
" Aku tidak mau " teriak Freya dengan matanya menyalang marah
"Oke oke tidak perlu berteriak baby , aku tidak akan memaksamu " ucap Chandra
Nafas nya yang naik turun menandakan kalau Freya benar-benar tengah marah saat ini . Marah dan menyesal , kenapa baru tau sekarang bagaimana sifat asli bosnya .
Pemimpin yang awalnya ia anggap manusia dermawan dan bijaksana , justru saat ini malah sebaliknya .
Lama mata mereka saling menatap satu sama lain . Menyiratkan perasaan satu sama lain melalui sorot mata .
Hingga akhirnya Chandra mengejutkan Freya dengan perkataan nya saat bibir itu membisikkan kalimat ditelinganya .
" Kau gila ? " teriak Freya
" Minggir , kalau tidak aku akan berteriak meminta tolong " ancam Freya yang justru dianggap lucu oleh Chandra
" Hahaha ... Kau lucu sekali baby "
" Kau ingin meminta tolong dengan siapa ?"
" Kau lupa kalau ini Club malam hem ? Tempat untuk bersenang-senang " ucap Chandra disela-sela tawanya .
Saat tawanya sudah mereda , Chandra melanjutkan perkataannya
" ahhh padahal malam ini aku berniat memper**samu , tapi sepertinya gagal . Kau sudah mengetahui semuanya sebelum aku melakukan rencanaku " jelas Chandra dengan ekspresi muka dibuat sesedih mungkin .
__ADS_1
Freya rasanya sudah tidak bisa berword word lagi . Sudah gila kah manusia didepannya ini ? pikirnya
be like : Jujur itu baik tapi selalu jujur juga tidak baik .
" menjijikkan " umpat Freya dengan lirih namun Chandra masih bisa mendengarnya . Bahkan dirinya hanya tersenyum saat itu .
Setelah beberapa saat , akhirnya Chandra menyingkir dari atas tubuh Freya yang membuat wanita itu bisa bernapas lega .
" Baiklah kau boleh pergi , temui lah mereka dibawah sana . Ingat banyak laki-laki mesum ditempat ini jadi berhati-hati lah " begitulah Chandra mewanti-wanti Freya agar tidak tergoda oleh rayuan para buaya disini dan dirinya termasuk dalam spesies itu 🐊.
Freya langsung pergi begitu saja tanpa mengucapkan apapun. Pada saat Freya membuka pintu ternyata asisten Dean tengah berdiri disamping pintu dengan muka datarnya.
Entah apa yang dilakukannya saat itu , pikirnya tidak perduli , toh itu juga bukan urusannya. Yang terpenting saat ini dirinya harus mencari temannya yang ia kenal dekat di kantor .
Dengan cahaya yang temaram ditambah banyaknya kerumunan manusia dilantai ini , apakah dirinya masih bisa menemukan temannya ?
Karena pusing dan tenaga nya terkuras karena kejadian tadi , akhirnya Freya memilih duduk dimeja bartender . memesan satu gelas minuman yang akan menemaninya saat ini sebelum bertemu temannya .
Saat sudah duduk , dirinya baru teringat akan tas nya. Dimana ya ? pikirnya . Dompet ,identitas dan ponsel ada disana semuanya.
" Ahh sial " umpat nya saat berhasil mengingatnya .
Kalau begini ceritanya dia tidak akan bisa berkutik tanpa benda itu . Ingin mengambilnya pun membuat nyalinya langsung menciut . takut hal serupa terjadi lagi nantinya .
Pada akhirnya ia lebih memilih berdiam diri dimeja bartender . Menunggu keajaiban datang kepadanya .
__ADS_1
Chandra tengah berbicara serius dengan Dean . Rupanya keadaan saat ini sedang tidak baik-baik saja . Salah satu dari musuh perusahaannya berniat menghancurkan pesta malam ini atau lebih tepatnya mengincar nyawa Chandra untuk dihabisi .
Menjadi CEO sukses diusia muda bukanlah hal mudah . Banyak dari sesama pebisnis yang merasa iri dengan kesuksesaannya hingga membuat mereka gelap mata dan ingin menghabisinya.
" Beritahu seluruh karyawan kita untuk segera kembali . Lakukan saja secara perlahan jangan sampai pergerakan kita terlihat oleh musuh. "
" Kita masih punya waktu lima belas menit dari sekarang . Oh ya suruh anak buah kita untuk mengantar Freya kembali ke apartemen pribadiku , disana tempat paling aman " titah Chandra ,
" Baiklah , lalu bagaimana denganmu ? " tanya Dean
" Lakukan saja , aku akan mengurus yang lain " Jawab Chabdra
Keduanya berpisah , Dean melaksanakan tugasnya sesuai perintah dan arahan dari Chandra . Melalui earphone mereka berkomunikasi
" Dimana Freya ? " tanya Chandra
" Aku belum menemukannya " jawab Dean sedikit gusar .
Matanya melihat sekitar , berjalan diantara himpitan orang . membalik setiap tubuh wanita yang ia rasa hampir mirip dengan Freya . Namun nihil , dirinya tak menemukan apapun .
" Bagaimana ? " tanya Chandra diseberang .
Khawatir , tentu saja . Dirinya tak mau Freya terlibat masalah ini . Masalah yang Freya sendiri tidak tau .
" Aku tidak mau tau , cari seluruh informasi atau petunjuk apapun tentang keberadaan Freya . " panggilan terputus . Dean masih berusaha menajamkan pandangannya untuk melihat Freya diantara kerumunan itu.
__ADS_1