JODOHKU Bukan SUAMI PERTAMAKU

JODOHKU Bukan SUAMI PERTAMAKU
Di siksa musuh


__ADS_3

"Sialan kau , keparat " umpat seorang laki-laki yang tengah berdiri didepan pintu ruangan tersebut .


Bryan menoleh kaget . Bagaimana bisa laki-laki itu masuk kedalam sini ? Bukankah seharusnya membutuhkan waktu cukup lama untuk bisa menemukan keberadaanya .


Chandra menatap sengit laki-laki yang tengah berdiri disamping wanitanya . apalagi dengan kondisi si wanita yang cukup memprihatinkan .


" Wahh kau cepat sekali bisa sampai kesini ? " laki-laki bernama Bryan itu mengejek Chandra .


" Apa karena wanita ini ? " tunjuknya pada Freya . Chandra hanya memberi pandangan sengit pada Bryan.


" Wahh kau lihat pahlawanmu sudah datang nona " ucapnya berbisik didepan muka Freya


" Jangan menyentuhnya " teriak Chandra saat tangan Bryan menyentuh wajah dan leher Freya .


Tak butuh waktu lama , Chandra melangkah maju . Memberikan satu pukulan telak hingga membuat Bryan jatuh tersungkur.


" Sebelum kau menghabisinya , kau akan kuhabisi lebih dulu " ucap Chandra penuh penekanan.


Perkelahian pun tak bisa dihindari lagi . Saling menyerang dengan tangan kosong , bahkan keduanya berkali-kali jatuh tersungkur . Namun tak membuat mereka menyerah .


Kedua mata yang tadinya terpejam , kini mulai terbuka dengan perlahan . Tenaganya yang sudah terkuras habis membuatnya tak bisa mengeluarkan suara .

__ADS_1


Siapa ? gumam Freya disela-sela dirinya tengah berusaha membuka matanya dengan lebar .


Dalam pandangannya yang masih buram , hanya sekelebat bayangan yang dia lihat .


Suara gaduh membuat Freya berfikir pasti ada kegaduhan disini . Tapi siapa yang datang mengacau ? apakah dia datang ? pikir Freya .


" Ini balasan karena kau telah berani menyentuh wanitaku "


Setelah itu terdengar suara pukulan yang cukup keras disusul dengan suara teriakan yang cukup memilukan .


" Kau baik-baik saja ? " tanya Chandra pada Freya yang tengah mengedip-ngedipakan matanya .


Dalam hati , Freya tengah tersenyum . Rupanya dia datang untuk menyelamatkan ku , gumam Freya dalam hati .


Setelah menidurkan tubuh Freya dilantai , Chandra mengambil ponselnya dan menghubungi temannya Farhan yang merupakan dokter di salah satu rumah sakit miliknya.


" Datanglah ke apartemen ku sekarang " titah Chandra pada Farhan setelah teleponnya terhubung bahkan langsung mengakhirinya begitu saja tanpa basa basi sedikitpun .


" Cihh kalau aku orang lain pasti akan bingung kenapa disuruh datang kesana " gerutu Farhan , menatap layar ponselnya dengan kesal .


Dengan segera Farhan bersiap-siap . Tak butuh waktu lama , hanya berganti pakaian saja . Dirinya tak perlu repot-repot membawa alat-alat kesehatan maupun obat-obatan . Karena di apartemen ,Chandra, semua lengkap .

__ADS_1


Mereka saat ini sudah berada di apartemen Chandra . Tubuh Freya yang tadinya terdapat darah , sudah dibersihkan oleh pelayan wanita nya .


" Bagaimana keadaanya ? " tanya Chandra pada Farhan yang tengah memasang infus ditangan Freya .


" Istirahat yang cukup . Dia akan pulih dengan cepat " jawab Farhan seraya menatap Chandra ,yang terlihat acak-acakkan . Bahkan muka nya dipenuhi oleh lebam biru .


Bisa dirinya tebak , pasti terjadi perkelahian .


" Siapa dia ? kekasihmu . " tebak Farhan seraya tersenyum .


Chandra tak menjawab namun memberikan tatapan tajamnya pada Farhan . Nyali Farhan seketika hilang saat melihat tatapan itu .


" Lihatlah penampilanmu , aku saja risih berada di dekatmu. Bau amis dan keringat bercampur menjadi satu . uwekk " Farhan dengan mimik muka jijiknya yang seolah ingin muntah saat itu saja .


Chandra yang diejek seperti itupun bersiap melayangkan tangannya keatas , namun Farhan segera berlari menjauh dari Chandra .


Saat Farhan sudah menghilang , dirinya mencoba memastikan ucapan Farhan tadi . Mencoba mengendus tubuhnya sendiri dan berakhir meringis menahan muntah . Persis seperti yang dilakukan Farhan tadi .


" Cihh bau sekali " kesalnya


Chandra pun memilih membersihkan tubuhnya , setelah memberi selimut pada tubuh Freya .

__ADS_1


Setelah beberapa saat , Chandra keluar dari kamar mandi . Tubuhnya yang masih setengah basah , hanya memakai handuk yang menutupi pinggang sampai lututnya.


tangannya yang sibuk menggosok rambutnya yang basah sehingga tidak menyadari bahwa ada sepasang mata yang menatapnya tak berkedip .


__ADS_2