
"Sialan kau , keparat " umpat seorang laki-laki yang tengah berdiri didepan pintu ruangan tersebut .
Bryan menoleh kaget . Bagaimana bisa laki-laki itu masuk kedalam sini ? Bukankah seharusnya membutuhkan waktu cukup lama untuk bisa menemukan keberadaanya .
Chandra menatap sengit laki-laki yang tengah berdiri disamping wanitanya . apalagi dengan kondisi si wanita yang cukup memprihatinkan .
" Wahh kau cepat sekali bisa sampai kesini ? " laki-laki bernama Bryan itu mengejek Chandra .
" Apa karena wanita ini ? " tunjuknya pada Freya . Chandra hanya memberi pandangan sengit pada Bryan.
" Wahh kau lihat pahlawanmu sudah datang nona " ucapnya berbisik didepan muka Freya
" Jangan menyentuhnya " teriak Chandra saat tangan Bryan menyentuh wajah dan leher Freya .
Tak butuh waktu lama , Chandra melangkah maju . Memberikan satu pukulan telak hingga membuat Bryan jatuh tersungkur.
" Sebelum kau menghabisinya , kau akan kuhabisi lebih dulu " ucap Chandra penuh penekanan.
Perkelahian pun tak bisa dihindari lagi . Saling menyerang dengan tangan kosong , bahkan keduanya berkali-kali jatuh tersungkur . Namun tak membuat mereka menyerah .
Kedua mata yang tadinya terpejam , kini mulai terbuka dengan perlahan . Tenaganya yang sudah terkuras habis membuatnya tak bisa mengeluarkan suara .
__ADS_1
Siapa ? gumam Freya disela-sela dirinya tengah berusaha membuka matanya dengan lebar .
Dalam pandangannya yang masih buram , hanya sekelebat bayangan yang dia lihat .
Suara gaduh membuat Freya berfikir pasti ada kegaduhan disini . Tapi siapa yang datang mengacau ? apakah dia datang ? pikir Freya .
" Ini balasan karena kau telah berani menyentuh wanitaku "
Setelah itu terdengar suara pukulan yang cukup keras disusul dengan suara teriakan yang cukup memilukan .
" Kau baik-baik saja ? " tanya Chandra pada Freya yang tengah mengedip-ngedipakan matanya .
Dalam hati , Freya tengah tersenyum . Rupanya dia datang untuk menyelamatkan ku , gumam Freya dalam hati .
Setelah menidurkan tubuh Freya dilantai , Chandra mengambil ponselnya dan menghubungi temannya Farhan yang merupakan dokter di salah satu rumah sakit miliknya.
" Datanglah ke apartemen ku sekarang " titah Chandra pada Farhan setelah teleponnya terhubung bahkan langsung mengakhirinya begitu saja tanpa basa basi sedikitpun .
" Cihh kalau aku orang lain pasti akan bingung kenapa disuruh datang kesana " gerutu Farhan , menatap layar ponselnya dengan kesal .
Dengan segera Farhan bersiap-siap . Tak butuh waktu lama , hanya berganti pakaian saja . Dirinya tak perlu repot-repot membawa alat-alat kesehatan maupun obat-obatan . Karena di apartemen ,Chandra, semua lengkap .
__ADS_1
Mereka saat ini sudah berada di apartemen Chandra . Tubuh Freya yang tadinya terdapat darah , sudah dibersihkan oleh pelayan wanita nya .
" Bagaimana keadaanya ? " tanya Chandra pada Farhan yang tengah memasang infus ditangan Freya .
" Istirahat yang cukup . Dia akan pulih dengan cepat " jawab Farhan seraya menatap Chandra ,yang terlihat acak-acakkan . Bahkan muka nya dipenuhi oleh lebam biru .
Bisa dirinya tebak , pasti terjadi perkelahian .
" Siapa dia ? kekasihmu . " tebak Farhan seraya tersenyum .
Chandra tak menjawab namun memberikan tatapan tajamnya pada Farhan . Nyali Farhan seketika hilang saat melihat tatapan itu .
" Lihatlah penampilanmu , aku saja risih berada di dekatmu. Bau amis dan keringat bercampur menjadi satu . uwekk " Farhan dengan mimik muka jijiknya yang seolah ingin muntah saat itu saja .
Chandra yang diejek seperti itupun bersiap melayangkan tangannya keatas , namun Farhan segera berlari menjauh dari Chandra .
Saat Farhan sudah menghilang , dirinya mencoba memastikan ucapan Farhan tadi . Mencoba mengendus tubuhnya sendiri dan berakhir meringis menahan muntah . Persis seperti yang dilakukan Farhan tadi .
" Cihh bau sekali " kesalnya
Chandra pun memilih membersihkan tubuhnya , setelah memberi selimut pada tubuh Freya .
__ADS_1
Setelah beberapa saat , Chandra keluar dari kamar mandi . Tubuhnya yang masih setengah basah , hanya memakai handuk yang menutupi pinggang sampai lututnya.
tangannya yang sibuk menggosok rambutnya yang basah sehingga tidak menyadari bahwa ada sepasang mata yang menatapnya tak berkedip .