JODOHKU Bukan SUAMI PERTAMAKU

JODOHKU Bukan SUAMI PERTAMAKU
Awal kehancuran


__ADS_3

" Tak apa , kau masih harus berusaha untuk itu " ucap Raga menepuk bahu Adrian pelan membuat Adrian tersenyum


Pertemuan pertama mereka hari itu diakhiri dengan makan Siang di restoran . Dan masing-masing kembali keaktifitas mereka masing-masing


.


.


.


.


Dikantin RS


drett drettt


Getar telepon mengganggu Freya yang tengah sibuk menonton Drakor " Siapa sih " kesalnya langsung melihat siapa yang meneleponnya


"Sial asisten Dean " umpatnya kala menyadari bahwa atasannya yang ternyata menelepon untuk menyuruhnya kembali keruangan dimana bosnya dirawat


Dengan langkah terburu-buru agar dirinya segera sampai di tempat tujuan . Akibat penyakit pikunnya yang memang seringkali kambuh membuat dirinya sampai lupa tujuan utamanya kemari adalah untuk menjemput sang Big Bos untuk pulang kerumah . Bukan malah berakhir menonton Drakor di kantin RS seperti yang dia lakukan tadi


"Maaf tuan " ucapnya dengan napas tersengal akibat berlari tadi , tanpa dia tahu bahwa dua manusia didepannya tengah menatap dirinya dengan ekspresi tidak terbaca . Yang satu berusaha menahan tawa dan satunya lagi memasang wajah dingin


Dirasa nafasnya sudah membaik , dirinya pun langsung menegakkan kembali badannya yang semula menunduk . Tapi tiba-tiba suasana mencekam membuatnya sedikit kikuk


"Ehhh....." dengan melirik dua orang didepannya yang masih setia menatapnya sedari tadi


"emm tuan " sapanya dengan memaksakan senyum nya untuk menetralisir rasa gugup yang mendera nya walaupun tidak sepenuhnya hilang


" Kau habis maraton dari mana ? " tanya asisten Dean berusaha menahan senyumnya kala melihat wajah Freya yang bingung sekaligus takut


" maraton ? " gumam Freya dengan alis berkerut dalam memandang asisten Dean penuh tanya


" hahahaha " tawa pun keluar dari mulut Dean ketika sudah tak kuat lagi menahan nya


" Diam" bentak Chandra membuat asisten Dean pun langsung diam , walaupun masih berusaha menyembunyikan tawanya , sesekali melirik kearah Freya yang sedang menundukkan kepalanya dengan bibir sedikit dimajukan , sedang kesal mungkin , pikirnya .

__ADS_1


Kini dirinya tengah menatap wanita didepannya ini dengan pandangan dingin " Kau tau ini jam kerja ? " tanya Chandra


" Ta...tau tuan " jawab Freya terbata-bata


" Lalu kau pergi kemana ? " mata yang menatap tajam dan suara yang tegas membuat wanita didepannya ini semakin menundukkan kepalanya dengan tangan saling bertaut dibawah sana


" Saya pergi kekantin " jawab Freya pelan , tanpa berani memandang lawan bicaranya


" Lalu ? apakah tujuanmu kemari memang hanya untuk sekedar singgah dikantin rumah sakit ? "


" Tidak tuan , saya hanya merasa kesepian karena tuan dan tuan Dean tadi tengah sibuk membicarakan sesuatu . Jadi saya memutuskan untuk menyingkir sebentar " jelas Freya , sempat mengintip bagaimana reaksi tuannya itu dan yang dilihatnya pun tetap sama , wajah dingin dan datar .


" Cihh alasan ... belum apa-apa kau sudah mencerminkan siapa dirimu saat bekerja , pemalas dan berani membantah atasanmu " cibir Chandra memandang Freya rendah


Saat ingin menjawab , tak sengaja pandangannya melihat kearah asisten Dean yang tengah mengkodenya untuk diam .


"hufff" memilih menarik napas nya dalam-dalam untuk menormalkan rasa emosi yang tengah menyelimuti dirinya . Andaikan saja ia bukan karyawan baru , sudah dipastikan dirinya akan menjawab cibiran atasannya itu tanpa ra takut sedikitpun


Kini mereka tengah berada di dalam mobil menuju mansion sang tuan , dengan Chandra yang duduk dibelakang seorang diri sedangkan Freya duduk disamping kemudi yang tengah diduduki oleh asisten Dean .


