
Freya sudah tiba dikota B , dimana perusahaan yang akan dievaluasi berada .
Matanya menatap sinis laki-laki yang berjalan disampingnya . Langkahnya yang angkuh tapi mampu membuat semua yang melihatnya terhipnotis .
" Kira-kira apa yang membuatnya mau melakukan perjalan bisnis kali ini ? bukankah sebelumnya ia tidak pernah mau melakukan kunjungan ke anak perusahaan ? " pikirnya dalam hati . Pasalnya ia baru dengar desas desus itu kemarin setelah kabar tersebarnya sang presdir mau mengunjungi anak perusahaan untuk pertama kalinya
Banyak karyawan lama yang heran , padahal menurutku itu hal wajar yang dilakukan seorang pemimpin pada perusahaan mereka.
*
*
Mereka baru saja tiba di bandara dan setelah ini akan menuju hotel dimana mereka tinggal selama beberapa hari disini .
Krukk Krukk " Perutku bergetar " gumam Freya dengan muka mendadak kaku tanpa ekspresi . Perlahan matanya melirik laki-laki yang tengah duduk disampingnya ,hanya ingin memastikan sesuatu
Saat mataku melihatnya, diwaktu yang bersamaan Chandra juga tengah melihat ku dengan pandangan sedikit bingung
" Kau lapar ?" tanya Chandra membuatku meringis malu .
" emm sedikit " jawab Freya tersenyum canggung
" Pak kita cari restoran terdekat " ucap Chandra yang di angguki oleh sopir kantor yang bertugas mengantar kami kemana pun kami pergi selama disini
Freya tak menyela saat bosnya memutuskan mencari restoran terdekat . Padahal bisa saja mereka makan di restoran hotel yang akan mereka tempati . Terkadang , perkataan dan perilakunya dalam bertindak seolah menunjukkan betapa pedulinya dia padaku .
Kami hanya sekertaris dan bos dikantor , tak sewajarnya dia memperlakukan ku seperti itu .
Mobil yang membawa kami akhirnya sampai disebuah restoran yang sepertinya sudah dekat dengan lokasi hotel menginap kami " Kenapa tidak makan di hotel saja ?" tanyaku saat kami tengah menunggu pesanan
Rasanya canggung jika hanya berdiam diri seperti ini " Makan saja , tidak usah banyak tanya " jawab Chandra dengan muka dinginnya sedangkan Freya hanya mencebik kesal
Dering telepon terdengar dari ponsel Freya " Kenapa lagi dia ?" gumamnya kesal . Ingatannya masih berputar tentang kejadian dimana ia dan suaminya bertengkar hebat hari itu . Bahkan kata-kata yang keramat pun keluar dari mulut suaminya
*
*
__ADS_1
" Terima kasih " ucap Freya saat keduanya kembali melanjutkan perjalanan menuju hotel
" Hanya itu ? " tanya Chandra
" ya terimakasih atas makanannya " jawab Freya mendadak gagu. Seketika rasa takut menyerangnya , apakah ia melakukan kesalahan ? tapi apa ?
" Kau hutang Maaf padaku sekertaris Freya " ucap Chandra dengan muka malasnya
" Aku ? ( ucapnya dengan menunjuk dirinya sendiri ) kapan dan kenapa saya bisa berhutang maaf dengan Tuan ? " tanya Freya bingung . Pasalnya ia sama sekali tidak merasa melakukan kesalahan , tapi kenapa bosnya seakan menyuruhnya untuk minta maaf
" Kau tidak tau kesalahanmu ?" tanya Chandra bertambah kesal dan sekaligus bingung . Bukankah itu kesalahan fatal tapi sekertarisnya ini tidak menganggap itu sebuah kesalahan besar
Freya hanya menggeleng samar " Kau tidak ingat apa yang terjadi dikantor waktu kau berkata ingin membantu mengobati luka ku ? " tanya Chandra menatap Freya dengan serius
" emm mengobati luka ? " gumam Freya lirih berusaha mengingat kejadian yang di bicarakan bosnya
" ahh ya saya ingat " ucap Freya kemudian membuat Chandra seketika tersenyum puas seolah ia bisa membuat sekertarisnya ini merasa menyesal telah melakukan kesalahan tersebut
" Tapi disitu Tuan yang salah , kan saya sudah menawarkan diri untuk membantu mengobati luka Tuan . Lagian saya jatuh juga karena Tuan tarik saya kan " jelas Freya kemudian . Kala mengingat kejadian itu membuat Freya menjadi kesal
