
Keduanya tengah terdiam didalam sana , baik Freya maupun Chandra hanya saling menatap dengan benak mereka masing-masing
Freya bingung ingin mengatakan apa ? apakah ia harus mengumpat bosnya karena sudah lancang mencium nya ? Tapi ia juga ikut menikmatinya tadi
" Dasar bodoh. Kau sudah menjatuhkan harga dirimu Freya ! " kesal Freya dalam hati , ia menunduk dengan kekesalan dihatinya, bahkan ia tak berani mengangkat kepalanya karena takut Chandra melihat ekspresi mukanya yang tengah kesal bercampur malu .
" Ehem ! ... Maaf " ucap Chandra , setelah ia terdiam sejak ciuman keduanya usai . Banyak hal yang ia pikirkan setelah kejadian beberapa menit lalu . Jantungnya bahkan berdebar kencang saat ini . Ia takut sekertarisnya itu marah karena ia lancang mencium bibirnya .
Freya akhirnya berani mendongak saat Chandra membuka suara terlebih dahulu " Ya " jawab Freya dengan mengangguk
" Aku harap ini yang terakhir kau melakukan kesalahan " lanjut Freya dengan mimik muka serius . Ia tak main-main dengan ucapannya
Perkiraan nya bahwa Freya tak marah adalah salah besar , nyatanya kalimat peringatan keluar dari bibir yang ia cium tadi . Ya , hal yang wajar kalau Freya marah padanya . Dirinya bukanlah siapa-siapa bagi Freya tapi dengan berani nya ia malah mencium tanpa permisi kepada pemilik bibir itu .
" Aku pergi dulu " ucap Freya menunduk hormat lalu pergi dari hadapan Chandra .
Ia tak tahu apa yang sedang laki-laki itu pikirkan hingga membuatnya diam sejak tadi .
Terdengar pintu tertutup hingga menyadarkan Chandra dari lamunannya " Arghh dasar bodoh " umpat Chandra pada dirinya sendiri . Kesal karena tak bisa menahan keinginannya tadi . Akibat kejadian tadi pasti akan ada perubahan sikap Freya kepada dirinya . Entah itu cuek , menghindar atau bahkan bersikap seolah tak terjadi apa-apa.
" Huhh " terdengar helaan napas kasar keluar dari mulut Freya saat ia tengah terduduk disofa kamarnya .
__ADS_1
Otaknya memutar kejadian beberapa menit yang lalu yang membuatnya mendadak pusing tujuh keliling . Apakah masalah baru akan muncul di hidupnya ?
" Aishhh kenapa nasib buruk berpihak padaku tuhan ? " gumam Freya memejamkan matanya seraya bersandar pada punggung sofa
Masalah dengan suamiku saja belum selesai , tapi kenapa ini ada lagi ? Beberapa pertanyaan muncul diotaknya , kenapa bosnya tadi sampai menciumnya ? apakah ia tergoda oleh pesona ku atau karena ingin menguji kesetiaan ku kepada suamiku ?
" Ahhh sial , Apakah hidupku memang ditakdirkan hancur ditangan seorang laki-laki ? " monolognya dengan ekspresi menyedihkan , seolah ia tengah menertawakan hidupnya sendiri dengan tragis .
*
*
" Ahh hari yang melelahkan " ucap Freya yang tengah bersandar pada kursi kerjanya setelah menutup laptop yang seharian ini menemaninya bekerja .
Setelah melihat jam , ternyata masih pukul tujuh malam . Jadi ia berniat untuk keliling sebentar di kota ini
" Udara yang cukup segar " gumam Freya dengan mata terpejam saat menikmati semilir angin yang bertiup disekitar wajahnya . Ia tengah berada di danau buatan yang ada di taman yang hanya berjarak beberapa kilo dari kantornya .
Apa tujuannya hidup kali ini ? Rumah tangga yang selalu dielu-elukannya kini sudah hancur berantakan hanya karena orang ketiga . memikirkannya saja sudah membuatku muak . Dikecewakan , di jatuhkan dan dikhianati adalah hal yang paling ampuh membuat manusia hancur secara perlahan . Entah itu mental mereka terganggu , pola pikir mereka yang berubah ataupun sikap mereka berbalik 180° . Bahkan dampak buruknya adalah semua orang yang tidak terlibat dalam membuatnya hancur harus terkena imbas dari semua perubahan-perubahan itu .
Mereka (korban) yang ceria saat bertemu dengan mu (dulu ) dan sekarang , orang lain yang menikmati diamnya karena ulahmu . Terkesan tidak adil . Namun , itulah tembok yang mereka bangun untuk melindungi diri mereka dari orang-orang yang hadir hanya untuk membuatnya hancur .
__ADS_1
Perlahan kubuka mataku , menatap kedepan seolah meramalkan hidupku dihari-hari selanjutnya . Hari ini aku bisa melewatinya dengan cukup baik , tapi apakah aku bisa melakukannya untuk esok ? Apakah ada yang bisa membuatku yakin bahwa besok hariku jauh lebih baik dari hari ini ? atau bahkan lebih buruk dari hari ini ?
Ia kembali teringat saat melihat senyum terbit dibibir suaminya , senyum yang selama ini membuatnya bahagia saat melihatnya . Ia begitu menaruh harapan besar disaat saat senyum itu muncul dengan wajah bahagia .
" Aku akan tetap bahagia dengan senyuman yang terus terbit dibibirnya " ucapnya dalam hati
Sejak saat itu dirinya akan selalu berusaha membuat suaminya selalu tersenyum . Karena menurutnya itu suatu hal yang menyenangkan bisa membuat orang yang kita sayang tersenyum dengan kita sebagai alasan ia tersenyum . Tanpa perduli bahwa diri kita sendiri sudah lemah dan tak mampu lagi mewujudkannya .
Drettt Drettt ... getar telepon membuyarkan lamunannya
" Halo " jawab Freya
" Kau dimana ? bukankah jam kerja sudah selesai sejak tadi ? " omel Chandra begitu telepon nya diangkat oleh Freya .
" Baiklah aku akan segera kembali " jawab Freya singkat lalu mengakhiri panggilan tanpa permisi .
" Hahh aku ingin menghilang saja rasanya " gumam Freya dengan langkah gontai ia pergi dari danau tersebut
Selamat membaca **😇😇*****❤️
Apakah kalian terhibur dengan ceritanya ? Author suka gak pede dengan cerita yang author buat . Takut yang baca pada gak senang 🥺***
__ADS_1