
Dengan rasa malasnya ia beranjak menuju kamar yang ditempati oleh Chandra . tok tok tok tangannya mengetuk pintu beberapa kali berharap sang penghuni kamar segera membukakan pintu untuknya .
selang Beberapa menit pintu baru dibuka , dengan muka kesalnya, Freya melenggang masuk begitu saja , bahkan badannya sempat menyenggol tubuh kekar yang tengah berdiri disamping pintu sampai bergeser kebelakang . Masa bodo dengan kesopanan , dia sudah terlampau kesal hari ini .
" Menyuruhku cepat datang , tapi dia sendiri yang lelet membuka pintunya . Membuat kaki ku pegal saja " gumam Freya dalam hati
Dirinya langsung menuju koper yang masih tergeletak disamping kasur , membawa nya menuju lemari lalu menyusunnya dengan rapi .
sedangkan Chandra yang masih berdiri didepan pintu kamar hanya mengangkat bahunya samar , entah ada apa dengan wajah sekertarisnya itu . Terlihat kesal namun bukan urusannya . setelah menutup pintu kamar nya , dia pun melangkah menuju kasur lalu melempar tubuhnya dengan kasar " Haiss ...rasanya beban ku hilang begitu saja " gumamnya dengan mata terpejam
Freya hanya meliriknya sinis lalu melanjutkan pekerjaan nya kembali tanpa sepatah katapun keluar dari mulutnya.
" semuanya sudah selesai, Aku akan kembali ke kamarku " ucap Freya menatap tubuh yang tengah berbaring diatas kasur dengan mata terpejam itu , entah ia tidur atau hanya sekedar memejamkan mata ia tak tahu.
Karena tak mendapat jawaban Freya pun memutuskan pergi begitu saja , mungkin bosnya memang sudah tidur
" Sudahlah , lebih baik aku lekas pergi daripada membangunkannya " gumam Freya .Saat akan berbalik melangkah pergi , tiba-tiba terdengar suara berat dari arah belakangnya
" Aku belum menyuruhmu pergi " ucap Chandra , yang rupanya belum sepenuhnya tidur . bahkan ia masih dengan mata terpejam dan tak beranjak sedikitpun .
Freya yang tadinya sudah melangkah itupun langsung menghentikan langkah nya "Lalu ? apakah aku digaji untuk melihatnya tidur ? " pikirnya saat ia masih melihat posisi bosnya tidak berubah sedikitpun , terlihat tenang dengan mata terpejam
Diapun memilih berjalan mendekat , lalu berhenti tepat disamping bosnya . matanya menatap dengan sempurna , memastikan dengan tangannya ia lambai-lambaikan didepan muka bosnya
__ADS_1
" Sudah tidur ? " ucap Freya lirih , ia kembali menegakkan badannya yang semula membungkuk . beberapa detik yang lalu , matanya tanpa sengaja justru menikmati pahatan indah itu dengan pandangan memuja ( wajah tampan Chandra )
" Aishh membuatku susah saja hoahhh" kesal Freya yang mulai menguap . Lelah dan kantuk memaksa tubuhnya untuk segera beristirahat .
Lagi dan lagi tangannya ditarik begitu saja saat ia tengah berbalik dan akan beranjak pergi . Badannya limbung dan jatuh menimpa tubuh laki-laki yang masih asik memejamkan matanya , setelah apa yang ia lakukan
" Apa yang kau lakukan bodoh " umpat Freya , dia sudah terlanjur kesal . Bukankah ini tidak sopan , menarik nya begitu saja dan membuatnya jatuh di pelukan seorang laki-laki
Chandra hanya diam , tak membuka mata ataupun mulutnya untuk memberi keterangan kepada wanita yang tengah mengomel diatas tubuhnya. Otaknya tengah berfikir keras saat ini . Berfikir dari suatu hal yang membuatnya dilema
" Lepasin nggk ? " bentak Freya berusaha melepaskan tubuhnya dari tubuh laki-laki yang tengah memeluknya erat . membuatnya sesak dan tidak nyaman .