" Kau yang bodoh , tidak bisa menempatkan tanganmu di tempat yang benar " ucap Chandra penuh dengan penekanan
" Kau tidak ingat apa yang kau sentuh ketika jatuh menimpa tubuhku ? " tanya Chandra lagi . ia masih dibuat penasaran sekaligus gemas dengan tingkah bodoh sekertarisnya ini . Pantas saja suaminya selingkuh , orang istrinya aja modelan kayak gini
Freya refleks mencoba menajamkan ingatannya , memutar ulang kembali kaset di otak nya . Namun seketika ia mendapat ide cemerlang " ekhem bukankah tuan ingin aku segera mengingatnya ? " tanya Freya mendapat anggukan pelan dari Chandra
" Kalau begitu bantu aku mengingatnya dengan meminjamkan tubuhmu sebagai praktek agar aku dengan cepat mengingat kejadian saat itu " jawab Freya dengan tersenyum polos . Seolah ia tidak tau ada kejadian apa dibalik kata maaf yang dimaksud Chandra
Chandra hanya melongo dibuatnya , meminjam tubuhnya ? bukankah itu terlalu ekstrem . Hanya membayangkannya saja Chandra sudah merinding " Cihh kau mau mencari kesempatan dalam kesempitan ya ? Kau mengatai asisten ku mesum , tapi lihatlah ternyata dirimu lebih mesum nona "
" Kalau begitu simpan saja harapan kata maaf keluar dari mulutku " ucap Freya kesal
" Terserah " jawab Chandra yang juga ikut kesal
Saat sampai di hotel pun keduanya tak berkata apapun , langsung masuk kekamar masing-masing dan istirahat karena besok mereka akan disibukkan dengan pekerjaan dikantor
*
__ADS_1
*
HOTEL SleepDream's
Kamar Freya
Setelah menyusun baju-bajunya kedalam lemari pakaian , Freya memutuskan untuk membersihkan badannya setelah itu istirahat .
Saat ia merebahkan badannya ditempat tidur , tiba-tiba ia terpikirkan oleh ucapan bosnya soal kejadian waktu itu hingga membuatnya harus meminta maaf
" Tapi apa ya ? " gumamnya " Kan tangan kananku memegang dadanya lalu badan ku hanya setengah yang menimpa tubuhnya dan tangan aku yang kiri ....? " gumamnya terhenti dengan ekspresi kaget
" Aaa dasar tangan sialan " teriaknya kesal dengan tangan ia tampik seolah dengan memberi hukuman karena menyentuh sesuatu yang bukan miliknya
" Aaa aku malu, aku malu " gumamnya kesal setengah mati bahkan mukanya sudah memerah karena malu . Pantas saja saat itu bosnya tidak mau menerima bantuannya , ternyata yang sakit bagian itunya
Saat sedang meresapi rasa malunya , ponsel yang ia letakkan disamping nya jtu berdering " Wah kenapa dia meneleponku ? " teriak Freya bertambah histeris. Nama Big Boss tertera diponselnya . Harus bicara apa dia jika bosnya itu menagihnya
"huhh tenang , berperilaku lah seolah kau tidak mengingat apapun oke " gumam Freya sebelum pada akhirnya mengangkat panggilan tersebut
" Ya halo tuan ?" ucap Freya diseberang telepon
" Datanglah ke kamarku , susun bajuku karena aku sedang malas " ucap Chandra memberi perintah
" eh tunggu dulu " jawab Freya berusaha menyela
" Tidak ada penolakan , karena tugas sekertaris adalah melayani tuannya sesuai perintah sang tuan " ucap Chandra telak membuat Freya mati kutu
" Bahkan jika aku memintamu bertanggung jawab atas kesalahan mu waktu itu . Ya walaupun kau tak mengingatnya aku akan membuatmu mengingatnya dengan meminjamkan tubuhku sebagai peraga ulang sesuai yang kau inginkan " ucap Chandra yang tengah terkekeh geli diseberang telepon . Entah kenapa ia ingin menggoda sekertarisnya itu
Freya sudah panas dingin dibuatnya , bagaimana kalau bosnya benar-benar meminta pertanggung jawabannya ?
" Cepatlah karena aku sudah mengantuk " ucap Chandra dengan berakhirnya sambungan telepon
......HAPPY READING......
Buat yang suka baca cerita ini , jangan lupa like coment dan hadiahnya ya . kalau kalian makin rajin ngasih dukungan , aku juga makin semangat buat update nya ❤️❤️❤️😇😇💪
__ADS_1