
Krekkk.... Suara pintu terbuka perlahan karena dorongan dari tangan Freya , matanya memindai ruangan rumahnya " sepertinya mas Adrian belum pulang " gumamnya seraya menghela nafas pelan
memilih duduk pada sofa yang ada diruang tamu , badannya bersandar pada sandaran sofa dengan mata terpejam. Setitik bulir air mata jatuh mengenai pipinya . Nyatanya ia tak setangguh itu menghadapi kenyataan ini . Menikah bertahun-tahun tanpa dikaruniai seorang anak bukanlah hal yang mudah . Setiap kali aku bertanya perihal keturunan dengan mas Adrian , pasti ia menjawabnya dengan
"Jangan terlalu dipikirkan , masalah keturunan , rizki ,jodoh dan maut hanya Tuhan yang tau . Kita hanya perlu berdoa dan berusaha . Kita tidak boleh berburuk sangka dengan Tuhan karena itu . Pasti Tuhan memberi yang terbaik . mungkin karena kita harus introspeksi diri kita untuk menjadi orang tua yang lebih baik nantinya , mematangkan mental kita sebagai orang tua yang bertanggung jawab atas anak kita . " ucap Adrian dengan memeluk Freya penuh kehangatan , memberi rasa nyaman atas kegelisahan Freya kala itu .
Bahkan saat itu , Freya merasa tenang sebab suaminya menerima nasib mereka yang belum diberi kepercayaan untuk memiliki anak. Ia sempat berfikir , mungkin suatu saat jika ia tak kunjung hamil , suaminya akan mencari wanita lain yang bisa memberinya keturunan .
Tapi nyatanya sekarang sudah terbukti , suaminya berselingkuh dengan wanita lain , sekalipun itu dengan tujuan yang berbeda .
" Bu.. " suara perempuan terdengar sayu memanggil namanya
" ahh ya ? " sedikit tersentak karena tadinya ia tengah melamun dengan mata terpejam . buru-buru ia menghapus sisa air mata yang masih menempel dipipinya .
" Ini sudah malam , ibu tidak istirahat dikamar ? " tanya mbk Ririn dengan nada pelan
Ternyata mbk Ririn yang tengah membangunkan ku , mungkin dikiranya aku tengah tertidur. kutegakkan kembali badanku , dengan tersenyum aku berbicara pada mbk Ririn agar jangan mengkhawatirkan aku " Saya tidak tidur mbk , hanya istirahat sebentar disini " jawabku dengan tersenyum
" Baiklah ... saya permisi mau istirahat bu " ucap mbk Ririn dengan menunduk sopan. Aku hanya tersenyum menanggapi .
Mbk Ririn termasuk pembantu yang rajin walaupun dia terkesan diam dan tak banyak bicara. Mungkin karena kami jarang bertemu , aku yang selalu sibuk dengan urusan kantor hingga sering pulang larut malam di waktu jam istrahatnya .
Setelah merasa tenang , Freya pun melangkah menuju kamarnya . Malam ini ia ingin mengistirahatkan tubuhnya , tidak ingin memikirkan masalah sampai larut hingga merugikan kesehatan fisik maupun batinnya . Malam ini Freya memutuskan tidur dikamar tamu , dirinya masih ingin menenangkan diri , sebab jika matanya sampai melihat muka suaminya , maka emosi yang sudah berusaha ia tahan dan kontrol pun akan meledak .
•
__ADS_1
•
•
Pagi-pagi sekali Freya sudah pergi berkerja , bahkan suaminya pun belum terbangun dari tidurnya
" Mbk saya berangkat dulu ya " pamit Freya berbicara pada mbk Ririn yang tengah memasak didapur
Sejenak mbk Ririn berhenti dari aktifitas nya " Ibu tidak sarapan dulu ? " tanya Mbk Ririn
" aaa tidak usah , saya tadi sudah bawa bekal untuk sarapan dikantor " jawab Freya seraya tersenyum
" Ya audah mbk , saya berangkat dulu . Hati-hati dirumah Assalamualaikum "
" Wa'alaikum salam , hati-hati dijalan bu "
" Sepertinya bukan manusia yang datang bekerja di jam segini " gumamnya saat mobil yang ia kendarai sampai didepan loby perusahaan .
Mungkin hanya ada OB perusahaan yang sedang bersih-bersih disana .
Freya pun memutuskan untuk pergi dari sana , tujuannya adalah kafe yang ada diseberang kantor .
Sembari menunggu pesanannya datang , Freya pun memutuskan untuk melihat jadwal bosnya hari ini
" Perusahaan XXX ? " gumamnya sedikit terkejut .
__ADS_1
•
•
•
Freya sudah berada dimeja kerjanya , bahkan Chandra pun juga sudah berada di ruangannya sekarang . Tak ada sepatah kata yang mereka ucapkan tentang kejadian semalam , keduanya memilih bungkam , mereka berbincang hanya seputar pekerjaan karena ini memang jam kerja jadi masalah pribadi bukan dikantor tempatnya .
Tok tok tok .... (pintu CEO diketuk dari luar ) " Ya masuk " teriak Chandra yang tengah sibuk dengan berkas-berkas ditangannya
Freya datang dengan wajah tertunduk , aura tegang dan canggung menyelimuti wajahnya saat ini " Ada apa sekertaris Freya ? " tanya Chandra melirik sekilas kearah Freya, lalu kembali fokus pada dokumen nya .
" Emhh ... Maaf tuan hari ini kita mendapatkan surat proposal pengajuan kerjasama dengan perusahaan XXX " ucap Freya sedikit ragu untuk mengatakannya
" Lalu ? berikan proposalnya padaku , tentunya setelah selesai kau cek keseluruhannya " jawab Chandra yang masih belum menyadari adanya keanehan dalam ekspresi sekertarisnya
Bagaimana ini ? Aku takut untuk mengatakannya , bagaimana kalau salah satu diantara mereka nantinya bermusuhan ? bagaimana kalau kerjasama ini adalah rencana mas Adrian untuk balas dendam ? Ah sial , aku sudah menyeret perusahaan ini dalam masalah " ucapnya dalam hati , tangan nya meremas satu sama lain , masih mengumpulkan keberanian untuk mengungkapkan perihal kerjasama ini
" Sekertaris Freya ? " panggil Chandra berkerut heran " Kau ada masalah ? kenapa mukamu terlihat gugup ? " tanya Chandra lagi , matanya menatap intens wanita didepannya ini
" Apakah mereka bertengkar hebat semalam ? ahh sial , apa dia akan menuntut tanggung jawab dariku karena sudah mengaku sebagai pacarnya semalam ? " pikir Chandra dalam hati , walaupun ekspresi mukanya biasa saja , tapi hatinya tak bisa dibohongi . Dirinya takut untuk disalahkan karena sudah merusak rumah tangga orang lain , walaupun pada kenyataannya , keluarga tersebut tetap hancur tanpa ada dia didalamnya sekalipun .
Freya masih dengan muka ragu nya " itu tuan , perusahaan XXX adalah perusahaan suami saya " lirih Freya kembali menundukkan kepalanya . Matanya tidak berani menatap ekspresi muka laki-laki didepannya itu . Entah malu karena kejadian semalam atau karena hal lain , entahlah intinya ia ingin segera pergi dari suasana canggung ini .
......HAPPY READING ......
__ADS_1
❤️🐸