JODOHKU Bukan SUAMI PERTAMAKU

JODOHKU Bukan SUAMI PERTAMAKU
Siapa menuduh siapa ?


__ADS_3

" Kau menemuinya lagi ? " tanya Adrian lantang , membuat suasana menjadi mencekam karena amarah nya


Freya memicingkan mata sinis kearah suaminya , menelisik pandangannya dari atas sampai bawah "Tidak penting aku kemana dan bertemu dengan siapa " Jawab Freya pada akhirnya memberikan pandangan tegas pada Adrian . Seolah menunjukkan bahwa ia bukan wanita lemah


Adrian semakin menajamkan matanya kala mendengar jawaban Freya bahwa yang ia khawatirkan bukanlah hal yang penting menurutnya.


" Menurutmu pergi menemui laki-laki lain bukanlah hal yang penting , dengan statusmu adalah sudah bersuami " ucapnya penuh penekanan


" Lalu bagaimana denganmu ? Seorang kepala rumah tangga , seorang pemimpin , seorang suami memberikan contoh yang tidak bagus kepada istrinya . Sering berbohong lembur kerja padahal pergi bersenang-senang dengan wanita lain " teriaknya seolah melepas semua pertanyaan yang dipendamnya selama beberapa hari terakhir ini


Anggap saja Freya tengah menyadarkan suaminya atas ketidaksadaran semua hal bejat yang telah dia lakukan . Menuduhku atas semua hal yang tidak aku lakukan , menuduhku karena khawatir aku akan bermain hati dibelakangnya . Bukankah itu terdengar bodoh ? Siapa yang menuduh siapa ?


Adrian nampaknya terpancing dengan ucapan Freya , tangannya mengepal erat dengan urat-urat yang menonjol diarea tangannya


" Kenapa .... ? Kenapa kau diam ? kau merasa bersalah ? " tanya Freya , air matanya lolos begitu saja membasahi pipinya . Sekuat apapun dia , yang namanya hati tak bisa dibohongi , dia akan melakukan apa saja yang ia ingin kan . Menangis , tertawa ,bahkan melakukan keduanya diwaktu yang sama pun ia lakukan


" Kenapa kau justru melimpahkan semua kesalahan mu padaku ? " kesal Adrian , padahal niat awalnya pulang adalah untuk mengintrogasi istrinya perihal pertengkaran malam di klub itu


Freya tersenyum miring ketika mendengar suaminya berkata bahwa ia sengaja melimpahkan kesalahannya dengan menuduh suaminya yang tidak-tidak " Cihh... Aku bukan lagi bocah SMA yang bisa kau iming-imingi dengan kata-kata mutiaramu "


"aargghhhh " teriak Adrian dengan tangan melayang di udara , bahkan siap melayangkan pukulan pada wajah istrinya


Dia benci dibantah , harga diri seorang laki-laki akan hilang jika mereka tidak lagi dihormati sebagai pemimpin apalagi istrinya sendiri . Istrinya yang dulu adalah wanita paling patuh pada perintahnya , tidak membantah bahkan berkata Tidak padanya pun belum pernah istrinya lakukan.

__ADS_1


Lalu sekarang , semenjak istrinya bekerja diperusahaan laki-laki itu , kenapa semuanya berubah . Istrinya yang kurang perhatian padanya , istrinya yang selalu sibuk , bahkan diseputaran obrolan kami diwaktu senggang hanyalah masalah pekerjaan yang dibahas , buka kah itu membosankan .


Freya tidak memejamkan mata sedikitpun saat melihat tangan kekar suaminya melayang kearahnya seolah ia siap menerima tangan itu melayang kearahnya , hingga beberapa menit tangan itu terhenti di udara " Kenapa ? Kau takut memukulku ? " tanya Freya menatap sepasang netra milik suaminya , ia berbicara pada hatinya tentang semua hal jahat yang dilakukan oleh pemilik netra teduh itu


" Bukankah selama ini aku menganggapnya satu-satunya orang yang kumiliki di dunia ini setelah kedua orang tuaku pergi ? hikss ... Dia , pemilik mata teduh itu yang selalu ku anggap sumber kebahagiaan dan sumber kekuatan ku selama ini nyatanya memberikan luka yang cukup parah padaku . Membuatku menjadi wanita sebatang kara yang hidup di dunia ini " batinnya tengah berperang , memutar kisah lalu yang ia simpan di memori otaknya


" Kau pernah dikecewakan ? Dikhianati oleh orang yang kau sayang ? " tanya Freya dengan nada rendah


Adrian hanya diam tak menjawab , ia tau istrinya belum selesai atas ucapannya . Mungkin istrinya memang butuh waktu untuk menenangkan diri , terlepas ia yang sudah berkhianat atas istrinya


" Aku ingin bertanya satu hal padamu . Apakah kau benar-benar mencintaiku ? apakah kau menikah denganku karena suatu hal yang lain mas ? " dia berfikir pengkhianatan yang didapatnya sekarang karena tidak ada nya cinta di hati suaminya


" Aku mencintaimu Frey " jawab Adrian berusaha memeluk istrinya yang nampak kacau itu


Freya menepis tangan suaminya dengan kasar , dirinya merasa jijik menyentuh tubuh yang suka berbagi dengan wanita lain " Aku lebih suka memegang dan menyentuh yang memang milikku seorang dalam artian tidak dimiliki banyak orang " batin Freya menatap sinis suaminya


Matanya menatap dengan penuh penantian akan bagaimana reaksi suaminya , apakah marah ? atau justru menjadi manis ?


" Menceraikan ku atau tetap menerima wanita hina dan kotor ini menjadi istrimu ? Istri mu yang kau cintai " dirinya tertawa karena nyatanya ia berhasil menampar Adrian dengan kata-kata nya .Memberi sindiran penuh , perihal ia memaafkan suaminya atau tidak


*


*

__ADS_1


DIKANTOR


" Siapa yang akan pergi ke perusahaan di kota B ? " tanya Chandra pada asistennya Dean


Perusahaan Pusat akan mengadakan kunjungan pada anak-anak perusahaan setiap tiga bulan sekali


" Kemarin aku mendapat informasi bahwa para pegawai sedang disibukkan dengan pekerjaan mereka . Jadi mereka tidak ada yang bisa datang " jelas Dean menunduk takut pada bosnya yang bisa saja langsung marah


" emm bisakah kunjungan kali ini tidak usah dilakukan ? Aku juga tidak ada waktu untuk itu " Dean memasang wajah melas agar Chandra menyetujuinya


" emm tidaaak..... " ucap Chandra terpotong oleh kedatangan seseorang di ruangannya


" Aku bersedia " ucap Freya yang muncul diwaktu yang tepat


Baik Chandra maupun Dean menatap dengan bingung " Kapan dia datang ?" gumam keduanya dalam hati


" Kau berkata bersedia seolah tau apa yang kami bicarakan " tanya Chandra


" emm Yaa aku tau ( ucapnya dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal ) Maaf aku tidak sengaja mendengarnya " Freya hanya meringis sebagai permintaan maaf karena sudah menguping mereka berdua .


" Baiklah kalau begitu nona Freya saja yang pergi dengan suka rela " Dean tersenyum senang karena satu masalah sudah diatasi


" Baiklah kau bisa berangkat minggu depan . Emmm aku akan nyari teman untuk menemanimu disana "

__ADS_1


" Tunggu dulu " ucap Chandra membuat Dean maupun Freya menatap kearahnya


" Siapa yang mengijinkan dia pergi kesana ? " tanya Chandra menatap asisten Dean kesal


__ADS_2