
Ditengah sibuknya aktifitas kantor , Freya harus dipusingkan dengan permohonan suaminya yang memintanya untuk tetap mepertahankan pernikahan yang menurutnya sudah tak sehat . Bahkan setiap ia pulang dari kantor , dengan senang hati suaminya akan menyambut kedatangannya dengan senyum lebar yang sempat ia rindukan beberapa waktu lalu .
Memperlakukan nya dengan baik , memberi perhatian layaknya saat kami masih menjadi pengantin baru . Sempat ia merasa tersentuh atas semua perhatian itu . Dirinya yang haus akan kasih sayang , membuatnya terlena akan perilaku istimewa yang Adrian berikan padanya . Ya , walaupun itu terdengar tidak tulus .
Banyak hal yang harus ia pikirkan , salah sedikit hidupnya pasti hancur dan berujung penyesalan .
" arghh kenapa aku harus bertemu dengan orang-orang yang membuatku sakit . Tidak bisakah hadirkan satu orang saja yang memang benar milikku dan hanya milik Freya seorang . " teriak Freya tertahan , saat ini ia tengah berada didalam toilet , membasuh mukanya agar cepat sadar
drett ponselnya bergetar , tertera nama Mas Adrian dilayar ponsel nya " Kenapa dia meneleponku ? " gumam Freya
" Ya halo " jawab Freya saat ia sudah menggeser tombol hijau di layarnya
" Sayang , kau masih bekerja ? " tanya Adrian diseberang telepon
" Ya . Aku sedang sibuk " jawab Freya datar
" Oh kalau begitu aku akan langsung pada intinya " ucap Adrian dan Freya tak menjawab . Adrian tak mau mengganggu waktu istrinya . Ia berusaha bersikap sebaik mungkin agar rumah tangganya selamat .
" Bisakah nanti kau pulang cepat ? Langsung pulanglah saat jam kerja mu habis , Ok ?. " tanya Adrian , entah apa yang direncanakan oleh Adrian sampai harus meminta Freya pulang cepat . Biasanya Freya sampai dirumah pukul sembilan malam bahkan bisa lebih malam lagi .
" Ada apa ? " tanya Freya penasaran
" Bukan apa-apa . Baiklah selamat bekerja dan sampai jumpa nanti sore dirumah " ucap Adrian bersamaan nada tuttt terdengar , menjadi pertanda bahwa sambungan telepon terputus
Dipandangi nya wallpaper ponselnya yang menampilkan gambar dirinya dan sang suami yang tengah tersenyum bahagia di hari pernikahannya .
" Aku memang mencintainya melebihi apapun . Aku tidak tau , apakah aku belum menjadi istri yang baik untuknya ? sehingga mas Adrian masih mencari wanita lain diluar sana ? " monolognya dalam hati dengan mata berkaca-kaca
Sedangkan dimeja sekertaris , Chandra tengah sibuk mencari keberadaan Freya . Saat ia mencoba mencari di toilet , ternyata Freya berada disana , terdengar ia tengah berbicara dengan seseorang melalui telepon
__ADS_1
Tidak ingin mengganggu sekretarisnya , Chandra memilih berdiri dibelakang tembok , tanpa sengaja ia mendengar apa yang bicarakan sekertarisnya
" Apakah karena ini , Freya tak kunjung memberi jawaban ? " tanya nya dalam hati
Berharap mereka berpisah memang bukanlah hal baik , ia tak seharusnya melakukan ini sejak awal . Tapi , ia juga tak bisa melarang hatinya untuk berlabuh pada siapa .
" Ehemm " dehem Chandra saat Freya terlihat sudah menyelesaikan teleponnya . Tapi saat ia melihatnya tadi , Freya nampak tersenyum dengan mata yang berkaca-kaca saat melihat layar ponselnya . Entah apa yang dilihatnya membuatku bertanya-tanya . Apakah itu perasaan haru atau .... ?