Tak terasa mobil yang mereka kendarai sudah memasuki halaman yang luas dengan bangunan yang berdiri dengan megahnya . Satu kata yang mampu Freya ucapkan ketika melihatnya " Wowww" takjub nya


Dirinya sempat berfikir ketika matanya masih sibuk melihat sekitar mansion yang nampak asri dengan banyaknya pepohan dan bunga-bunga yang nampak cantik dan indah


"Seandainya aku tinggal ditempat seperti ini ? mungkin aku akan bahagia dan betah dirumah " gumamnya


"aishh kenapa aku ini ? menghayal mu tinggi sekali nona , syukuri saja yang telah kau miliki saat ini " sadarnya pada dirinya sendiri


" Nona ayo masuk " ucap Dean membuyarkan lamunan Freya . bergegas mengikuti langkah asisten Dean memasuki rumah mewah tersebut dengan perasaan bertambah kagum. ketika melihat isi mansion tersebut


"Benar-benar sesuai seleraku " pikirnya dalam hati


"Dean , kau ikut aku keruang kerja " ucap Chandra seraya melihat kearah Dean " Dan kau ..." lanjutnya menunjuk kearah Freya " kau terserah mau melakukan apapun disini . Kau hanya boleh berkeliaran dilantai satu dan sekitar mansion " Freya , yang mendengarnya pun hanya mengangguk seraya tersenyum


" Ingat ! tanpa membuat masalah " tegas Chandra sekali lagi sebelum benar- benar pergi dari hadapan Freya


Setelah tuannya tak lagi terlihat , dirinya pun bergegas memulai petualangannya untuk menjelajahi mansion tersebut

__ADS_1


"Setidaknya walaupun tidak bisa memiliki , tapi sudah pernah merasakannya walaupun hanya sebentar " gumamnya


.


.


.


Di Ruang Kerja


" Kau yakin dia bisa bekerja dengan baik ? " tanya Chandra disela-sela dirinya sibuk membaca berkas ditangannya


" kau meragukan pilihanku ?" tanya Dean , berdecak kesal karena Chandra masih saja meragukan Freya dalam bekerja


" kalau kau masih saja tidak yakin , maka kita lihat saja selama tiga bulan kedepan. Kau akan tau siapa dia sebenarnya " ucap Dean melirik kearah Chandra yang nampak diam berfikir tentang ucapan asistennya itu


.


.


.


Klub Malam


Adrian , saat ini tengah berada di klub malam bersama Raga , sahabatnya . Ya , dirinya berada disini sejak pulang dari kantor sore tadi . Karena ajakan Raga , yang katanya ingin mengajaknya minum dan dia tak enak untuk menolak , karena mereka sudah lama tidak bertemu . dan berakhirlah mereka disini . Mereka tidak berdua , ada lima orang disana , dan mereka semua adalah temannya dulu diwaktu SMP , ya walaupun tidak sedekat dengan Raga ,tapi bisa dikatakan dekat .


" Hei , kau ingin sesuatu yang menyenangkan ? " teriak Raga , pada Adrian yang terlihat sudah mulai pusing karena efek alkohol yang diminumnya


"apa ? " tanya Adrian , pandangannya sedikit kabur karena efek alkohol


" itu artinya kau setuju " tanpa menjawab pertanyaan Adrian perihal yang ditawarinya tadi . Raga , pun bangkit dari duduknya untuk menemui seseorang , entah apa yang dikatakan Raga , pada seorang pelayan di pojok bar sana


Saat Raga telah kembali di tempat duduknya , tak lama segerombol wanita dengan pakaian seksinya datang . Duduk diantara kami , bahkan ada yang duduk dipangkuan kami , salah satunya adalah Adrian .


Wanita dengan gaun hitam sebatas paha dengan dada yang menyembul keluar itupun duduk dengan tenang dipangkuan Adrian , sesekali menggesek kan bokongnya pada tonjolan dibawah sana membuat Adrian mengerang dibuatnya


"enghh" erangan disertai matanya yang terpejam membuat perempuan yang duduk di pangkuannya itupun tersenyum menyeringai

__ADS_1


__ADS_2