Jodoh Untuk Gibran

Jodoh Untuk Gibran
#Bab 36


__ADS_3

Fanny menatap Gibran dan Nisa bergantian. Dia menghapus air matanya lalu kemudian menarik rambut palsu yang ada di kepalanya.


Mulut Gibran dan Nisa menganga.


"Mbak Fanny, apa yang terjadi??" Nisa refleks bertanya.


"Aku mengalami kanker." sahut Fanny.


Gibran turut sedih dengan apa yang menimpa Fanny. Dia mengelus punggung tangan Fanny. "Kamu harus sabar, Fan. Ini ujian untuk mu, banyak-banyak beribadah dan berdoa agar Allah mengangkat penyakitmu."


Fanny menatap Gibran dan tersenyum, dia memakai kembali rambut palsu nya.


"MAMA..." teriak Rena bahagia dan berlari menghampiri Fanny.


"Sayang..." Fanny memeluk tubuh Rena dengan rasa bersalah.


"Ma.. Rena kangen sama Mama," Rena memeluk tubuh Fanny erat.


"Mama juga kangen sama Rena. Maaf Mama baru bisa datang sekarang ya nak?" Fanny menangkup pipi Rena dan menciumi seluruh wajah Rena.


"Mas, apa kamu udah lama membuka warung ini?" Fanny melihat ke sekeliling tempat usaha Gibran.


"Belum, warung ini buka baru satu bulan"


"Dan Nisa?"


"Nisa disini untuk membantu ku."


Fanny mengangguk. 'Mungkin jika nanti aku rujuk sama Mas Gibran, pasti Nisa gak akan dipakai lagi. Karena aku lah yang akan membantu Mas Gibran mengelola warung ini,' batin Fanny percaya diri.


"Ma.. Mama selama ini kemana? Kenapa gak pernah pulang?" Rena bertanya sambil menatap wajah Fanny.


"Mama kerja sayang.. Rena jangan sedih dong, 'kan Mama sekarang udah pulang"


"Mama janji jangan pergi jauh lagi ya?''

__ADS_1


"Iya, Mama janji."


"Sayang, tapi Mama gak bisa pulang ke rumah." Gibran mengelus kepala Rena.


"Kenapa, Pah?"


"Nanti kalau Rena udah besar, pasti Rena tau alasannya." Gibran bingung harus menjelaskan apa kepada Rena.


Raut wajah Rena berubah sendu.


"Rena kenapa?" tanya Gibran lada putri sematawayang nya.


"Rena mau Mama..." mata Rena sudah berembun, menandakan akan ada air mata yang keluar dari sana.


"Rena mau Mama? Nanti Bu guru Nisa kita bawa pulang, biar jadi Mama Rena. Rena mau gak?"


Seketika Rena langsung menatap Nisa yang hanya diam mematung, raut wajah Rena berubah menjadi berbinar.


"Beneran Bu guru mau jadi Mama Rena?" Rena melepaskan pelukan pada tubuh Fanny.


Bibir Nisa terbuka karena kaget dengan apa yang Gibran ucapkan. Sementara Fanny, dia menatap Nisa dan Gibran dengan tatapan putus asa.


'Mas Gibran tidak berniat untuk rujuk lagi denganku? Dia malah ingin menikahi Nisa,' Fanny terus menatap Nisa dan Gibran.


"Nisa! Apa kamu mendengar ku?"


Nisa tersadar dari lamunannya. "Coba katakan sekali lagi apa yang kamu bilang tadi, Mas"


"Apa kamu mau menjadi ibu sambung untuk Rena dan menjadi istriku?" Gibran berkata dengan yakin.


Senyuman terbit dibibir mungil milik Nisa. Dia mengangguk cepat. "Aku mau, Mas"


Gibran tersenyum senang dengan jawaban Nisa.


"Yeay.. Akhirnya Rena punya Mama dua" sorak Rena bahagia, dia belum tahu apa yang terjadi dengan Papa serta Mama nya.

__ADS_1


"Mas, aku berpikir bahwa kita akan rujuk" ucap Fanny lemah.


"Maaf, Fanny. Aku sama sekali udah gak cinta sama kamu, selama kamu pergi Nisa lah yang selalu ada untukku dan Rena. Bahkan sepulang mengajar dia selalu menyempatkan diri untuk membantu aku mengelola warung ini." Gibran berbicara dengan jujur. "Mulai dari situlah aku merasa bahwa Nisa sangat pantas untuk menjadi Ibu untuk Rena dan istriku. Maaf jika perkataan ku menyinggung mu, tapi itulah kenyataannya".


"Baiklah, selamat untuk kalian berdua. Aku akan selalu mendoakan kebahagiaan mu, Mas." Fanny menatap Rena. ''Rena, Mama pulang dulu ya?"


"Kok cepat banget sih, Ma??"


"Mama ada kerjaan," Fanny berkata bohong. Pasalnya dia tidak sanggup melihat Gibran dengan perempuan lain.


Fanny berdiri dari duduknya dan pamit dengan Gibran. Setelah mengucapkan salam, dia langsung pergi keluar dari warung Gibran.


Rena hanya menatap kepergian Fanny. Entah mengapa dia lebih sayang pada Nisa dibandingkan Ibu kandungnya sendiri, mungkin karena dulu Fanny tidak perduli dengan Rena.


Rena memeluk tubuh Nisa dari samping, lalu Nisa dan Gibran saling melempar senyum.





**TBC


HAPPY READING..


SAMPAI JUMPA SELANJUTNYA..


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK SERTA DUKUNGANNYA, TERIMAKASIH 😘.


🍏🍏🍏🍏


MAMPIR KE KARYA TEMEN MOM YUK 🤗**


__ADS_1


__ADS_2