
"Sepanjang pembimbingnya menjelaskan apa saja tugasnya nanti , dirinya hanya diam . Memikirkan apakah dirinya mampu melakukan tugas ini dengan baik ? apalagi dia belum punya pengalaman apapun " secuil rasa takut hinggap dihatinya ketika membayangkan ,tanggung jawab sebagai sekertaris presdir yang cukup berat .
#Flashback off
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dirumah sakit
Freya dan asisten Dean , baru saja turun dari mobil dan saat ini, masih berada diparkiran sebelum berjalan menuju ruangan dimana Chandra dirawat .
"Nona , nanti kau perkenalkan dirimu pada Tuan Chandra " ucap Dean yang berdiri di depan Freya
" Dan jangan takut dengan ekspresi tuan nanti , karena tuan Chandra , memang dingin dan sedikit kaku . Apalagi , dengan orang baru seperti Nona " jelas asisten Dean . Dirinya takut , sekertaris baru ini akan merasa tertekan dengan sifat tuannya
" Ya , saya memaklumi itu tuan " jawab Freya , keduanya tengah menaiki lift untuk menuju lantai dua dimana sang tuan dirawat
menarik napas dalam-dalam, sebelum dirinya memasuki ruangan rumah sakit.
Asisten Dean pun membuka pintu tersebut ,hingga memperlihatkan seorang laki-laki yang bertubuh tegap , tengah memakai kemeja nya yang belum terkancing sempurna , hingga membuat pemandangan yang begitu menggiurkan untuk dilewatkan begitu saja .
" Maaf tuan " ucap Asisten Dean dengan menundukkan badan diikuti oleh Freya disampingnya
" oh kau sudah datang " ucap Chandra , tanpa melihat kebelakang . Dirinya sibuk memakai pakaian nya
Setelah selesai memakai pakaiannya , diapun langsung berbalik ke belakang hingga membuat nya mengerutkan alis dalam, atas apa yang dilihatnnya saat ini
" Ini ...? pacar barumu ? " tanya Chandra dengan muka datarnya
" cihh ... ini sekertaris barumu , cantik bukan ? " tanya Dean dengan tersenyum bangga atas pilihannya
" cihh ... Buat apa cantik kalau kinerja nya buruk " ujar Chandra , membuat Freya yang semula menunduk , langsung menegakkan kepalanya . Seolah dia tidak terima dinilai seperti itu oleh sang bos
" maaf tuan , jika nantinya tuan tidak puas dengan kinerja saya , tuan bisa memecat saya dari sekertaris tuan " sahut Freya , dengan muka tegas nya . Dirinya merasa tertantang atas apa yang telah bos nya ucapkan tadi perihal keahliannya nanti
Sedangkan Chandra, hanya melirik tanpa berniat menjawab ucapan Freya .
__ADS_1
" Tenanglah nona , kau tidak perlu terpancing dengan ucapannya " bisik asisten Dean , yang sengaja memundurkan langkahnya menjadi dibelakang Freya .
" Aku tidak terpancing olehnya , hanya saja aku ingin terlihat tegas disini dan tidak mudah ditindas " jawab Freya dengan berbisik pula , sehingga mendapatkan lirikan tajam dari sang tuan , membuat keduanya langsung terdiam .
" Bagaimana perusahaan selama aku disini ? " tanya Chandra yang tengah duduk disofa
" Semua berjalan baik , tapi terpaksa , beberapa pertemuan dengan kolega lain ada yang ku tunda dulu , aku tidak sanggup untuk menghandle semua nya sendirian . Sedangkan untuk menyerahkan tugas ini ke yang lain, juga tidak mungkin. " jelas Asisten Dean , kemudian ikut duduk di salah satu sofa single yang ada disana
" Ya ... nanti kau serahkan saja semua jadwal pertemuan yang belum kau kerjakan "titah Chandra
Keduanya terlibat obrolan serius , hingga membuat satu sosok manusia yang tengah berdiri di tengah ruangan itupun berubah menjadi manekin hidup yang memang kehadirannya tidak diperlukan
merasa tidak dianggap , Freya , pun memutuskan untuk menunggu diluar saja " ehem " dehem nya mengalihkan obrolan antar atasan dan asisten terhenti sejenak " maaf tuan-tuan , sepertinya kehadiran saya disini kurang dibutuhkan . kalau begitu saya tunggu diluar saja " ucap Freya , seraya tersenyum dan langsung keluar begitu saja tanpa menunggu respon sang atasannya . Dirinya sudah terlanjur kesal , berdiri beberapa jam dan diabaikan , membuatnya menjadi manusia bodoh
Chandra , pun terheran dengan perilaku Freya " Kenapa dia ? " tanya Chandra , setelah Freya menghilang dibalik pintu rumah sakit
" Entahlah , mungkin dia kesal karena merasa kita abaikan " ujar asisten Dean , seraya mengedikkan bahunya keatas
......................
