JODOHKU Bukan SUAMI PERTAMAKU

JODOHKU Bukan SUAMI PERTAMAKU
Posesif


__ADS_3

* Style FREYA


οΏΌ


Freya menunggu didepan butik dengan perasaan gugup . Dirinya belum terbiasa dengan acara-acara party , takut membuat kesalahan nantinya.


Tak lama mobil tesla berwarna putih berhenti tepat didepannya dan sang pangeran pun keluar bersama pesonanya yang tak tertandingi .


Keduanya sibuk mengagumi apa yang mereka lihat saat ini .


Chandra bahkan menelan ludahnya kasar saat melihat tubuh indah sekretarisnya yang terlampau seksi malam ini . Di Kantor , Freya termasuk pribadi yang apa adanya . memakai celana bahan dipadukan dengan blazer serta rambut yang diikat sembarangan.


" Selamat malam tuan " sapa Freya menunduk hormat .


" Ah ya selamat malam " jawab Chandra gugup.


Freya hanya tersenyum , dirinya juga bingung harus mengatakan apa ?


" Ayo berangkat , yang lain sudah ada di sana "


Chandra mempersilahkan Freya masuk , lalu menutup pintunya saat dirinya memastikan Freya masuk dengan selamat .


Padahal cuma mau masuk kedalam mobil bukan ke kandang macan 🀦πŸ˜ͺ


Saat dalam perjalanan Freya hanya berdiam diri . Tak sepatah katapun keluar dari bibirnya . matanya hanya sibuk melihat keluar jendela mobil .


Chandra yang sedari tadi diam , nampaknya tengah menahan kesal didalam hatinya . matanya sesekali melirik , tepat pada penampilan Freya yang nampak seksi .


" Kenapa dengan pakaianmu ? " tanya nya . Sedari tadi Freya nampak menarik-narik dan tak nyaman saat belahan bajunya tersingkap kesamping dan membuat pahanya terekspos sempurna .

__ADS_1


Gugup , rupanya sedari tadi Chandra melihat gerak geriknya .


" Pakaianku ? kenapa memangnya ? " Freya balik bertanya .


" Kenapa kau menjawab pertanyaanku dengan pertanyaan juga " kekesalannya bertambah saat Freya nampak tak menyadari maksud ucapannya . Jelas-jelas sedari tadi dia sibuk membenahi bajunya yang kesana kemari .


Freya akhirnya memilih diam saat dirinya menyadari mimik muka laki-laki disampingnya berubah kesal . Entah karena apa , namun ia memilih diam agar tidak menjalar kemana-mana .


Butuh waktu cukup lama untuk sampai ditempat acara . Sebuah Club malam yang nampak ramai , bahkan lampu-lampu dari berbagai warna menghiasi tempat tersebut disertai dentuman musik yang cukup keras .


Freya nampak terbiasa saat datang ketempat seperti ini , karena dulu dirinya pernah datang ke sebuah club saat tanpa sengaja dirinya mengetahui kebusukan suaminya sendiri .


" Ayo masuk . Ingat jangan pernah pergi menjauh dari pengawasanku . Kau bisa habis ditangan laki-laki hidung belang kalau sampai hilang dari pengawasanku " bisik Chandra sedikit menunduk tepat ditelinga Freya .


Perlakuan Chandra yang tengah berbisik di telinganya , tentu saja membuat Freya merinding . Hembusan napas yang keluar dari bibir laki-laki itu berhembus tepat di telinganya.


Keduanya berjalan beriringan memasuki Club tersebut. Disambut dengan baik oleh para pegawai Club . Mungkin karena dia adalah CEO kaya raya ,pikir Freya .


Mata asisten Dean nampak memindai tubuh Freya dari atas sampai bawah hingga decak kagum terdengar dari bibirnya .


" Wow ... Kau nampak cantik dan seksi " ucap Dean sekali lagi . bibirnya tersenyum lebar dengan dua gelas sampanye ditangannya


" Terima kasih " jawab Freya tersenyum , seraya menerima gelas berisi alkohol yang diberikan asisten Dean untuknya .


" cih " Chandra nampak kesal . ditariknya Freya untuk masuk lebih dalam lagi , menuju ruangan dimana hanya akan ada mereka berdua disana .


Chandra tak suka keramaian seperti yang ada dilantai dasar club tadi . Dirinya lebih suka berada di ruangan VIP seperti saat ini .


" Kenapa kita ada disini ? " tanya Freya bingung .

__ADS_1


Orang kantor yang lain sedang berada dilantai dasar tadi , begitupun asisten Dean . Tapi dirinya malah ditarik oleh laki-laki yang saat ini sibuk menyesap minumannya dengan santai .


" emm karena aku malas bertemu mereka semua " jawab Chandra dengan muka datar nya .


" Kalau begitu aku saja yang kesana "


" Aku tak mengizinkannya nona " disertai nada yang penuh penekanan. Seolah ucapannya tak bisa dibantah .


Alis Freya menekuk tajam . Bukankah ini terdengar lucu ? Aku datang kesini dengan tujuan ingin bersenang-senang dengan mereka semua . Tapi kenapa aku ditahan disini oleh laki-laki gila yang tengah duduk tanpa rasa bersalah sedikitpun .


" Maaf tuan . Ini bukan jam kerja , jadi anda tidak bisa memerintah saya sesuka anda . Dan satu lagi , saya bukan anak dibawah umur yang harus tuan jaga dari dunia malam ini . Saya sudah pernah menikah dan saya tau mana yang buruk dan mana yang tidak " . Ketahuilah Freya benar-benar kesal saat ini .


Freya merasa diatur oleh Chandra , melarangnya ini itu . Seolah semua kata yang keluar dari mulutnya adalah perintah yang wajib ia lakukan .


Nampak Chandra memandang kearah Freya , matanya yang menatap tajam seraya berdiri menghampiri Freya yang tengah duduk disudut sofa .


" Coba kau ulangi lagi semua ucapan yang keluar dari mulut manis mu ini " dengan nada pelan namun menekan .


Freya yang merasa mulai terancam , memilih bangkit untuk bisa melarikan diri dari Chandra . Manusia satu itu berubah menakutkan , gumam Freya


Baru ingin berdiri dengan tegak , badannya langsung didorong mundur oleh tangan kekar itu , hingga membuatnya terduduk kembali .


" Kenapa kau gugup hem ? " bisik Chandra tepat didepan muka Freya. Tangannya membelai lembut pipi Freya yang nampak mulai ketakutan itu .


Ditepisnya tangan Chandra dengan kasar , hingga menimbulkan smirk tipis dibibir laki-laki itu.


" Ayolah katakan sekali lagi , aku ingin mendengarnya dengan jelas "


Oh sungguh, Freya ,benar-benar ingin menghilang dari belenggu tubuh tegap itu sekarang . Jantungnya bahkan berdetak lebih cepat saat ini.

__ADS_1


*Makasih ya udah mau baca πŸ’‹Rajin-rajin nulis komentar biar author tau kalau novel ini masih ada peminatnya πŸ€£β€οΈπŸ˜˜πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹


__ADS_2