
Restoran S'bar
Freya tengah sibuk memilih menu makanan lalu menyebutkannya pada pelayan restoran untuk dicatat .
Chandra yang melihatnya sedari tadi pun bingung " Kenapa itu semua makanan kesukaan ku ? " tanya nya dalam hati
Wajar saja kalau Freya tau makanan kesukaan Chandra , karena profesi sekertaris membuat Freya mengetahui banyak hal tentang Chandra , bosnya .
*
*
" Kenapa kau memesan semua makanan kesukaan ku ? " Mata Chandra memicing menatap Freya .
Freya yang mendengar nya pun berdecih sinis " Aku ingat seseorang berkata lapar hingga merajuk karena tak di beri makan "
Chandra tersipu malu mendengarnya , ia sadar diri yang dibicarakan Freya adalah dirinya . Padahal tadi ia bukan benar-benar lapar , ia hanya ingin memiliki waktu lebih lama bersama , Freya .
" Kau membawa ku kesini karena aku marah ? " tanya Chandra , yang merasa kesal dengan pernyataan Freya . Ya , walaupun yang dikatakan Freya adalah benar adanya .
" Menurutmu ? " sinis Freya " Aku tidak mungkin berbaik hati mau menemanimu makan kalau kau bukan atasanku " ucapnya seraya memutar bola matanya malas
Chandra tak menyahut , ia hanya memasang muka kesal . Biarkan saja wanita itu berbicara semaunya . Toh , ia bersama denganku sekarang " batinnya menyeringai puas
•
•
•
•
__ADS_1
Keduanya telah menyelesaikan makan malam nya , wanita itu tak banyak bicara kali ini . Padahal dia adalah tipe wanita cerewet yang ,Chandra ,tau sebelum kejadian beberapa hari lalu terjadi diantara keduanya .
" Ayo " tiba-tiba saja Chandra berdiri dari dari duduknya , membuat Freya bingung .
" Kemana ? " tanyanya dengan muka bingung
Laki-laki itupun menghela napas pelan " Ikut saja , tidak usah banyak tanya " ucapnya datar
" Aku mau pulang " jawab Freya sontak membuat Chandra menatapnya tajam
Laki-laki itupun kembali ketempat duduk nya ,dengan muka yang berubah kesal sekaligus marah
" Pulang ? " tanyanya dengan mimik muka kesal . Apa sebenarnya yang dicarinya saat pulang ? Berharap suaminya berubah ? cihh ... pikirnya .
" Hm " jawab Freya dengan bersiap memasukan barang-barangnya kedalam tas
Dengan pasrah , akhirnya Chandra mengantar Freya pulang . Walaupun dirinya belum puas berduaan dengan Freya , tapi dirinya sadar akan status keduanya yang tak mendukung .
Chandra hanya mengangguk , namun matanya tak pernah lepas mengikuti sampai Freya berjalan masuk dan semakin jauh . setelah itu iapun memilih pergi dari sana .
*
*
Freya yang baru memasuki rumahnya pun bergegas menuju kamarnya . Satu tempat yang langsung dia tuju adalah lemari penyimpanan berkas-berkas penting .
" Aku harus segera mendapatkannya , agar hidupku bisa bebas dari bajingan menjijikkan satu itu " gumamnya dengan geram .
Matanya menyalang tajam , yang siap menerkam musuh nya kapan saja.
Tanpa menunggu lama lagi , dirinya segera mencari berkas yang sedang ia cari .
__ADS_1
" Oke sudah lengkap " ucapnya puas dengan seringai tipis dibibirnya . Setelah itu diapun langsung menyimpan berkas itu kedalam tas nya .
Rasanya seperti ada beban yang terlepas dari tubuhnya . Satu keputusan yang sebelumnya cukup membuatnya sulit .
" huhh sepertinya aku bisa tidur nyenyak sekarang " ucapnya sebelum memejam kan mata.
Namun ia teringat akan laki-laki yang akhir-akhir ini selalu menghantui pikirannya . Terkesan aneh jika ia berpikir itu hanya niat baik sang atasan kepada sekertarisnya .
" Bagaimana nantinya jika dia tahu sesuatu terjadi padaku ? " tanya nya dalam hati .
Sepertinya Freya mulai memikirkan laki-laki itu sekarang . Rasanya juga tidak mungkin jika diabaikan terus menerus .
*
*
Hari ini Freya izin untuk tidak masuk kerja .
" Apa alasannya ? " tanya Chandra yang tengah mendapat laporan dari asistennya tentang Freya .
" Sakit " jawab Dean seraya melangkah menuju sofa untuk merebahkan badannya yang memang kurang fit hari ini .
Tapi tetap ia paksakan untuk bekerja karena tidak tega jika bosnya bekerja sendirian .
Chandra melirik melalui ekor matanya . Ia biarkan saja karena asistennya memang lain dari yang lain . Sebab , asisten pada umumnya akan hormat dan sungkan pada atasannya . Tapi, tidak dengan asisten Dean .
Chandra terdiam , sesekali matanya melirik asisten Dean yang tengah memejamkan matanya pada sofa .
" Kau sakit ? " tanya nya saat melihat bibir Dean yang sedikit pucat
" Mungkin karena lelah " jawab Dean lirih !
__ADS_1
" Kalau lelah istirahat, bukan malah kerja kesini " sindir Chandra sedikit tidak suka dengan sifat pekerja keras yang tak hilang-hilang sejak dulu .