
" Silahkan " jawab Freya yang masih berdiri
jari chandra bergerak menunjuk dirinya lalu setelahnya menunjuk sofa yang ada disamping nya tepat dimana tadi ia duduk .
Aku hanya menggeleng sebagai jawaban . Bahkan hanya untuk sekedar mengangkat kepala pun aku tak berani apalagi disuruh duduk disampingnya ,bisa mati kutu aku .
Chandra yang gemas pun langsung menarik tangan sekertarisnya hingga membuat Freya terjatuh dengan posisi yang cukup ekstrim baginya
Freya yang nampak tak ada persiapan langsung limbung begitu saja .Mukanya berada tepat di dada bosnya , mendengar detak jantung yang menurutnya tidak normal
" Kenapa jantungnya berdetak cepat sekali ?" gumam Freya dalam hati
" ehm bisakah kau berdiri " ucap Chandra yang rikuh karena Freya menempel pada tubuhnya , apalagi tangan nakal wanita itu tengah berada diatas benda pusaka nya yang mudah sekali tergoda .
" astaga , maaf aku tidak sengaja tuan " dengan terburu-buru Freya berusaha berdiri . Tapi dia tidak menyadari bahwa satu tangan nya yang ada diatas benda keramat itu justru ia jadikan tumpuan untuk berdiri . Alhasil benda itu tertekan oleh tangannya dengan cukup kuat .
" Arghh dasar bodoh " teriak Chandra , bahkan matanya terpejam dengan bibir meringis . Ngilu dan panas ia rasakan saat ini . Benda berharga nya terpelintir dengan cukup kuat.
Freya yang terkejut hanya bisa menatap bergantian telapak tangannya lalu bosnya yang tengah meringis kesakitan dengan pandangan bingung . matanya hanya berkedip dengan bibir terbuka .
" ma...af aku tidak sengaja tuan " paniknya saat bosnya tak kunjung membaik
" Mana yang sakit , biar saya obati " tanyanya dengan muka polos membuat Chandra menatap nya tajam
" Kau gila ? " tanya nya kesal .
Apa katanya tadi ? ingin mengobati nya ? Dasar gila , apakah dia ingin memegangnya atau mengelusnya . Bahkan meniup dengan hembusan nafasnya , mungkin dia sudah terbiasa dengan hal itu pada suaminya .
" Cihh untung saja kau sudah menikah , mungkin aku akan berfikiran buruk tentangmu kalau kau masih gadis perawan " gumamnya dalam hati
" Aku gila ? Aku hanya ingin berniat baik untuk membantu mengobati rasa sakit mu , aku hanya merasa bersalah untuk itu " mendadak kesal karena disebut gila. padahal dirinya mempunyai niat baik
" Semoga sakitnya tambah parah " gumam Freya yang sudah terlanjur kesal memutuskan pergi meninggalkan bosnya .
__ADS_1
*
*
Freya tengah perjalanan pulang " masih jam lima " gumamnya , lalu mobilnya berbelok ke restoran makanan yang ada dipinggir jalan menuju rumahnya
" Silahkan masuk mbk " sapa pegawai restoran sembari membuka kan pintu untuk nya , restoran yang ramah .
" Terimakasih " jawabku seraya tersenyum , lalu aku berjalan memilih meja yang ada di pinggir kaca yang mengarah pada jalanan .
" silahkan memilih menunya mbak " ucap pegawai restoran yang datang membawakan buku menu
Tak lama pesanan ku datang , udang krispi ,sop iga serta tumis cumi menjadi pilihanku sore ini
" wahh enaknya " bahkan air liurku mau menetes melihat makanan yang nampak menggoda lidah nya untuk segera disantap
Saat ia tengah asik memakan makanan nya , seseorang datang menyapa nya dengan senyum menyebalkan " Hai sekertaris Freya " ucap Asisten Dean
" Oh hai " jawab Freya singkat , lalu kembali melanjutkan makannya .
