Jodoh Untuk Gibran

Jodoh Untuk Gibran
#Bab 41


__ADS_3

Beberapa minggu kemudian.


Nisa sedang berjalan menuju ke warung Gibran, namun saat dirinya hendak lewat di jalanan yang lumayan sepi tiba-tiba seseorang membekap mulutnya.


"Em.. Em...'' mata Nisa di tutup menggunakan kain hitam, dia tidak bisa berteriak karena telapak tangan kekar terus membekap nya.


Seorang pria itu membawa Nisa masuk ke dalam mobil, dengan mata Nisa yang tertutup Nisa pun tidak dapat melihat sekeliling.


"SIAPA KALIAN?" teriak Nisa histeris kala mulut nya sudah tidak lagi di bekap.


Kedua pria itu hanya tertawa yang mana membuat Nisa semakin takut.


"Diam lah dan ikut dengan kami!" bentak salah satu pria itu.


'Ya Allah siapa mereka?' batin Nisa takut.


Mobil pun melaju meninggalkan jalanan sepi itu.


"LEPASKAN SAYA!! TOLONG!!!!" Nisa terus berteriak.


PLAK!


Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Nisa. Dia hanya meneteskan air mata saja karena tangannya saat ini diikat kebelakang.


"Jika lu gak mau nurut, maka kami akan bermain kasar" gertak pria itu.


Nisa jadi takut dan hanya menangis dalam diam. 'Mas Gibran, tolong aku'


Beberapa menit kemudian mobil telah sampai di sebuah gedung kosong yang sangat jauh dari keramaian.


Kedua pria itu turun dan menyeret tubuh Nisa agar ikut masuk ke dalam bersama mereka. Nisa pun pasrah dengan semua itu, mencoba berontak juga percuma, Nisa takut pria itu akan berbuat kasar padanya.

__ADS_1


Sesampainya di dalam gedung, tubuh Nisa langsung di duduk kan di kursi dan diikat keliling.


"MAU APA KALIAN!" teriak Nisa takut.


Kedua pria itu hanya tertawa, tak lama kemudian terdengar suara hentakan heels yang berjalan menuju kursi Nisa.


Nisa melebarkan pendengaran, dia menduga-duga siapa yang datang itu.


Seorang wanita yang baru datang bertepuk tangan ria sembari tertawa jahat. Dia mendekat ke arah Nisa.


"Kerja bagus" ucap wanita itu pada kedua suruhannya. "Ini bayaran kalian. Ingat! Kerjaan kalian belum selesai, kita harus menghabisi perempuan sok suci ini."


Bibir Nisa sedikit terbuka, dia merasa familiar dengan suara itu. "K..Kamu!" ucap Nisa terbata.


Penutup mata yang Nisa gunakan di tarik kuat hingga terbuka, dan terlihatlah seseorang yang sangat Nisa kenal.


"Mbak Fanny?" gumam Nisa kaget.


Fanny tersenyum smirk. "Ya, ini aku! Apa kamu terkejut?"


"Jangan pura-pura bodoh Nisa. Gak mungkin lo gak tau kesalahan lo itu apa!"


Nisa terdiam sembari berpikir. "Apa ini semua ada hubungannya dengan Masa Gibran?"


Fanny bertepuk tangan lagi. "Benar! Karena elo Mas Gibran gak mau lagi balikan sama gue."


"Kenapa Mbak Fanny malah menyalahkan saya? Seharusnya Mbak Fanny bisa intropeksi diri mengapa Mas Gibran itu gak mau rujuk lagi dengan Mbak Fanny." ucap Nisa lantang.


PLAK!


Fanny menampar pipi Nisa, dia mencengkram dagu Nisa dengan kuat. "Jangan sok menasehati gue. Kalau lo gak ada, mungkin Mas Gibran bisa jatuh ke dalam pelukan gue lagi. Dengar ya NISA! Jika gue gak bisa mendapatkan Mas Gibran, maka siapapun juga gak akan bisa. Ngerti lo!" Fanny berbicara dengan menekan katanya.

__ADS_1


Nisa hanya menangis. "Tolong lepaskan saya, Mbak..." lirih Nisa


"Mimpi!" Fanny berdiri di depan kursi Nisa sembari menatap Nisa yang sangat acak-acakan.


"Kalian berdua tunggu dia di depan, jangan sampai ada yang tau keberadaan perempuan itu disini, dan jangan sampai perempuan itu kabur!" perintah Fanny.


"Siap Bos." sahut dua pria itu.


Mereka bersama-sama keluar dari gedung tersebut meninggalkan Nisa yang terus menangis dan berteriak.


"MBAK FANNY!!! TOLONG LEPASKAN SAYA MBAK! HIKS..." Nisa terisak. "Ya Allah, tolong aku... Semoga ada bantuan yang datang agar aku bisa keluar dari tempat mengerikan ini," Nisa berdoa pelan.


Dia hanya bisa menangis dan pasrah.






**TBC


HAPPY READING..


SEE YOU NEXT PART..


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK SERTA DUKUNGANNYA AGAR MOM OTHOR LEBIH SEMANGAT UP 😘 terimakasih ❤


🍏🍏🍏

__ADS_1


MAMPIR KE KARYA TEMEN OTHOR YUK**



__ADS_2