
Saat dirinya tiba dikamar tamu , dilihatnya sang suami dengan penampilan yang berantakan bahkan sepatunya pun belum terlepas dari kakinya , tapi badannya sudah ambruk diatas kasur " Apakah separah itu kau mabuk mas ? Apa yang kau lakukan semalam ? kenapa tidak mengabariku sama sekali " gumamnya dalam hati , memandang suaminya sendu tanpa berniat mendekat
Dirinya lebih memilih berjalan kearah kamar mandi untuk menyiapkan air dingin untuk suaminya itu mandi , agar badannya kembali segar , setelah dirasa cukup dirinya pun keluar dari kamar mandi dan berjalan menghampiri sang suami yang masih tertidur pulas
" Mas .. bangun yuk , mandi biar badan mas seger " ucapnya berusaha selembut mungkin , walaupun dalam hati ia kecewa terhadap sang suami karena pulang dengan kondisi mabuk , itupun tanpa sepengetahuannya . Entah ada party apa hingga membuat suaminya mabuk sampai separah ini
Tak ada respon apapun , membuat Freya memilih memutar badan Adrian yang semual tengkurap jadi terlentang , memudahkannya untuk mengganti pakaian suaminya dengan pakaian bersih
Tercium aroma parfum lain dari tubuh dan baju sang suami " seperti aroma parfum wanita ? " gumamnya menatap sang suami penuh tanya
mungkin memang ada teman wanita nya dan tak sengaja menempel pada baju suaminya . pikirnya berusaha positif thinking
Tapi saat dirinya tengah melepas kan kemeja yang suaminya pakai , tiba-tiba bibir Adrian berucap sesuatu yang membuat Freya terdiam
" enghhh kau sungguh membuatku gila clau " racau Adrian disertai lenguhan kenikmatan , bahkan tubuhnya juga ikut meliuk-liuk diatas kasur seperti cacing kepanasan
Fikss ini pasti ada sesuatu ya kan ...
Deggg .... jantungnya seakan meminta untuk berhenti ketika mendengar ucapan yang keluar dari mulut suaminya sendiri , bahkan di alam bawah sadarnya dia bisa meracau seperti itu ? Apakah dirinya bisa menghilang dibalik pintu doraemon seperti yang di tv ?
"Siapa Clau ? kenapa mas Adrian memuja nya seperti itu ? bahkan denganku saja ia jarang sekali berkata seperti itu " ujarnya dalam hati penuh luka
" Aku tidak mau berburuk sangka denganmu mas ... Tapi semua hal yang kau bawa pulang sudah membuktikan bahwa kau sudah melewati malam panjang mu dengan seseorang " isaknya mulai keluar , walaupun begitu lirih takut suaminya terganggu
Setelah selesai dengan kegiatan mengganti baju sang suami , Freya pun memilih menyingkir . Duduk dipinggiran kasur dirinya menundukkan kepalanya , membiarkan air mata keluar dengan sendiri nya , dengan bibir bergetar dirinya berusaha menahan suara isak tangisnya agar tak menimbulkan suara bising
" Aku tidak boleh menangis ..." ucapnya , walaupun air mata masih bisa lolos dengan derasnya
__ADS_1
" Itu belum tentu yang terjadi sebenarnya , aku tidak boleh berburuk sangka dengan suamiku sendiri " bangkit dari duduknya , dirinya akan kembali ke perusahaan sesuai janjinya pada sang big boss
Sebelum pergi , dipandanginya sang suami dengan datar , banyak pertanyaan di otaknya yang ingin sekali ia tanyakan. Tapi ....? dirinya tidak ingin ada keributan nantinya .
Sebelum memutuskan pergi , ia berpesan pada mbk Ririn agar membuatkan suaminya sup. Jika sudah bangun dari tidurnya nanti
" Baik bu , nanti akan saya siapkan " ucap mbk Ririn
.
.
.
Dikantor
" Belum " jawab Chandra singkat , dirinya tidak terlalu memikirkan perihal sekertaris nya itu akan kembali kekantor atau tidak
Keduanya tenggelam dengan urusan masing-masing , bahkan saat Freya datang pun mereka tak menyadarinya
" Permisi tuan , saat nya untuk berangkat meeting dengan calon investor baru kita " ucap Freya mengagetkan Dean maupun Chandra yang tengah fokus pada dokumen ditangan mereka
" Sejak kapan kau ada disini sekertaris Frey ? "tanya asisten Dean mengerutkan alisnya dalam setelah beberapa kali sempat mengelus dadanya karena kaget
" Sejak setengah jam yang lalu " jawab Freya dengan muka bingung . Kenapa dua orang didepan nya ini kaget dengan kehadirannya ? apakah ia menyeramkan ?
"ah begitu ya " jawab Dean kikuk , diliriknya Chandra yang hanya memasang wajah datar . Tak ada keramahan yang tercipta di muka laki-laki yang ada didepannya ini
__ADS_1
" Chan udah sana berangkat , sekertaris lu udah dateng tuh " ucapnya pada Chandra
"Hm .." jawab Chandra kemudian bangkit dari duduknya , membawa tas berwarna hitamnya yang berisi berkas-berkas penting dan macbook nya
Diikuti Freya yang melangkah dibelakang Chandra . Setelah tadi sempat berpamitan pada asisten Dean
Keduanya memasuki mobil menuju tempat yang sudah diatur sebelumnya .
Keheningan membuat mereka sibuk pada pemikiran masing-masing . Freya yang tengah memikirkan sang suami yang tengah mabuk . Sedangkan Chandra .... entahlah apa yang dipikirkan pemuda tampan itu
Berjalan memasuki restoran yang tergolong mewah , Freya memilih memimpin jalan karena dirinya akan mengurus ruangan yang digunakan untuk pertemuan penting anatar perusahaan besar
" emm Reservasi ruangan atas nama Freya Allesia " ucap Freya pada pegawai yang ada dimeja resepsionis atau kasir
" Ruangan VIP nomor 3 nona " jawab pelayan tersebut tersenyum ramah
" Terimakasih " Dirinya pun lantas menghampiri Chandra yang tengah menunggu di meja dekat Kasir tersebut
" Mari tuan " ucapnya pada Chandra yang tengah sibuk memperhatikan suasana sekitar
Chandra tersentak kaget kala Freya datang padanya . Dirinya yang asik melamun membuatnya kurang fokus untuk saat ini . Padahal setelah ini mereka akan mengadakan pertemuan penting dengan salah satu calon investor di perusahaannya
Diperhatikannya wajah Chandra yang terlihat seperti orang yang tengah putus asa " Tuan ada masalah kah ? " tanya Freya memastikan keadaan tuannya tersebut
" Tidak ada " jawab Chandra dingin , sedangkan Freya hanya manggut-manggut saja
...HAPPY READING ...
__ADS_1