" Tunggu dulu , kalau disini ada asisten mesum itu , berarti ada bos juga disini " gumam Freya lalu menoleh kearah dimana asisten Dean pergi , dan tebakannya benar , nampak Chandra tengah duduk bersama asisten Dean .
" Cihh kenapa dimana-mana ada mereka berdua " kesal Freya . Mereka cukup membuatnya kesal , yang satu mesum yang satu lagi bermulut pedas
" Sekertaris Freya ada disini " ucap Dean pada Chandra saat ia kembali dari menyapa Freya
" Lalu ? biarkan saja dia mau kemana dan dimana , ini tempat umum siapa saja bisa kesini " ucap Chandra yang nampak acuh atas ucapan Dean
" Kau tidak ingin menyapa nya ?" tanya Dean lagi dengan wajah menggoda . Dia tau sahabat sekaligus bosnya ini nampak tertarik dengan sekertaris Freya , namun perlu disayangkan nona Freya sudah bersuami .
Chandra merasa asistennya itu memang ada maksud lain pada ucapannya " Atas dasar apa bos menyapa sekertaris ? " sinis Chandra
" hehe aku lupa itu bisa menurunkan harga diri seorang bos sepertimu " jawab Dean dengan tersenyum , walaupun dalam hati ia tengah mengejek bosnya yang nampak ingin tapi gengsi .
__ADS_1
" Sudahlah habiskan saja makanan mu dengan benar " ucap Chandra
Keduanya makan dengan keheningan , sesekali Chandra mencuri pandang kearah Freya yang nampak sudah selesai dengan makanannya
" Ya halo , ada apa mbak ? " tanya Freya dalam sambungan telepon. Rupanya mbk Ririn yang meneleponnya .
" Bu , emm bapak sudah pulang tapi .... " Mbk Ririn nampak ragu melanjutkan ucapannya
" Tapi kenapa mbk ? " tanya Freya penasaran
" Bapak pulang dengan muka marah , bahkan bapak menyuruh saya untuk segera menelepon ibu agar cepat pulang " ucap Mbk Ririn pelan , bahkan dari nadanya terdengar tengah ketakutan .
" Huhh " Freya menghela napas kasar , tangannya menyugar rambutnya dengan gerakan kasar karena tengah kesal dengan tingkah suaminya . Setelah beberapa hari tidak pulang dan sekarang pulang dengan marah-marah tidak jelas .
" Iya saya akan pulang sekarang... tut tut " jawab Freya , kemudian dia segera beranjak pergi setelah membayar makanannya .
Nampaknya semua kejadian itu tak luput dari pandangan Chandra , ia tak sengaja melihat Freya yang nampak nya sedang merasa kesal atau marah setelah menerima telepon dari seseorang . Apakah itu suaminya ? pikirnya .
" Hey .. kau melihat apa ?" tanya Dean menyadarkan Chandra dari lamunannya , matanya mengikuti arah pandang Chandra pada hamparan meja yang kosong di belakang nya
" hah tidak aku tidak melihat apa-apa " jawab Chandra kemudian melanjutkan acara makannya
" Sekertaris Freya sudah pergi rupanya " ucap Dean saat meja Freya sudah bersih dan penghuninya sudah pergi.
Chandra menatap asistennya itu dengan pandangan sulit diartikan " Kenapa kau mencarinya ? " tanya nya
" Tidak ada , hanya ingin mengobrol saja dengannya "
" Dia sudah menikah , jangan macam-macam dengannya " Chandra seolah lupa bahwa selama ini dirinya yang nampak tak berhati-hati dengan istri orang lain .
" Kau tidak salah berkata seperti itu padaku ? bukankah itu lebih cocok untuk dirimu sendiri ? " Dean tersenyum miring , sempat menahan tawa karena merasa bosnya itu tengah melawak .
Chandra tak menjawab , melainkan memberi tatapan tajam pada asistennya . itupun sudah mampu membuat asistennya itu diam dan tak mampu berkutik lagi
__ADS_1
......HAPPY READING......