
Keduanya berpisah karena Chandra harus melanjutkan meeting nya sedangkan Freya memilih menghampiri teman-temannya .
Bahkan setibanya Freya dari toilet , otaknya hanya dipenuhi oleh Chandra , membuat rasa ragu atas pilihannya mulai goyah .
Tanpa disadarinya , bibir tipisnya tertarik membentuk sebuah senyuman saat teringat bagaimana cemburunya Chandra mengetahui dirinya berduaan dengan seorang laki-laki .
karena tersenyum tidak jelas membuat teman-temanya menatap nya aneh.
" Freya ...? " panggilan pertama diacuhkan
" FREYA " teriak nya kemudian.
mendengar namanya disebut , membuat Freya kaget " Kenapa ? " tanya Freya
" cihhh kenapa dari tadi kau malah senyum-senyum tidak jelas ? " decak kesal keluar dari mulut yuli yang membuat Freya hanya tersenyum malu .
Tak terasa waktu istirahat pun sudah hampir usai , saat nya teman-teman Freya kembali kekantor untuk melanjutkan pekerjaan mereka .
Sedangkan Freya memilih pergi kesebuah pusat perbelanjaan . Entah apa yang akan ia cari disana , pikirannya hanya ingin menikmati waktu nya sebelum kehidupan barunya dimulai .
" Dududu " senandung Freya yang tengah berjalan kesana kemari hanya sekedar melihat-lihat barang branded yang terpajang rapi disetiap toko .
Jiwanya sebagai seorang wanita , tentu. saja membuatnya tertarik saat melihat barang-barang bagus . Tapi Freya sadar akan ketidakmampuan dirinya dalam hal materi .
" Tidak masalah Frey , saat ini kau hanya bisa melihat nya tapi suatu saat nanti kau akan mampu membeli semua yang kau inginkan. " gumam nya pada diri nya sendiri .
Sudah dua jam dirinya hanya berjalan disetiap lantai mall yang ia datangi , hingga kakinya terasa lemas tak berdaya .
" huhhh padahal hanya berjalan tapi bisa secapek ini ternyata " keluhnya memilih duduk disalah datu bangku yang tersedia diwahana tempat bermain anak-anak .
__ADS_1
Suasana ramai yang dipenuhi oleh anak-anak serta orang tua yang mendampingi , membuat Freya menatap iri melihat momen tersebut .
Masa kecilnya yang cukup menyedihkan ditambah mas adewasa nya yang tak kalah menyedihkan juga .
" Seandainya aku punya suami yang setia dan dikarunia ni anak - anak yang lucu pasti hidupku akan bahagia " gumam nya merasa miris akan kenyataan hidupnya yang berbanding terbalik .
Lama dirinya melamun hingga dering telepon menyadarkannya .
drettt drett ...
Chandra is calling ? ....
" Ya halo " jawab Freya saat benda pipih itu menempel di telinganya.
" Kau dimana ? kenapa aku tidak menemukanmu direstoran tadi ? " kesal Chandra diseberang telepon .
" Apa sih ? Bisa tidak kalau berbicara itu yang sopan , jangan berteriak seperti orang hutan " dengan kesal Freya mengakhiri panggilan secara sepihak .
Tidak peduli pada Chandra yang tengah marah-marah di sana .
" Sialan , kenapa malah dimatikan "
Freya kembali ke apartemen Chandra dengan tubuh yang cukup lelah , dengan langkah gontainya Freya berjalan masuk setelah membuka pintu apartemen tanpa menyadari sepasang mata menatap nya tajam.
ehemm ...
Freya tersentak kaget saat menyadari ada seseorang selain dirinya di apartemen .
" Kau sudah pulang ? " tanya Freya pada sosok yang tengah duduk di sofa seraya menatapnya tajam .
__ADS_1
" Dari mana saja dirimu ? Bukankah aku memintamu menungguku di restoran ? " sinis Chandra
Freya memilih duduk di samping laki-laki yang tengah melakukan protes padanya .
" Aku hanya ingin menikmati waktuku sebelum pergi meninggalkan kota ini "ujar Freya menyandarkan punggung nya pada sandaran sofa
" ahh nyaman sekali " lirih nya dengan mata terpejam .
" Cihh " Chandra berdecak melihat Freya yang justru mengabaikannya
Chandra memilih membiarkan Freya istirahat . Entah apa yang dilakukannya hari ini sampai membuatnya pulang dengan keadaan lelah .
" Hoamm ... Aku mau ke kamar mau bobo cantik " ucap Freya seraya bangkit , meninggalkan Chandra yang saat ini tengah menatapnya .
" Ayo " sahut Chandra kemudian menarik tangan wanita tersebut masuk kedalam kamar nya .
" ehhh tunggu dulu , kenapa aku masuk kesini , kamarku ada di sana dan lepaskan tanganku Chandra " teriaknya sedikit kaget , kenapa tangannya dengan tiba-tiba ditarik begitu saja .
dengan susah payah Freya berusaha melepaskan tautan tangan nya ,namun tenaga kalah besar dengan laki-laki yang masih menariknya .
Akhirnya Freya menyerah , dirinya juga penasaran kenapa laki-laki itu menariknya masuk .
" Bersihkan badanmu lalu tidurlah " ucap Chandra saat keduanya sudah berada didalam kamar milik Chandra .
Freya hanya menatap dengan kebingungan " Aku tidur di kamarku sendiri " sahut Freya , berbalik meraih handle pintu agar bisa segera keluar dari kamar Chandra .
" Aku sudah bilang , bersihkan tubuhmu lalu tidurlah , bukan menyuruhmu pergi dari sini " titah Chandra dengan tegas
" Tapi.... arah pandang Freya melihat kearah kamar mandi yang transparan , bukankah mengerikan jika ia masuk kedalam sana , otomatis lekuk tubuhnya akan terlihat sempurna melalui kaca kamar mandi itu.
__ADS_1