
Freya mendadak diam . Tadinya dia ingin sekali tersenyum lalu memeluk tubuh laki-laki yang sudah menolongnya . Namun , semuanya berubah saat matanya melihat sesuatu yang nampak luar biasa . Bolehkah aku menyentuhnya ? gumamnya dengan mata berkedip lucu beberapa kali
" Kau sudah sadar ? " tanya Chandra , yang langsung duduk menghampiri Freya .
Tangannya menangkup wajah lemah itu , lega rasanya saat tahu wanitanya baik-baik saja . walaupun banyak luka di sekujur tubuhnya , tapi itu lebih baik daripada dia kehilangan wanita yang ia cinta untuk selamanya .
" hm " gumam Freya . matanya berkaca-kaca saat bersitatap dengan mata Chandra, mata yang menatapnya penuh cinta dan khawatir .
" Maafkan aku karena terlambat menyelamatkan mu " lirih Chandra penuh penyesalan .
Freya tersenyum , ini bukan saat nya menyesal . Justru seharusnya aku yang berterima kasih padanya karena telah menyelamatkan ku . Aku tidak bisa membayangkan nya kalau saja dia tidak datang dengan cepat saat itu .
Baru beberapa jam disitu saja aku sudah mendapatkan luka sebanyak ini " batinnya miris
" Terima kasih " lirih Freya dengan tersenyum . Air matanya mengalir begitu saja tanpa pertahanan .
Chandra hanya diam ,dirinya tau pasti Freya tengah ketakutan saat ini . Semoga saja Freya tidak trauma akan hal itu .
" Shuttt tidak perlu menangis oke . Saat ini sudah ada aku yang akan menjagamu " ucap Chandra seraya menyeka air mata Freya dengan jarinya .
Cupp ... Sebuah kecupan hangat mendarat di kening Freya .
" Tidurlah kau pasti lelah dan sakit " Chandra beranjak berdiri , lalu menidurkan kembali tubuh Freya agar bisa tidur dengan nyaman .
" sekali lagi maafkan aku .... cupp " sebuah kecupan kasih sayang Chandra berikan kepada Freya .
__ADS_1
Chandra melangkah menuju lemari pakaiannya . Sedari tadi dia hanya menggunakan handuk , dirinya terlalu senang saat Freya sudah sadar hingga melupakan pakaiannya .
•
•
•
" Bos ? " panggil asisten Dean.
Mereka saat ini tengah berada diruang kerja milik Chandra yang ada di apartemen. Keduanya tengah membahas masalah pekerjaan dan tentunya masalah penculikan Freya kemarin .
" hem ? " gumam Chandra tanpa menoleh sedikitpun . Matanya tengah fokus menatap laptop nya .
" Bagaimana keadaan Freya ? apakah lukanya sudah membaik ? " tanya Dean yang nampak penasaran akan kondisi temannya itu .
Jadi mundur dan sadar diri adalah pilihan yang tepat . Dipandang dari segi manapun dirinya kalah telak .
" Kenapa kau mengkhawatirkannya ? " selidik Chandra seraya memicingkan matanya kearah Dean .
Chandra tak suka jika ada pria lain yang mengkhawatirkan wanita nya , sekalipun itu asistennya sendiri.
Merinding , tentu saja. Ditatap seperti itu membuat nyali Dean menciut . Padahal niatnya bertanya karena memang perduli sebagai keluarga bukan maksud yang lain .
" Karena aku peduli " jawab Dean lirih
__ADS_1
" Cihhh dia tidak butuh peduli mu " Jawab Chandra seraya memberikan tatapan mematikan untuk Dean , asistennya .
•
•
•
Sedangkan Freya masih berada didalam kamarnya dengan seorang perawat yang membantu merawatnya . Chandra bisa saja merawat Freya dengan sepenuh hati , namun karena tuntutan pekerjaan membuatnya sedikit kewalahan .
" Apakah lukanya sudah mulai mengering ? " tanya Freya saat perawat tersebut tengah mengelap tubuhnya dengan perlahan , itupun masih terasa sakit saat tak sengaja mengenai lukanya .
" Sepertinya membutuhkan waktu lama untuk mengering dengan total nona . " jawa perawat bernama mely
Freya bisa berjalan seperti biasa , hanya saja belum bisa membungkuk dan melakukan hal-hal berat lainnya . Lukanya akan terbuka lagi jika tak sengaja Freya melakukan gerak yang berlebihan. Pernah hari itu terjadi hingga membuat nya mendapat omelan dari Chandra .
" Kenapa keluar dari kamar heumm ? " tanya Chandra saat tak sengaja melihat Freya berada di dapur . Dirinya baru keluar dari ruang kerja .
" Aku lapar " jawab Freya , matanya melirik bahan-bahan masakan yang ada didalam kulkas nya.
Hai para pembaca 😁
Terima kasih sudah mampir kesini 😘
Biar author semangat upload , kalian juga harus semangat ngasih dukungan buat author .
__ADS_1
Jangan pelih hadianya ya