" menyebalkan sekali " gerutunya ketika mengingat kejadian dimana dia diabaikan oleh atasannya sendiri . dia tidak berharap harus dijamu dengan baik , tapi setidaknya perkenalan atau bahkan satu kalimat sebagai awal baik mereka bisa bekerja sama nantinya . Tapi , harapan hanyalah sebuah harapan , tak kala ia mendapatkan kalimat yang tidak mengenakkan dihatinya
" Terserahlah yang penting aku bisa bekerja dengan baik , tidak usah pedulikan bos dingin itu " gumamnya lalu menikmati coffee panas di hadapannya , sesekali matanya terpejam kala aroma coffee membuatnya tenang
......................
Adrian yang tengah sibuk di kantornya pun sampai lupa akan jam makan siangnya , karena perusahaan tengah disibukkan dengan pembuatan film baru yang akan mereka produksi tahun ini
toktoktok suara ketukan pintu dari luar mengalihkan pandangan Adrian
"Masuk" ucapnya kembali fokus pada dokumennya
" permisi tuan , diluar ada tamu yang ingin bertemu dengan tuan " ucap Bima , asisten nya .
" Siapa ? kalau tidak penting lebih baik kau suruh pergi saja . Aku sedang sibuk " jawab Adrian yang nampak acuh atas informasi yang dibawa oleh Bima
__ADS_1
" Tapi dia berkata jika dia adalah teman dekat Tuan "
" hahh ... suruh dia masuk " jawab Adrian pada akhirnya mengizinkan tamu ya untuk masuk
" Baiklah , saya permisi dulu " ucap Bima , lalu keluar dari ruangan Adrian
Setelah kepergian asistennya , Adrian pun menyandarkan badannya pada sandaran kursi seraya menghela napas
" siapa kira-kira teman lama ku ?" gumamnya
Tak lama pintu kembali diketuk dari luar membuat Adrian yang tengah melamun pun langsung menegakkan badannya lagi seraya melihat kearah pintu ruangannya
Munculah seseorang yang membuatnya kaget " Hei " ucapnya sedikit kaget dengan kehadiran teman lamanya ini .
" kapan kau tiba disini ? kenapa tidak mengabariku haa ?" tanya Adrian , berjalan menghampiri Raga , teman lamanya sejak SMP dulu . Mereka berpisah saat kuliah S2 , ketika Raga memutuskan kuliah diluar Negeri
" hehe aku kan ingin memberimu surprise dan ternyata berhasil " kekeh Raga , kemudian keduanya pun duduk disofa setelah berpelukan untuk melepas rindu
" Lain kali beritahu aku , agar aku bisa menjamu mu dengan baik " ucap Adrian , sedikit kesal dengan kejutan yang diberikan Raga
" cihh menjamu bagaimana yang kau maksud ? paling juga hanya menyiapkan makanan " ucap Raga , membuat Adrian menyengir ketika mendengar nya
Setelah bercerita panjang lebar , baik tentang jalan hidup mereka maupun tentang urusan kantor
" Bagaimana ? apakah kau sudah punya momongan ?" tanya Raga , dirinya sudah tau kalau Adrian sudah menikah , walaupun saat itu dia tak turut hadir menyaksikan sahabat nya menikah
" belum , entahlah mungkin kami masih belum diberi kepercayaan untuk itu " jawab Adrian tersenyum , walaupun raut wajahnya menggambarkan kesedihan
" Tak apa , kau masih harus berusaha untuk itu " ucap Raga menepuk bahu Adrian pelan membuat Adrian tersenyum
Pertemuan pertama mereka hari itu diakhiri dengan makan Siang di restoran . Dan masing-masing kembali keaktifitas mereka masing-masing
...HAPPY READING...
❤️❤️❤️❤️❤️❤️
__ADS_1