Jodoh Untuk Gibran

Jodoh Untuk Gibran
#Bab 40


__ADS_3

Di dalam dapur, Gibran menatap Nisa dengan tatapan yang sulit di artikan.


"Mas, apa kamu tidak mempercayai ku?" Nisa menatap wajah Gibran.


Gibran hanya terdiam, lalu dia menggenggam erat tangan Nisa. "Siapa bilang?"


Nisa tersenyum tipis. "Berarti kamu percaya sama aku 'kan, Mas?"


Gibran mengangguk sembari mengelus kepala Nisa yang tertutup hijab. "Aku merasa kamu tidak berbohong"


"Aku memang tidak mungkin bohong, Mas."


"Ya sudah lupakan, aku juga gak akan percaya gitu aja dengan ucapan Fanny" rasa percaya Gibran pada Fanny pun telah lenyap.


"Mas! Mau pesan makan nih!!!" teriak seorang pembeli.


Gibran menoleh dari arah dapur. "Nah, itu ada pembeli. Daripada kita mikirin tentang ucapan Fanny, lebih baik kita layani aja pembeli"


Nisa tersenyum dan mengangguk, mereka berjalan keluar dari warung.


"Mau pesan apa, Mbak?" tanya Nisa ramah, sementara Gibran berdiri di depan steling.


"Nasi uduk satu porsi sama perkedel nya sepuluh ribu. Makan disini ya?" ucap Mbak-mbak itu ramah.


"Baik, tunggu sebentar ya?" Nisa berkata diselingi senyum. Dia berjalan menghampiri Gibran dan mengatakan pesanan Mbak tadi.


Mulailah banyak pembeli yang ingin makan ditempat ataupun bungkus.




__ADS_1



Malam harinya.


Dion tengah berada di sebuah klub malam, dia ingin menenangkan diri karena hal yang menimpa Mega.


Sebuah botol wine dan gelas berada di meja Dion, entah sudah berapa banyak wine yang dia minum hingga dirinya merancau tidak karuan.


"Aku tidak terima dengan semua ini, aku akan membalas perbuatan orang yang sudah membuat Mega terpuruk. Aku kehilangan bayiku, dan aku Mega juga sulit untuk punya anak lagi. Argh! Sial.." lirih Dion


Seorang wanita cantik menghampiri Dion dengan gaya sensualnya.


"Halo, tampan...." ucap wanita itu lembut sembari duduk di pangkuan Dion.


Dengan mata sayu nya Dion menoleh ke arah wanita itu. Wanita yang sangat cantik, dengan tubuh yang seksi dan suara merdu mampu membuat Dion terpukau.


Senyum di bibir Dion pun seketika terbit.


"Apa kamu butuh teman?" wanita itu mengusap rahang Dion.


"Tentu, jika tidak mengapa aku datang ketempat ini?" Dion menikmati usapan sang wanita.


"Baiklah, aku akan menemanimu. Jika kamu kesepian, kita bisa bermain di hotel."


Otak mesum Dion langsung traveling. Dia memeluk tubuh wanita itu dan langsung mencium bibir sang wanita dengan lembut.


"Aku tidak ingin melakukan pemanasan disini, lebih baik kita booking hotel saja" wanita itu menaik turunkan alisnya.


"Ayo" Dion berdiri dari duduknya.


Dengan sempoyongan dia berjalan keluar dari klub dengan di papah sang wanita. Sesudah sampai di mobil, mereka langsung masuk ke dalam mobil dengan wanita itu yang menyetir mobil.


Beberapa menit kemudian.

__ADS_1


Saat Dion dan sang wanita ingin turun dari mobil, tiba-tiba ponsel Dion berdering. Tanpa melihat siapa yang menelepon, Dion langsung menonaktifkan ponselnya. Mereka kembali melangkah masuk ke dalam hotel.


Setelah memesan sebuah kamar, Dion dan wanita itu berjalan menuju kamar tersebut.


Sesampainya di dalam kamar, dengan tidak sabaran Dion langsung melemparkan tubuh wanita itu ke atas kasur, sementara Dion mengunci pintu.


"Kamu tipe pria yang tidak sabaran ya?" ucap wanita itu genit.


"Aku memang seperti ini, apalagi jika melihat tubuh indah sepertimu" Dion langsung menyambar bibir seksi milik wanita itu.


Dengan secepat kilat Dion langsung membuka semua pakaian milik sang wanita juga miliknya sendiri, hingga tubuh mereka berdua bergesekan tanpa sehelai benang pun. Malam panas dengan penuh keringat mulai terjadi, tanpa memikirkan keadaan istrinya, Dion yang sudah terbakar gairah dan gelap mata langsung menyantap mangsanya.






**TBC


HAPPY READING..


SAMPAI JUMPA SELANJUTNYA..


JANGAN LUPA BERIKAN DUKUNGAN DAN TINGGALKAN JEJAK, TERIMA KASIH 😘.


🍏🍏🍏🍏🍏


MAMPIR KE KARYA TEMEN OTHOR YUK 🤗**


__ADS_1


__ADS_2