
" Terima kasih " ucap Freya saat mobil yang ia kendarai bersama bosnya sudah sampai didepan gerbang rumahnya .
" Tunggu dulu " cegah Chandra , membuat Freya menoleh kearahnya .
" Kalau kau butuh bantuan jangan sungkan untuk mengatakannya padaku " matanya menatap tulus wanita didepannya .
Justru pandangan itu diartikan lain oleh Freya . Ia menganggap bahwa bosnya itu menawarkan bantuan karena suatu tujuan .
" aaa aku bersungguh-sungguh ingin membantumu . Tidak ada maksud lain " ucap Chandra seraya mengangkat dua jarinya seraya menampilkan muka imut .
pufftt ... Seketika Freya tidak bisa menahan tawanya saat melihat muka menggemaskan itu muncul pada diri bosnya .
"haha ingin sekali aku tertawa tadi , tapi aku masih punya etika untuk tidak menertawakan bosku sendiri " batin Freya
Chandra langsung kembali ke posisi duduknya semula . mengubah ekspresi wajahnya datar dan duduk dengan tegak
" ehem ehem " canggung , itulah yang Chandra rasakan saat ini .
" Oke oke aku tidak akan sungkan untuk meminta bantuan mu suatu saat nanti " ucap Freya dengan tersenyum.
" Bolehkah aku pergi sekarang ? " tanya Freya
" aaaa silahkan " jawab Chandra tersenyum canggung dibalas dengan Freya tersenyum juga sebelum turun dari mobil
Wajah memerah Chandra membuat Freya masih ingin dibuat tertawa.
•
•
Malam harinya Freya tengah bersantai di sofa depan televisi , seraya memainkan ponselnya .
"Apa ini ? " teriak Adrian seraya melempar map coklat dihadapan Freya yang tengah duduk diruang Tv .
Freya sendiri juga tidak tau jika suaminya akan pulang hari ini , biasanya laki-laki itu lebih suka bermalam bersama selingkuhan nya diluar sana .
Freya mendengus kesal lalu mendongak , matanya menatap nyalang suaminya yang tengah marah dengan mata yang hampir keluar dari tempatnya .
__ADS_1
map yang dilempar suaminya tadi ia ambil dan di buka nya . Setelah membaca bait pertama , dirinya justru tersenyum puas . Tandanya semua berjalan sesuai rencana .
" Kenapa ? Bukankah ini yang kamu mau ? " tanya nya seraya memasukkan kembali surat itu kedalam map nya .
Freya tidak perduli dengan Adrian yang tengah emosi , mungkin karena mendapat surat cerai darinya .
" Dasar ****** " Plak
Freya meringis dengan tangan memegangi pipinya . Panas , perih dan nyeri ia rasakan diarea pipi .
" Kamu kira aku buta hah ? Aku tau kalo bos kamu itu suka sama kamu . Bahkan kamu juga meresponnya , kalian sering makan di restoran berdua tanpa sepengetahuanku . "
Adrian benar-benar menggelap , entah alasannya marah kali ini karena apa ? . Cemburu ? bukankah itu terdengar lucu , untuk apa cemburu kalau dirinya saja sudah berselingkuh dengan wanita lain .
" Kamu bertingkah sok suci dengan cara menghakimi aku karena aku berselingkuh . Hingga membuatmu lupa untuk berkaca atas dirimu sendiri " Geram Freya
Freya berdiri , menatap muka Adrian dengan sengit
" Aku tidak menuntut atas apapun padamu . Jangan membuat semuanya menjadi rumit , kau cukup menandatangani surat itu . "
Setelah itu Freya berjalan pergi memasuki kamar tamu , dirinya terlalu malas bertemu dengan suaminya . setelahnya Freya langsung mengunci pintunya dengan kesal .
" Arghhh " teriak Adrian seraya menyugar rambutnya kasar . Adrian marah , kenapa semuanya jadi begini ? . setitik sesal hinggap dihatinya .
•
•
•
•
Freya tengah menaiki mobilnya menuju perusahaan . Pagi ini dirinya sudah bisa tersenyum . Rasanya setitik beban yang selama ini hinggap di bahunya perlahan menghilang .
Saat ia turun dari mobil , tak lama mobil bosnya juga melintas didepannya.
" Selamat pagi tuan " sapa Freya menunduk hormat
__ADS_1
" hem pagi juga " jawab Chandra
Mereka bertiga akhirnya berjalan beriringan menuju ruangan sang tuan . Chandra yang berada ditengah memimpin jalan . Sedangkan Freya dan asisten Dean berada disamping kiri dan kanan bosnya .
" Apakah hari ini kau ada janji ? " tanya asisten Dean pada Freya yang diam sedari tadi .
Saat ini mereka tengah menaiki lift.
Freya menoleh " Tidak ada " jawab Freya menggeleng samar
" aha kebetulan sekali , apakah kau mau bergabung dengan grup karyawan kantor ? kalau mau kau bisa hadir acara nanti malam . Kami berniat untuk berkumpul itung-itung refreshing" dengan semangat Dean menawarkan kesenangan tersebut kepada Freya .
Selain cantik Freya juga tipe wanita yang ramah dan mudah dekat dengan siapapun , pikirnya sangat nyaman untuk diajak berteman .
" Boleh , aku akan mengabari mu lagi nanti " jawab Freya seraya tersenyum , membuat Dean kegirangan .
Sedangkan manusia satu lagi merasa tidak senang dengan obrolan kedua pegawainya itu .
" Apa-apaan mereka ini ? seperti anak kecil saja " Chandra mengoceh dalam hati .
matanya hanya melirik kesal , dirinya merasa terabaikan karena tak diajak masuk dalam obrolan mereka berdua .
" Apakah mereka pikir aku ini batu hah ? " batin Chandra , hatinya semakin dongkol saat melihat kedua pegawainya itu tertawa riang .
Saat tengah melangkah melewati lorong menuju ruangan , tiba-tiba Freya menerima telepon yang membuatnya berhenti melangkah begitupun dua pria yang berjalan bersamanya tadi.
" Ya halo " jawab Freya saat ia sudah berjalan sedikit menjauh dari dua pria tadi . Karena ia merasa obrolannya saat ini sedikit sensitif untuk didengar orang lain .
" Adrian menolak surat gugatan cerai darimu , bahkan ia juga membawa beberapa foto saat kau bersama laki-laki lain disebuah club hingga menimbulkan masalah baru " jelas bapak pengacara melalui via telepon
Freya hanya mengumpat dalam hati saat mendengar penjelasan bapak pengacara tersebut .
" Emm apakah bukti yang kita punya masih kurang ? " tanya Freya mengenai bukti-bukti perselingkuhan Adrian yang memang sudah lama terjalin.
" Awalnya bukti kita cukup kuat , namun karena dia dengan tiba-tiba membawa foto dirimu dengan laki-laki tersebut , semuanya menjadi rumit. Apalagi status pria yang bersamamu bukanlah laki-laki biasa "
Hai....Hai ......
__ADS_1
I BACK AGAIN ❤️😂🙏
Maaf ya udah lama gk update , pasti udah banyak yg lupa sama cerita ini , sekali lagi maaf karena gk rajin nulis🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏👍🏻🙏🙏👍🏻👍🏻🙏🙏🙏👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻 ❤️❤️❤️