
Fanny berjalan masuk ke dalam dengan menatap tajam kedua pengantin yaitu Dion dan Mega. Setelah sampai di depan pengantin baru itu, Fanny menatap keduanya dengan mata memerah.
Sementara Dion dan Mega, mereka memasang wajah tenang meskipun Mega sedikit gugup.
PLAK!
Satu tamparan keras berhasil mendarat di pipi Mega. Mega memegangi pipinya yang terasa panas.
'Memalukan!' batin Mega kesal.
Kedua orang tua Mega dan Dion berjalan menghampiri Mega.
"Mega!" seru Mama Mega sembari memegang kedua pundak Mega.
Dion menatap Mega lalu beralih menatap Fanny.
PLAK!
Dion melayangkan satu tamparan di pipi Fanny. Hatinya terbakar kala melihat Mega, wanita yang dia cintai dipukul begitu di depan matanya, Dion jadi kalut sehingga menampar pipi Fanny.
Fanny menggeleng tidak percaya. "Jadi ini yang ku dapatkan setelah aku memberikan segalanya untuk mu?"
Dion terdiam sembari menatap Fanny.
"JAWAB DION JAWAB! Aku sudah memberikan setengah gaji ku padamu karena kamu bilang ingin menikahi ku. Tetapi semuanya nol! NOL!!! Kamu malah menikah dengan wanita ular itu, kamu jahat Dion, kamu jahat..." Fanny terisak, dia tidak peduli jika reputasi nya jadi model akan jatuh hanya karena hal ini.
"Leo, Madan, bawa perempuan gila ini keluar! Aku tidak tau apa yang dia bicarakan, bahkan kenal dia aja enggak!"
"Kamu bilang gak kenal, hah! Dasar laki-laki penipu, buaya darat, tidak bermodal!!!" teriak Fanny histeris. Dia memang kerah baju Dion. "KEMBALIKAN UANG KU! KEMBALIKAN!!! KAMU GAK BERHAK MEMAKAI UANG HASIL JERIH PAYA KU!"
Dion hanya diam saja, sementara Mega dia melepaskan kasar tangan Fanny yang berada di kerah suaminya.
__ADS_1
PLAK!
PLAK!
Dua kali tamparan Mega layangkan di pipi Fanny.
"Tamparan pertama, kamu sudah memfitnah suamiku, dan tamparan kedua, kamu ingin jadi pelakor dengan membicarakan hal buruk tentang suamiku. Seharusnya kamu malu, apa kamu punya bukti untuk ucapan mu itu? Hah!" Mega menantang.
Fanny terdiam sembari berpikir. Dirinya memang bodoh karena terlalu mempercayai Dion hingga tidak punya bukti apapun untuk membongkar kebusukan Dion.
"Kenapa aku harus memberi bukti? Bukankah kamu juga sekongkol dengan suamimu itu!"
Mega menengguk saliva kasar. "JANGAN ASAL BICARA KAMU! JIKA KAMU TIDAK PUNYA BUKTI, MAKA TINDAKANMU INI BISA DIKATAKAN SEBAGAI PENCEMARAN NAMA BAIK!!!"
Fanny terdiam, terdengar kasak kusuk dari para tamu yang menjelekkan Fanny.
"Ternyata dia pelakor."
"Mungkin tergila-gila sama Dion makanya nekat seperti itu. Aku rasa dia sakit jiwa"
Begitulah pada tamu membicarakan tentang Fanny. Fanny mengepalkan tangannya.
'Lihat saja, Dion. Aku akan membalas perbuatan kalian!' batin Fanny dendam.
Fanny pergi dari hadapan sang pengantin baru dengan membawa segala amarahnya.
Setelah jauh dari kediaman Dion.
"Argh!" Fanny menjambak rambutnya kasar. "Kenapa aku bisa tertipu oleh pria sepertinya? Harapanku sia-sia dan uangku lenyap."
Fanny melangkahkan kakinya kembali untuk pulang ke apartemen milik Dion. Dia memutuskan untuk menginap di hotel dulu sebelum mencari kontrakan.
__ADS_1
Drtt!! Drtt!
Ponsel Fanny bergetar, dia segera merogoh tas kecil yang kala itu berada di tangannya.
"Halo," ucap Fanny ketika telepon tersambung.
📲"Halo, Fanny. Mohon maaf karena saya menghubungi kamu, saya baru lihat televisi dan disitu ada kamu sedang marah-marah ketika acara pernikahan Megantari sang model papan atas." ucap sang Manager.
"Em, iya Pak. Saya minta maaf, semua itu karena saya terbawa emosi. Uang saya lenyap akibat laki-laki yang menikah dengan Mega, laki-laki itu berjanji ingin menikahi saya, tetapi nyatanya dia malah menikah dengan Mega setelah dia menguras uang hasil kerja saya.'' Fanny menjelaskan.
📲"Baiklah, saya tau. Tetapi mohon maaf, sepertinya perusahaan kami tidak memerlukan kamu lagi. Setelah berita tentang mu yang tayang di televisi, banyak saluran TV maupun majalah yang membatalkan kontrak denganmu. Seharusnya sebelum kamu bertindak pikirkan dulu akibatnya,"
"Tapi, Pak. Saya janji akan membersihkan nama saya, cuma tolong jangan pecat saya, Pak. Saya mohon...." Fanny menjadi bingung.
📲"Maaf, Fanny. Keputusan sudah bulat dan itu juga atas kesepakatan dengan Direktur utama. Maaf apabila saya tidak sopan memecat kamu lewat sambungan telepon begini, besok saya akan mengirim uang pesangon untukmu. Semoga semua yang telah terjadi bisa jadi pelajaran untukmu kedepannya. Selamat siang,"
"Tapi, Pak—" belum selesai Fanny bicara, sambungan sudah terputus.
"Argh!!!" teriak Fanny frustasi dengan menatap layar ponselnya.
'Aku akan membalas perbuatan mu, Dion. Lihat saja nanti, kalian berdua tidak boleh berbahagia di atas penderitaan ku.' Fanny menatap lurus ke depan dengan dendam yang mendalam.
•
•
•
**TBC.
HAPPY READING..
__ADS_1
SEE YOU NEXT PART..
JANGAN LUPA UNTUK MENINGGALKAN JEJAK SERTA DUKUNGANNYA, TERIMAKASIH 😘**