
"enghh" erangan disertai matanya yang terpejam membuat perempuan yang duduk di pangkuannya itupun tersenyum menyeringai
...----------------...
Freya yang pulang lebih awal , karena sang bos yang belum bisa bekerja di kantor, membuatnya juga sementara tidak terlalu sibuk melakukan pekerjaan dikantor
"Dimana mas Adrian ? " gumamnya melirik jam yang ada diatas meja nakas disampingnya
" kebiasaan kalau pulang telat pasti tidak pernah mau mengabari " kesalnya , bukan apa-apa jika suaminya pulang telat . Dia yang sebagai seorang istri pasti akan khawatir jika suami pulang telat tanpa kabar apapun . Takut hal-hal buruk yang tidak diinginkan terjadi pada suaminya
" mau menelepon siapa ? nomor temannya pun aku tidak punya " dirinya hanya bisa menghela napas panjang kala tak dapat mencari informasi keberadaan sang suami dari pihak lain , sedangkan suaminya ditelepon beberapa kali tidak pernah diangkat , entah apa yang dilakukan oleh suaminya itu .
Saat waktu sudah menunjukkan pukul sebelas malam , mata yang nampak lelah itupun tak kuat lagi menahan kantuk . Sedangkan yang ditunggu nya sedari tadi tak juga pulang
" hoahh ... sudahlah nanti juga pulang sendiri " putusnya menyerah pada kantuk yang sudah mendera matanya untuk dipejamkan
" besok aku harus bangun pagi karena big bos sudah mulai masuk kantor " ucapnya seraya merebahkan badannya di kasur yang empuk itu , hingga tak perlu waktu lama matanya pun terpejam
.
.
.
__ADS_1
Di sebuah kamar yang didominasi warna hitam dan putih menandakan bahwa pemiliknya merupakan orang yang suka akan ketenangan , serta tempat yang nyaman untuk beristirahat membuat siapa saja betah berada disana
Seorang laki-laki bertubuh tegap tengah berdiri dibalkon kamarnya yang langsung menghadap taman yang terlihat indah karena dipenuhi oleh lampu-lampu disetiap sisinya . Dengan cahaya kamar remang-remang dirinya berdiri disana , entah apa yang sedang dipikirkannya dengan sebotol minuman alkohol ditangannya . Padahal dirinya baru pulang dari Rumah Sakit
drett
getar ponsel mengalihkan fokusnya , ia pun memilih beranjak dari balkon untuk mengambil ponselnya yang ia letakkan di meja nakas disamping tempat tidurnya
"Ya ada apa ?" tanya nya seraya melangkah kembali di tempat dirinya tadi berdiri menikmati sebotol alkohol ditangannya
" Saya memberi informasi bahwa nona Siska pergi bersama seorang wanita dan dua orang pria . seperti nya mereka sengaja berpasangan menuju suatu tempat " lapor seorang pria diseberang telepon
" kemana mereka akan pergi ? " tanya Chandra , walaupun mendapat informasi yang kurang mengenakkan, tapi wajahnya masih menunjukkan ketenangan , seolah ini bukan suatu hal yang membuatnya marah ataupun terkejut
" Ikuti mereka ,jangan sampai terlalu mencolok agar tidak ketahuan " titah
Chandra , lalu mengakhiri panggilan begitu saja
begitu panggilan berakhir , diminumnya sisa alkohol dengan sekali teguk . Membuatnya memejamkan mata karena merasakan sensasi asam manis dan panas serasa membakar organ dalam nya
Diremasnya ponsel yang ada ditangannya dengan kuat , bahkan urat tangannya pun sampai terlihat dengan jelas . Menandakan bahwa dirinya sedang emosi saat ini . Dirinya yang emosi sebab orang bayarannya tadi mengirimkan sebuah video , dimana sang kekasih tengah berpelukan dengan begitu mesranya bersama seorang lelaki , bahkan laki-laki tersebut sempat mencium bibir Siska cukup lama
"Sialan kau wanita murahan " umpat Chandra dengan penuh amarah . bahkan botol ditangannya pun sudah ia lempar pada tembok disamping nya hingga pecah , membuat pecahan kaca berserakan dimana-mana
__ADS_1
" Aku akan buat perhitungan untukmu . Aku sudah cukup bersabar dengan pengkhianatan yang kau lakukan padaku . Kali ini tak ada lagi kata maaf untuk wanita murahan seperti dirimu " gumamnya penuh akan dendam dan amarah
Dirinya yang selama ini selalu menuruti apa yang kekasihnya mau , bahkan keinginan menjadi seorang model terkenal pun ia wujudkan walaupun dengan berat hati ia berikan waktu itu . pikirnya , sang kekasih akan tambah sayang padanya tak kala keinginannya itu bisa ia wujudkan. Tapi ... ternyata salah, dengan menjadikannya seorang model , kekasihnya tersebut bisa leluasa bermain dibelakangnya dengan alibi pekerjaan dan ia hanya percaya saja waktu itu
.
.
.
Ke esokan paginya , dengan Freya yang sudah akan bersiap pergi kekantor , tapi dirinya masih cemas tak kala sang suami belum juga pulang dari semalam
" Aduhh mas Adrian kemana sih ? sudah lupa jalan pulang kali yak ? " kesalnya karena kini waktu sudah menunjukkan pukul tujuh pagi mengharuskan ia berangkat ke kantor sebelum terlambat
Buru-buru ia keluar dari kamar lalu menuruni anak tangga dengan langkah cepat " Mbk..." teriaknya pada pembantu baru nya . Ya seminggu yang lalu pembantu lamanya mengundurkan diri karena usia nya yang sudah tua dan pembantunya tersebut juga menyarankan agar pekerjaannya digantikan oleh seorang janda tanpa anak bernama mbk Ririn 26thn , yang merupakan tetangganya sendiri didesa , dengan alasan susah mencari pekerjaan
" Ya bu" jawab Mbk Ririn muncul dari arah dapur , dengan banyak busa sabun ditangannya , sepertinya tengah mencuci piring tadi
"Nanti tolong kabari saya kalau suami saya sudah pulang . " Padahal dirinya tidak tau sang suami akan pulang atau tidak
" Baik bu " jawab mbk Ririn disertai anggukan kepalanya
" oke .. saya berangkat dulu ya , hati-hati dirumah " ucap Freya lalu melangkah pergi keluar dari rumah
__ADS_1
Dengan mengendarai mobil pribadinya , dia akan berangkat kekantor tanpa sopir . Dia tipe orang yang mandiri , dan tidak suka akan keberadaan orang-orang asing didekatnya . Jadi sebisa mungkin ia membatasi komunikasi dengan banyak orang , Kecuali saat bekerja .