
Sore harinya , Freya , hanya berdiam diri di meja kerjanya . Karyawan yang lain sudah pulang beberapa menit yang lalu , namun ia masih ingin duduk dikursinya .
" Apa yang harus kulakukan sekarang ? " gumamnya menatap lorong lantai dengan pandangan kosong.l
Adrian , suaminya tipe laki-laki yang ambisius dengan keinginannya , apapun rintangannya akan dia lewati demi mendapatkan yang diinginkan.
" Haruskah aku meminta bantuannya ? " gumamnya lagi dengan menghembuskan napas pelan .
Pintu ruangan CEO masih tertutup rapat , pertanda penghuninya masih berada didalam .
"Sepertinya mustahil" Freya menggeleng pelan . ia letakkan kepalanya diatas meja dengan mata terpejam.
ehem....
" Kenapa belum pulang ? " tanya Chandra yang tengah menatap Freya datar .
Kenapa laki-laki ini masih ada disini ? Freya bertanya-tanya dalam hati. dirinya masih belum menyahut pertanyaan bosnya . Entahlah pikirannya sedang kacau hingga membuatnya diam seribu bahasa .
" hey aku bertanya padamu ? " sentak Chandra
" ahhh maaf " jawab Freya , tersenyum canggung .
Freya pun berdiri dari duduknya, menatap laki-laki didepannya dengan hati berkecamuk . Lagi dan lagi dia bimbang .
Haruskah aku menerima tawaran bantuannya ? Aku percaya semua akan menjadi mudah jika dia ikut campur . Tapi... aku tidak ingin terlihat buruk dimata mas Adrian. Aku masih menjadi istrinya , aku harus menjaga harga dirinya sebagai suamiku .
Aku tidak mau dia dipandang sebelah mata oleh orang lain karena gagal mendidik dan menjaga ku hingga membuat ku berselingkuh dengan laki-laki lain . terlepas dari dia berselingkuh dariku , itu bukan kuasaku untuk menghakiminya .
Aku hanya ingin menjaga kewarasanku agar tetap utuh . batin Freya berkecamuk
" Ada apa denganmu ? Kau punya masalah ? " tanya Chandra penasaran . Sedari tadi diajak bicara hanya haheho saja .
" Apakah dia sedang berbicara menggunakan telepati nya " gumam Chandra tiba-tiba merinding .
__ADS_1
" Aku baik-baik saja " jawab Freya seraya tersenyum .
" Kau tampak aneh " ucap Chandra datar
" Aku ? mungkin hanya perasaan tuan saja " jawab Freya lagi-lagi tersenyum
" hem baguslah kalau kau baik-baik saja " sahut Chandra mengiyakan .
Keduanya berjalan beriringan melewati lorong lantai menuju lift yang akan membawa mereka turun kelantai bawah .
" emm boleh aku bertanya ? " Freya menoleh kesamping dimana bosnya tengah berjalan dengan tegap . Terlihat semakin tampan dan berkharisma
" Jalan saja sudah membuatku meleleh apalagi kalau ...... ? aishh jangan membayangkan yang iya iya Freya " batinnya seraya mengibaskan tangannya didepan muka . seolah mengusir pikiran jahat yang ada dikepalanya .
" hem " jawab chandra
" Hem ? " beo Freya dengan muka bingung .
" huhh kau ingin bertanya apa ? " dengan kesabaran ekstra nya Chandra berbicara lembut . Entah kenapa sekretarisnya hari ini sedikit lemot ketika diajak bicara .
" ohhh ... Soal pesta yang dibicarakan asisten Dean . Apakah itu sudah menjadi kegiatan rutin pegawai kantor ? "
Mendengarnya saja membuat Chandra kesal . Awalnya dia biasa-biasa saja ketika kantor mengadakan party , namun sekarang kondisinya sudah berbeda. Ada wanita yang sangat ia cintai akan ikut acara tersebut , dimana seorang wanita dan pria akan berbaur dan menikmati malam mereka dengan baik .
Acara ini hanya dikhususkan untuk yang masih single , artinya tidak akan ada pihak yang tersakiti jika nantinya mereka menghabiskan malam bersama ataupun minum-minum bersama .
" Ya biasanya dilakukan saat perusahaan memenangkan sebuah proyek besar dan hanya untuk sekedar bersenang-senang " jawab Chandra
Sebenarnya ia malas menjelaskan nya , tapi apalah daya jika wanita nya yang meminta penjelasan.
" Wah kelihatannya seru banget ya ? Aku jadi tertarik untuk ikut " jawab Freya menggenggam tangannya seraya tersenyum lebar
" Kau tau acara apa itu ? " tanya Chandra mendadak kesal . Bahkan wajahnya sudah memerah menatap Freya .
__ADS_1
" Acara party dengan teman kantor kan ? " jawab Freya , dirinya berusaha yakin dengan jawabannya .
Bukankah memang seperti itu , asisten Dean yang mengatakannya saat itu .
" cihhh sekedar berkumpul dan melepas lelah hanyalah alibi mereka untuk bersenang-senang . Bersenang-senang versi mereka itu sudah berbeda dengan pemikiranmu Freya " jelas Chandra tersenyum miring .
Dilain kondisi justru Freya semakin dibuat pusing dengan penjelasan Chandra .
" Begini saja , kalau kau penasaran aku akan menemanimu kesana. Harus bersamaku tidak boleh pergi dengan orang lain apalagi sendiri . Kau mengerti ? "
" oke " jawab Freya mengangguk samar .
Walaupun bingung , dirinya tetap mengiyakan . Toh dirinya juga belum terlalu akrab dengan pegawai perusahaan . Hanya beberapa dari mereka yang Freya kenal.
" Jam 7 aku akan menjemputmu "
Chandra kemudian pergi dengan mobilnya . Begitupun dengan Freya yang juga pergi menaiki mobilnya sendiri .
•
•
" emm rasanya aku ingin melakukan spa , badanku capek sekali " gumamnya meringis .
saat melihat jam ternyata masih pukul empat sore , itu artinya masih ada waktu tiga jam untuk bersiap nanti .
Akhirnya Freya mengunjungi salah satu tempat spa dan berlanjut belanja pakaian dan ke salon melakukan make up . Entahlah hari ini dia ingin tampil mempesona.
" emm pakai baju yang mana ya ? sepertinya yang ini cocok untuk acara party " pilihannya jatuh pada dress hitam yang sedikit terbuka . Belahan samping yang mengakibatkan kakinya terekspos .
Waktu menunjukkan pukul tuju malam , ia sudah menghubungi bosnya bahwa ia sedang berada disalah satu butik .
💋💋💋💋 Lanjut nggk ini ???
__ADS_1