Jodoh Untuk Gibran

Jodoh Untuk Gibran
#Bab 42


__ADS_3

Satu pesuruh itu masuk ke dalam gedung dengan membawa nampan makan sore untuk Nisa.


"Makanlah!" salah satu pria tersebut meletakkan kasar nampan itu di pangkuan Nisa.


Nisa hanya diam saja sembari menatap pria dihadapannya. "Aku tidak mau.''


"Terserah, jika lu mau mati dengan cepat maka tidak perlu makan." ucap pria itu kasar.


Nisa terus memikirkan ide bagaimana agar dia bisa keluar dari tempat sepi itu. "Jika aku mau makan, bagaimana caranya? Anda mengikat kedua tanganku."


Pria itu diam saja lalu kemudian melangkah mendekati Nisa. Perlahan ikatan tangan Nisa terlepas dan Nisa langsung memegangi nampan yang ada di pangkuannya dengan erat.


"Cepat makan! Setelah itu aku akan mengikat tanganmu kembali, jangan macam-macam. Ingat!" pria itu mengawasi Nisa dari kejauhan.


'Ya Allah, bagaimana caranya aku kabur kalau dia terus berada di sini dan menatapku begitu?' batin Nisa bingung.


"CEPAT MAKAN! MALAH BENGONG" pria itu membentak Nisa.


Nisa langsung memakan nasi berisi lauk ikan goreng dan sambal yang ada di pangkuannya. Tak lama kemudian Nisa memberanikan diri, dia berdiri dari duduknya sehingga pria yang mengawasinya berjalan mendekat.


"Hei! Mau kemana lu?"


Dengan tangan gemetaran, Nisa memberanikan diri melempar nasi yang ada di piringnya ke wajah pria itu.


"Aaaa!!!" ringis pria tersebut menahan perih dimatanya.


Nisa memukul kepala pria itu menggunakan nampan yang dia pegang, setelah itu Nisa menendang benda keramat milik pria tersebut hingga si empunya terjatuh.


Nisa lari tunggang langgang keluar gedung. "Astaga, lari kemana lagi ini?" gumam Nisa pelan karena melihat pria satu lagi.

__ADS_1


Nisa teringat ponselnya, dia segera sembunyi di balik tembok dan merogoh tas kecilnya.


"Untung saja mereka tidak mengambil tas ku." Nisa langsung menghubungi nomor milik Gibran.


📲"Halo Nisa, kamu dimana? Kenapa aku caro di kontrakan kamu nya malah gak ada?" Gibran terlihat khawatir.


"Mas..." lirih Nisa dengan nafas ngos-ngosan.


📲"Nisa.. Nisa halo! Kamu kenapa?"


"Mas, Mbak Fanny. Aku sekarang berada di sebuah gedung kosong yang entah dimana letaknya. Aku takut, Mas..."


📲"Fanny? Ada apa dengan Fanny? Aku akan menjemputmu ke gedung itu, jangan matikan ponselnya. Aku ke kantor polisi dulu untuk melacak keberadaan kamu." Gibran bergegas pergi ke kantor polisi menggunakan sepeda motor nya.


"Mas, aku—" ucapan Nisa terpotong dan hanya meninggalkan teriakan.


"Astaga, apa yang terjadi dengan Nisa?" perasaan Gibran semakin tidak enak dan dia segera pergi ke kantor polisi.


Sementara di gedung bekas.


PLAK!


PLAK!


Kedua pria itu berulang kali menampar pipi Nisa hingga sudut bibir Nisa berdarah.


"BERANI BANGET LU MAU KABUR YA? JANGAN HARAP LU BISA PERGI DARI TEMPAT INI. LU AKAN PERGI KE AKHIR T DULU BARU BISA KELUAR DARI TEMPAT INI!!!" bentak salah satu pria itu yang rambutnya gondrong, memakai tato dan tindik. Wajahnya yang sangar pun mampu membuat Nisa sangat-sangat takut.


"Aku mohon tolong lepaskan aku..." lirih Nisa takut.

__ADS_1


"DIAM!"


Nisa hanya sesegukan.


Kedua pria itu kembali menggeret tubuh Nisa ke kursi. Namun belum juga sampai di kursi, tubuh Nisa melemas dan kedua pria itu menatap wajah Nisa yang sudah memejamkan mata.


"Pingsan bro" ucap pria gondrong itu.


Mungkin dia kelelahan karena lapar, biarkan saja! Ayo kita ikat dia"


Tubuh lemah Nisa di dudukkan di kursi dan tangannya diikat kebelakang.


Lalu kedua pria itu meninggalkan tubuh lemah Nisa sendirian.






**TBC


HAPPY READING..


SEE YOU NEXT PART BYE..


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK DAN DUKUNGANNYA, TERIMAKASIH 😘**

__ADS_1


__ADS_2