
Freya masih berada pada posisi awalnya , belum diperbolehkan kembali karena sang bos belum menemukan keinginannya
" Kau gila ? " tanya Freya sinis , Keinginan yang tentu saja tidak bisa ia kabulkan , tidak akan pernah !
" Aku sudah menduganya , kau akan menolak ku tanpa harus berfikir panjang " seolah putus asa karena permintaan nya ditolak begitu saja . Sepertinya pesona dalam dirinya sudah mulai surut dimata para wanita . Ketampanan nya seolah sirna begitu saja karena ulah Freya , sekertarisnya .
Dengan napas panjang nya Chandra bangkit dari ranjangnya , tatapan matanya membuat Freya takut , tatapan mata yang seolah ingin menerkamnya hidup-hidup " Ahhh badanku rasanya pegal semua " ucap Chandra memiringkan badannya kanan dan kiri seperti sedang melakukan pemanasan sebelum olahraga yang sesungguhnya
Freya menatapnya dengan was-was , bahkan ia langsung menggeser badannya menjauh saat Chandra bangkit dari ranjang nya " Mau ku panggilkan tukang urut ? " tanya Freya , sebagai seorang sekertaris ia harus peka atas keinginan tuan nya .
" Tukang urut ? " tanya Chandra seraya berfikir sedangkan Freya hanya mengangguk sebagai jawaban
" Tidak perlu . Aku ingin olahraga saja " jawab Chandra seraya tersenyum misterius .
" Olahraga ? " gumam Freya bingung . bukankah ini sudah malam ? Ini bukan waktu yang tepat untuk olahraga.
" Tapi ini sudah malam , bukankah olahraga bagus jika dilakukan di pagi hari ? " tanya Freya memastikan jika bosnya tidak sedang menghayal
" Pagi hari ? " tanya Chandra lagi
" Tapi aku ingin melakukan nya sekarang " lanjutnya dengan tersenyum tipis lalu kembali datar , seolah memberi kode bahwa keinginannya tak bisa dibantah
__ADS_1
Freya hanya melongo bak orang bodoh saat ini , setelah beberapa bulan bekerja , perlahan-lahan ia menjadi tahu hal-hal aneh yang disukai bosnya . Contohnya satu ini , ia mengeluh pegal tapi ingin melakukan olahraga dimalam hari bahkan ini sudah hampir tengah malam ?
" aaa begitu ya , lakukan saja sesukamu tuan . Kalau begitu aku permisi ingin kembali ke kamarku " ucap Freya menunduk hormat seraya tersenyum . Terserah mau olahraga sampai pagi pun bukan urusannya .
" eitss mau kemana ? " tanya Chandra seraya menarik pergelangan tangan Freya yang siap beranjak pergi
Freya kaget saat tangannya lagi-lagi ditarik sesuka hati " Apalagi tuan ? " tanya Freya seraya berusaha melepas cengkraman tangan yang dilakukan bosnya
" Olahraga .... Denganmu " Jlebb... Freya mendadak lemas saat mendengar kalimat terakhir yang keluar dari mulut bosnya .
Apa dia bilang , denganku ? Apakah dia benar-benar sehat akhir- akhir ini ? aishh aku benar-benar bisa gila . mendengar kata Olahraga saja sudah membuatku kesal apalagi ini ? arghh rasanya mulutku ingin mengumpat sekarang juga , bolehkah ?
" Ahhh bolehkah aku mengumpat mu ? " tanya Freya dengan wajah frustasi nya
" Kenapa kau harus mengumpat ku ?" tanya Chandra bingung . Dirinya tak merasa melakukan kesalahan apapun , lantas kenapa harus mendapat umpatan .
" Karena kau menyebalkan " teriak Freya pada akhirnya tak bisa menahan emosinya .
" Hei mulutmu berani berteriak padaku ? Seorang Chandra Restama dikatai menyebalkan oleh wanita sepertimu ? ahh sungguh sulit dipercaya " ucap Chandra seraya tertawa tak percaya
" Kau tau , Kau akan menjadi bulan-bulanan para wanita yang mengejarku kalau sampai mereka tau kau mengumpat ku " ucap Chandra dengan percaya diri nya yang tinggi . Ya walaupun yang dia katakan bukan sebuah bualan , tapi setidaknya jangan senarsis itu sebagai laki-laki .
__ADS_1
" Ya kau memang tampan dan kaya . Hanya itu yang mereka tau jadi mereka menyukaimu . Seandainya mereka ada diposisiku aku tidak menjamin mereka akan tetap menyukaimu seperti sebelumnya " ucap Freya membuat Chandra kesal
" Kauu ... " geram Chandra seraya melotot didepan muka Freya yang hanya berjarak tiga puluh cm darinya
" Apa ... ? yang kukatakan benar bukan ? hahaha " tanya Freya seraya tertawa lepas
Dan pada akhirnya yang seharusnya tidak terjadi menjadi terjadi , Cupp ...sebuah kecupan bibir menghentikan tawa nya . Badannya ditarik dengan begitu kuat hingga membuatnya terpental menabrak tubuh tegap nan keras milik laki-laki yang tengah menciumnya saat ini.
Ingatkan Freya untuk bernapas 🤣🤣🤣
Perlahan sebuah kecupan menjadi ******* bibir dengan ritme yang cukup cepat . Sedangkan Freya hanya diam tak membalas , ia masih syok tas apa yang terjadi .
Sedangkan Chandra tengah sibuk mengecup , ******* bibir seksi yang menggodanya dari beberapa menit yang lalu . Ia sudah berusaha menahannya , tapi karena imannya yang setipis sutra membuatnya mudah goyah begitu saja . Salahkan saja pesona wanita bersuami satu ini . Pesona yang membuatnya terpanah untuk pertama kali kepada wanita . Berbeda saat ia bersama dengan mantan pacarnya Siska .
" emmm " gumam Freya tertahan oleh ciuman yang dilakukan Chandra padanya .
" akhhh " teriak Freya saat bibirnya digigit begitu saja oleh Chandra , dan itu menjadi kesempatan emas untuk Chandra menjelajah masuk kedalam mulut Freya.
Freya terbawa suasana hingga membuatnya memejamkan mata menikmati sentuhan lembut pada bibirnya . Bohong jika ia tak membalas ciuman itu . Dirinya bukanlah wanita polos yang bekum tau tentang hal seperti itu , ingatlah bahwa ia sudah bersuami .
Selamat membaca ☺️☺️
__ADS_1