
Freya hanya tersenyum saat para pelayan datang mengantarkan pesanan yang telah dipesan suaminya , berdasarkan makanan favoritnya .
" Bahkan satupun tidak ada " gumam Freya dalam hati . Ia hanya menggelengkan kepalanya samar karena kecewa .
Setelah pelayan menyelesaikan tugasnya , mereka pun pergi , menyisakan hidangan diatas meja yang nampak menggugah lidah .
" Apa kau menyukainya ? " tanya Adrian dengan nada rendah penuh kekhawatiran
" Tentu saja ! Bukankah kau memesannya sesuai permintaanku ? " tanya Freya , tersenyum . Justru senyuman itulah yang membuat Adrian semakin gugup .
" Ahh ya , dan aku memesan makanan kesukaan mu " jawab Adrian sedangkan Freya hanya tersenyum .
' Lihatlah , apa yang harus aku banggakan dari diri suamiku , hemm ? Bahkan hal sekecil ini pun dia tidak tahu ?"
Mereka menikmati makan malam dengan baik , namun ditengah suasana yang hening , ponsel Adrian berdering , namun diabaikan oleh sang pemilik ponsel . Hal itu memicu Freya untuk bertanya karena penasaran
" Kenapa ? Pasti ada hal penting kalau ponselmu berbunyi hingga berkali-kali mas ? " ucap Freya melirik ponsel Adrian yang ada diatas meja
Adrian tersenyum , ia yang semula mengabaikan pun terpaksa mengangkat telepon diponselnya " Ehem ... Ya ada apa ? " tanya Adrian kepada si penelepon
" Sungguh ? Kau ada dimana ? " tanya Adrian dengan muka cemas .
" Baiklah , aku akan segera tiba . Kau tunggu disana " jawab Adrian langsung mengakhiri panggilannya lalu memasukkan ponselnya kedalam saku celana
Freya hanya memperhatikan dengan bingung. Kenapa wajah Adrian, suaminya nampak ketakutan ?
" Emm sayang aku harus pergi sekarang . Temankku kecelakaan jadi aku harus datang kesana " ucap Adrian dengan nada panik . Setelah mengeluarkan beberapa lembar uang dari dompetnya lalu meletakkannya dimeja , Adrian pun pergi tak lupa ia mengecup kening istrinya sebelum benar-benar pergi dari sana .
Freya hanya menatap kepergian suaminya dengan pandangan kosong " Lagi ? " tanya Freya dalam hati . Bibirnya tersenyum miris , bahkan makanan dimeja nya pun sepertinya juga ikut menertawakan nasibnya yang malang malam ini .
" Huhh " helaan napas keluar dari bibir cantik itu , anggap saja seperti sebuah keluhan yang tak bisa diungkapkan .
__ADS_1
*
*
Ditempat lain Adrian tengah melaju kencang dengan mobil yang ia kendarai . Berusaha sampai ditempat tujuan secepat mungkin .
" Kau dimana ? Apakah kau baik-baik saja ? " tanya Adrian dalam sambungan teleponnya
" hemm aku tidak cukup baik-baik saja sayang , bisakah kau lebih cepat ? Aku sungguh sudah tidak tahan " lirih seorang wanita dalam sambungan telepon . Nadanya yang melemah membuat Adrian semakin khawatir dengan keadaannya .
" Ya aku akan segera kesana , jaga dirimu baik-baik " jawab Adrian setelahnya ia memutuskan panggilan untuk kembali fokus menyetir .
Di tempat lain seorang gadis tengah tersenyum penuh kemenangan . Rencananya berjalan dengan cukup baik malam ini . Tinggal menunggu hasil akhir yang epic .
*
*
Disebuah club malam
Chandra memilih club sebagai tempat pelariannya malam ini, penolakan yang dilakukan Freya padanya cukup membuatnya kalut . Awal yang buruk untuk nya .
" Huhh pasti dia sedang makan malam romantis dimeja yang dipenuhi lilin dan makanan mahal " gumam Chandra
Dirinya tengah berdiri dilantai atas club tersebut dengan sebotol alkohol ditangannya . Ia bisa melihat puluhan orang yang tengah asik berjoget dibawah sana . Menikmati alunan musik dibawah pengaruh alkohol .
Sedangkan diluar club terjadi perdebatan kecil sepasang kekasih .
" Kamu membohongiku ? " tanya Adrian yang nampak syok saat tiba disana . Kekasihnya baik-baik saja ? apakah tadi ia salah dengar atas ucapan kekasihnya ?
Sang wanita hanya tersenyum , lalu datang menghampiri setelahnya ia memeluk tubuh tegap itu dengan erat .
__ADS_1
" Aku minta maaf , oke . Aku tidak berniat membohongimu , aku hanya merindukanmu sayang " ucap sang kekasih tanpa rasa bersalah sedikitpun .
Dengan kesal Adrian melepaskan pelukan kekasihnya dengan kasar " Kau gila ? Aku bahkan pergi meninggalkan Freya direstoran saat aku mendapat kabar darimu kalau kauuuuu... Arghhh sial " umpat Adrian seraya mengusap wajahnya kasar .
Shirin mendadak takut dan menyesal . Kiranya Adrian tak akan semarah ini saat tahu bahwa dirinya berbohong .
" Maaf . Tapi aku sungguh cemburu jika kau berdua bersama istrimu sayang " lirih Shirin dengan nada manjanya yang tak kuasa membuat Adrian untuk memarahinya .
" huhh tapi kau jangan membuatku khawatir . Aku takut terjadi sesuatu denganmu " ucap Adrian lalu menarik tubuh kekasih nya untuk masuk dalam dekapannya membuat Shirin tersenyum penuh kemenangan .
" Sudahlah yang penting kau baik-baik saja . Ayo masuk " ucap Adrian lalu keduanya masuk kedalam Club .
" Dasar sialan " umpat Chandra , saat matanya menyaksikan drama menjijikan mata dan telinganya
Tanpa menunggu lama , Chandra pun bergegas masuk kedalam mobilnya yang sempat terhenti karena dua manusia tadi .
Dalam perjalanan ia menghubungi sekertarisnya yang sepertinya bernasib buruk malam ini
tutt tut tut
" Halo " ucap Chandra saat sambungan telepon terhubung
" hemm " jawab Freya
" Kau dimana ? " tanya Chandra tanpa basa basi
" Aku... ? emm ada apa ? " Freya berbalik bertanya . Untuk apa bosnya ini bertanya keberadaannya ? bukankah seharusnya dia sudah tau kalau malam ini ia sedang makan malam dengan mas Adrian ' pikirnya dalam hati
" kirim saja alamatmu , aku akan kesana " ucap Chandra lalu mematikan sambungan teleponnya begitu saja . Tujuannya agar Freya tak banyak bertanya lagi yang akan membuatnya pusing .
SELAMAT MEMBACA 😇
__ADS_1
🙏 Sory udah lama gk update ❤️❤️