Freya yang kaget menoleh kearah sumber suara , dimana Chandra tengah berdiri didepannya. Tampan , itulah yang ada dibenak Freya . Laki-laki dengan segala pesonanya , rasanya tidak ada celah untuk mencari kekurangan di setiap inci tubuhnya . Ya , dia nampak sempurna dan sialnya kenapa dia harus menyukai wanita yang sudah bersuami .
Setelah tersadar dari lamunannya , Freya , dengan gerakan cepat langsung memutar badannya berusaha menghilangkan jejak-jejak air mata yang sempat mengalir di pipinya .
" Kau menangis ? " tanya Chandra membuat Freya berhenti .
" Tidak . " jawab Freya singkat
" Kau mencari ku ? " tanya Freya seraya tersenyum , berusaha mengalihkan perhatian Chandra karena melihatnya mengusap air mata .
Freya mengangguk , setelahnya ia bertanya " Ada apa ? "
" Emm hanya ingin bertanya apakah kau punya waktu senggang sepulang dari kantor ? " tanya Chandra .
Freya terdiam , dirinya bingung harus memberikan jawaban apa ? Ingin menolak namun tak enak hati , karena selama ini Chandra selalu memperlakukan nya dengan baik , bahkan saat ia butuh bantuan pun Chandra bersedia memberinya bantuan .
" emm bagaimana kalau nanti aku kabari lagi ?" tanya Freya
Dalam hati Chandra sedikit kecewa karena Freya masih menggantungkan jawabannya " emm oke , mungkin kau sudah ada janji dengan yang lain " jawab Chandra seraya tersenyum
" Baiklah , kalau begitu aku duluan " ucap Freya lalu pergi .meninggalkan Chandra seorang diri didalam toilet
__ADS_1
" huhh" helaan napas keluar dari mulut Freya
" Astaga kenapa jantungku berdebar kencang seperti ini ? " gumam nya merasa aneh . Rasanya sama persis saat dulu dirinya baru mengenal Adrian pada saat masih sekolah .
Tak lama kemudian , Chandra , hanya lewat didepannya tanpa sepatah kata pun , bahkan ia enggan menoleh kearah nya . Tidak seperti Chandra beberapa menit yang lalu
" Apa dia marah ? " tanya Freya dalam hati . matanya mengikuti siluet tubuh tegap Chandra sampai menghilang dibalik pintu
*
*
*
Saat Freya melirik jam yang ada dilayar ponselnya , waktu sudah menunjukkan pukul empat sore , yang artinya sebentar lagi jam pulang kantor akan tiba .
" Huhh Aku perempuan, tapi kenapa aku melakukan semua hal yang dilakukan oleh laki-laki ? Jaman sekarang wanita dituntut agar bisa melakukan semua hal . Kesannya kodrat seorang wanita yang memang pada dasarnya hanya ibu rumah tangga dianggap remeh bahkan terkadang dianggap tidak berguna ." monolognya dalam hati
Kalau boleh memilih , ia lebih tak ingin dilahirkan didunia ini jika akhirnya ia ditinggalkan . Bukan perkara tidak bersyukur karena bisa melihat dunia . Tapi , Hidup segan mati tak mati mati . Itulah yang aku rasakan saat ini , ingin berkeluh kesah dengan keluarga , namun aku tak punya siapa-siapa . Aku hanya anak yatim piatu disebuah panti asuhan
drettt ....drettt
Ponsel Freya bergetar , tampak sang suami memberinya sebuah pesan .
" Sayang , apakah kau sudah selesai , nanti malam jam tujuh oke . Aku akan share lock tempatnya nanti " __Mas Adrian
Freya bertambah pusing , haruskah ia menolak keduanya atau menerima salah satu ajakan mereka ? ahh sial .
**Selamat membaca ❤️❤️
__ADS_1
Author sedih karena banyak yang hanya berlalu lalang tanpa meninggalkan jejak 🥺 Padahal kalian adalah penyemangat author biar makin rajin update ❤️💔😴**