Halo, apa ya Di?" terlihat Fanny sedang menelepon seseorang.


📲"Fan, aku dengar sekarang kamu udah pindah dari komplek perumahan gang Harmoko. Kamu dimana sekarang?" Dion ber- basa basi.


"Huft! Aku sekarang ada di desa, Mas." sahut Fanny lesu.


📲"Desa? Kok bisa?"


"Rumah ku di sita, mobil juga di jual. Mas Gibran terlilit hutang, dan dia banyak tunggakan bank. Bank menyita rumah kami karena waktu Mas Gibran untuk membayar tunggakan sudah lewat dari perjanjian."

__ADS_1


📲"Oh. Jadi gitu, aku turut sedih ya, Fan." ucap Dion dengan nada sedih. Padahal sebenarnya dia senang bahkan tertawa dalam hati karena melihat penderitaan Gibran.


"Kamu menghubungi ku hanya untuk bertanya itu?"


📲"A, tidak.. Aku ingin mengajakmu bekerja lagi. Apa kamu mau?"


"Maksudnya jadi model?" Fanny seketika berbinar.


📲"Hm.. Benar, tapi tidak bekerja di MX Channel. Kamu tau kan, jika suami mu itu mau melecehkan Mega? Apa kata Direktur dan para pekerja jika kamu masuk ke MX Channel lagi dan menjadi model di sana."


"Dion, Mega itu licik. Aku yakin bahwa Mas Gibran hanya di jebak." ucap Fanny yakin.


📲"Haha.. Fan-fan, jangan terlalu percaya sama suamimu itu. Bisa jadi dia memang tipikal pria yang suka bermain wanita bukan? Dibalik sikap yang sok cuek dengan wanita tetapi sebenarnya dia senang bergonta-ganti pasangan." Dion melanjutkan aksinya untuk membuat Fanny membenci Gibran.


"Ck! Sudahlah, kenapa harus membahas itu? Aku akan mengabari mu lagi nanti. Biar bagaimana aku sudah punya suami, jadi jika ingin memutuskan hal apapun aku harus izin suami ku dulu."


📲"Baiklah, aku tunggu kabar baiknya. Bye,"


Sambungan langsung terputus.


Fanny meletakkan ponselnya di atas meja. Dia menggelengkan kepala kala mengingat perkataan Dion yang mengatakan bahwa Gibran suka gonta-ganti pasangan.





**TBC.


HAPPY READING..


SAMPAI JUMPA DI PART SELANJUTNYA..


JANGAN LUPA UNTUK MEMBERIKAN DUKUNGAN SERTA TINGGALKAN JEJAK MANIS NYA DI KOLOM KOMENTAR, DAN TEBAR BUNGA DI CERITA GIBRAN 🌹🌹

__ADS_1


terimakasih 🙏🏻😘**


__ADS_2