" Lebih baik jangan " gumam Chandra dalam hati . kepalanya bahkan menggeleng beberapa kali , seorang menyadarkannya atas sesuatu .
Freya hanya menanggapi dengan muka bingung , tentu saja karena kalimat Chandra sedikit ambigu baginya
" Minta maaf ? apa maksudmu ? " Tanya Freya bingung
Chandra tersenyum miring , tak menjawab pertanyaan wanita yang tengah berdiri didepannya " Berlagak lupa padahal ia mengingatnya dengan baik " pikir Chandra tentang Freya
Setelah beberapa menit Chandra tak juga memberi penjelasan , bahkan ia tak melepaskan pelukan itu . Freya yang mulai jengah akhirnya mengalah pada keadaan .
" Aku minta maaf " ucap Freya dengan cepat tanpa berani menatap lawan bicaranya . Bosnya hanya menginginkan ia mengucapkan kata maaf, dan itu sudah ia lakukan sekarang . Bukankah artinya masalah ini terselesaikan ? pikir Freya yang cukup sederhana
__ADS_1
" Apakah begitu cara orang mengucapkan maaf ? Apa kau tidak diajari gurumu cara meminta maaf dengan baik dan benar haa ? " tanya Chandra dengan muka sinis yang tentu saja membuat Freya kesal melihatnya .
" Bukankah laki-laki didepannya ini termasuk spesies yang cerewet ? dan itu membuatnya kesal " kesal Freya dalam hati
Dengan tangan terkepal Freya menarik napas dalam-dalam , mengumpulkan kesabaran ekstra untuk menghadapi manusia satu ini . Dengan dorongan yang kuat akhirnya ia bisa terlepas dari jerat laki-laki gila itu .
" huhh apa yang kau mau ? " tanya Freya kesal , pada akhirnya ia menyerah untuk mengelak tentang kejadian waktu itu . Tak ada gunanya , nasi sudah menjadi bubur .
Tentunya Chandra bahagia , dia ditanya apa yang ia inginkan ? bukankah itu kesempatan yang tak boleh ia lewatkan begitu saja
" emm apa ya ? " ucap Chandra seraya berfikir
Lama ia berfikir membuat Freya jengah menunggunya " Cepatlah , kau membuatku lelah " kesal Freya
" Kau lelah ? ( tanya Chandra dengan muka julid nya ) Haiss padahal kerjamu dari tadi hanya diam saja , bahkan beberapa menit yang lalu kau berbaring di tubuhku cukup lama " lanjutnya seraya bangkit menjadi duduk bersandar pada kepala ranjang .
Jangan tanyakan lagi bagaimana kesal nya Freya saat ini , bahkan rasanya ia ingin menangis saat ini juga . Sepertinya kesehatan mental ku lebih penting dibandingkan dengan uang . Tapi , aku juga bisa gila jika tak ada uang .
" Ya tuhan , kenapa aku mempunyai bos yang seperti ini ? Gajiku besar dan perusahaan tempatku bekerja sangat bagus , aku bersyukur atas itu . Tapi ... kenapa pemimpinnya seperti laki-laki yang..... ah sial " umpat Freya dalam hati . mukanya memelas , sehancur inikah hidupnya hingga tak diberi ketenangan hidup sedikitpun
" Aku lebih baik miskin tapi hidup dengan damai dan orang-orang yang normal " gumam Freya .
matanya menatap laki-laki yang sepertinya tengah sibuk berfikir "Entah apa sebenarnya yang dia inginkan dariku . Bukankah ia sudah punya segalanya , lalu apa yang ia harapkan dariku yang hanya upik abu baginya " Freya menghela napas berat dibuatnya
__ADS_1
Jangan lupa dukungan nya ya . Dalam bentuk apapun akan author hargai kok . entah itu like komen atau hadiah , yang penting ikhlas ngasihnya βΊοΈβΊοΈππͺπ