
Pukul 10.00 wib.
Gibran pulang ke rumah dengan wajah yang kusut. Ya, dirinya telah resmi di pecat dari perusahaan televisi MX Channel.
Gibran turun dari mobil dan bergegas masuk ke dalam rumah.
"Fanny!! Fan!" teriak Gibran saat dirinya sudah berada di dalam rumah.
Gibran terus melangkah hingga dirinya sampai di kamar. "Kemana Fanny?".
Gibran terus mencari Fanny ke sekeliling rumah, tetapi hasilnya nihil. Gibran pun mengambil ponsel dan langsung menghubungi sang istri.
"Halo, Fan.." sapa Gibran saat sambungan telepon tersambung.
📲"Halo, Mas. Ada apa?" tanya Fanny kepada Gibran.
"Kamu dimana?"
📲"Aku lagi jalan-jalan bareng temen-temen. Tumben kamu jam segini nelepon aku?"
"Huft! Aku di pecat." Gibran memijit pelipisnya.
📲"APA!" Fanny reflek berteriak.
Teman-teman Fanny pada bertanya ada apa dengan Fanny. Fanny pun menjawabnya hanya dengan gelengan.
📲"Baiklah, aku akan segera pulang."
Sambungan langsung terputus.
"Em, guys. Sepertinya gue harus pulang, ada masalah sedikit."
"Masalah apa, Fan? Kok lo khawatir gitu?" ucap salah satu teman Fanny.
__ADS_1
"Gue gak bisa cerita. Karena ini masalah pribadi. Ya udah, gue balik ya? Bye.." Fanny berdiri dari duduknya dan segera menuju mobil guna pulang ke rumah.
🌹🌹
Tiga puluh menit kemudian.
Mobil Fanny telah sampai di halaman rumah. Fanny segera membuka pintu rumah, dia melihat Gibran yang sedang duduk di sofa dengan memejamkan mata sembari mendongakkan kepalanya ke atas.
"Mas!" Fanny berjalan menghampiri Gibran.
Gibran membuka mata dan menatap Fanny.
Fanny duduk di samping Gibran. "Mas, gimana ceritanya kamu bisa di pecat dari studio?" Fanny menatap Gibran.
"Huft! Aku difitnah, Fan."
"Fitnah? Siapa yang berani memfitnah kamu? Kurang ajar sekali dia!" ucap Fanny marah.
"Memang apa yang kamu lakukan?"
"Aku tidak melakukan apapun. Mega datang ke ruangan ku, dan dia sengaja merobek pakaiannya sendiri seperti semata-mata aku yang melakukannya. Dia berteriak bahwa aku ingin memperkosanya, tetapi kenyataannya tidak, Fan. Aku tidak melakukan apapun,"
"Ck! Kurang ajar sekali perempuan itu." ujar Fanny geram. "Lalu, kamu mau kerja dimana lagi setelah ini?".
"Entahlah, aku akan mencoba melamar pekerjaan di perusahaan atau di studio lain." sahut Gibran.
"Tapi pasti kamu gak jadi Manager kan, Mas?" Fanny terlihat murung.
"Kalau aku gak jadi Manager memangnya kenapa? Kamu malu punya suami yang berpangkat rendah?"
"Tidak. Kamu ini bicara apa?" Fanny menjadi salah tingkah.
"Fan, yang penting aku mendapatkan pekerjaan, dan itu halal. Yang penting juga bisa untuk makan serta menghidupi kita.."
__ADS_1
"Ya sudah. Yang penting kamu segera cari kerja. Aku gak mau hidup susah ya, Mas."
"Iya, aku akan melamar kerja besok pagi." Gibran menatap Fanny. "Aku minta agar kamu jangan terlalu boros ya, Fan? Kita harus menabung untuk kehidupan kita kedepannya nanti. Apalagi kalau kita sudah punya anak, pasti akan sangat banyak menambah biaya." jelas Gibran.
"Ck! Mas, aku hanya akan hidup sesuai dengan gaya ku. Aku sudah terbiasa shopping, jalan-jalan, salon dan liburan. Jadi kamu gak bisa melarang aku gitu dong," Fanny terlihat kesal.
"Tapi kan kamu bisa mengerti situasi, Fan.."
"Kita lihat nanti deh, Mas." Fanny langsung berdiri dan pergi meninggalkan Gibran yang masih terduduk di sofa.
Di dalam kamar.
"Baru juga nikah beberapa hari, udah kayak gini. Argh!!! Menyebalkan.." Fanny memukul bantal yang ada di pangkuannya.
"Jika Mas Gibran gak bisa menuruti permintaanku dan terus mengekang ku, maka aku akan kembali bekerja menjadi model." tekad Fanny lalu merebahkan tubuh di kasur.
•
•
•
•
**TBC
HAPPY READING..
SEE YOU NEXT PART..
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK DAN DUKUNGANNYA..
TERIMAKASIH 😘**
__ADS_1