
Pagi ini suasana kantor RESTAMA'corps , lebih tepatnya ruangan Presdir mendadak hening . Baik Freya maupun Chandra tak ada yang bertegur sapa seperti hari hari kemarin . Lebih tepatnya Freya, menghindar dari Chandra sejak mereka pulang dari kota B .
Saat ini Freya tengah makan bersama karyawan lain di kantin yang telah disediakan kantor . Suasana ramai karena saat ini sedang jam istirahat sehingga banyak karyawan mengisi perut kosong mereka disini
" hei aku jarang sekali melihatmu makan disini " tanya Fena salah satu karyawan yang bekerja di RESTAMA'corps
Freya yang semula makan pun terdiam " Ahh aku memang jarang sekali makan disini . Biasanya aku makan di restoran depan " jawab Freya seraya tersenyum
Yang lain hanya mengangguk saat Freya memberi jawaban dari rasa penasaran mereka, pantas saja jika jarang terlihat . Pasalnya Freya merupakan sekertaris pribadi Presdir mereka diperusahaan ini . Dan yang menjadi perhatian karyawan lain adalah dengan posisi setinggi itu mau makan di kantin yang penuh dan sesak ini .
" Aa ya , kalau begitu silahkan menikmati makanan anda nona " jawab Fena seraya tersenyum begitupun Freya
Akhirnya mereka melanjutkan makan siang dengan diam , selain waktu yang singkat, suasana yang cukup bising membuat mereka memilih pergi seusai makan .
Saat Freya tengah menunggu didepan pintu lif , dari arah belakang Chandra dan asisten Dean muncul menuju kearahnya .
" ehem" dehem Chandra setibanya ia disamping Freya yang tengah menunggu lif terbuka
__ADS_1
Freya hanya melirik lalu menunduk sebentar , setelahnya ia kembali fokus menatap kedepan , tak mengucapkan sepatah kata apapun , pikirnya jika bukan masalah pekerjaan berarti itu tidaklah penting
" Apakah salahku terlalu fatal hingga membuatnya tak mau bicara dengan ku ? " tanya Chandra dalam hati saat Freya tetap pada pendirian nya , Diam !
tingg pintu lif terbuka , Freya bergegas masuk kedalam lif tanpa melihat siapa yang ada disamping nya . Chandra hanya melihat tanpa mau berkomentar apapun .
" Bagaimana makan siangmu nona ? " tanya Asisten Dean , saat mereka bertiga tengah berada didalam lif .
Freya menoleh kearah asisten Dean dengan muka datar " Cukup baik " jawab Freya seraya tersenyum
" Aaa apakah hari ini kau pergi ke kantin kantor ? Bagaimana suasana nya ? apakah menyenangkan ? " tanya Dean beruntun .
Chandra hampir saja meledakkan tawanya kala mendengar jawaban Freya yang cukup telak untuk membuat asisten Dean diam . Setidaknya ia mendapat hiburan ditengah suasana hatinya yang sedang tidak baik-baik saja .
" Aaa kalau begitu bagaimana kalau nona Freya yang cantik jelita ini menemani asisten Deandra pergi kesana ? " tanya Dean seraya menaik turunkan alisnya , meminta persetujuan wanita cantik disampingnya yang tengah menatapnya tajam .
" Kau belum pernah ditampar wanita cantik jelita seperti ku kan ? Mau mencobanya ? Gratis ! " tanya Freya seraya tersenyum penuh arti .
__ADS_1
" Tidak , terimakasih " jawab Dean cepat , bahkan ia refleks mundur beberapa langkah menjauh dari Freya .
Freya hanya tersenyum melihat reaksi asisten Dean yang menurutnya aneh .
Saat asisten Dean menyadari sesuatu telah terjadi , mereka mendadak saling mendiamkan sejak pulang dari kota B beberapa hari yang lalu . Apakah terjadi sesuatu disana ? batinnya bertanya-tanya .
" Bagaimana dengan laki-laki di sampingku ini nona ? mungkin ia tertarik untuk ditampar wanita cantik jelita sepertimu ? " tanya Dean seraya tersenyum penuh arti , ia akan melihat bagaimana reaksi keduanya saat ia berbicara seperti itu .
Freya secara otomatis menoleh kearah Chandra yang berdiri disamping Asisten Dean , begitupun Chandra yang juga menoleh kearah Freya.
Bahkan mereka masih saja saling menatap tanpa berniat mengucapkan sepatah kata pun , membuat suasana menjadi canggung . Terutama untuk asisten Dean , bingung karena tidak mengetahui apapun yang terjadi diantara bos nya dengan Freya .
" Jawaban apa yang harus aku berikan ? Bukankah ia sudah cukup mengerti dengan kondisi ku yang sudah memiliki suami ? Lantas kenapa dia masih menunggu jawaban yang hanya akan membuat keadaan semakin rumit ? " monolog Freya dalam hati , *ia masih ingat betapa gigihnya Chandra saat memilih untuk menunggu jawaban darinya .
" Bahkan sudah beberapa hari sejak aku memilih untuk menunggu , belum ada jawaban satupun yang keluar dari mulutnya " gumam Chandra dalam hati* .
Mata keduanya terkunci dalam kebisingan dihati mereka masing-masing , tak ada suara yang terdengar dalam gema lif tersebut . Namun , hati dan benak keduanya dipenuhi akan pertanyaan-pertanyaan , langkah apa yang akan mereka lakukan selanjutnya.
__ADS_1
Berhenti atau melangkah lebih jauh lagi tentunya dengan segala rintangan yang pasti akan terjadi dan menemani segala keputusan yang akan mereka ambil nantinya .
Selamat membaca ... 😁😁