JODOHKU Bukan SUAMI PERTAMAKU

JODOHKU Bukan SUAMI PERTAMAKU
Aku menyukaimu !


__ADS_3

Karena sudah larut malam , taksi sulit ditemukan membuatnya mau tak mau berjalan kaki sampai ia berhasil menemukan taksi untuk sampai kehotel .


" Apes banget sih , gak ada satupun taksi yang lewat ? " tanya nya dengan kesal


Dengan langkah gontainya akhirnya Freya sampai di hotel ia menginap . Ia benar-benar ingin tidur untuk saat ini juga . Tidak hanya tubuh yang lelah namun hatinya juga lelah .


" huhh " menghembuskan napas kasar nya karena berjalan lumayan jauh


Didalam lift ia pun bersandar pada tembok lif seraya memejamkan mata , kebetulan didalam lif sedang sepi .


tinggg bunyi pintu lif yang terbuka menandakan bahwa ia sudah sampai dilantai yang ia tuju , perlahan ia pun membuka matanya . Saat akan melangkah keluar , ia dikagetkan dengan kemunculan sosok laki-laki tampan yang memberinya pandangan tak bersahabat


" omoo ..." teriaknya seraya mundur kebelakang bahkan sampai menabrak tembok lif


" Haisss kau membuatku kaget " gumam Freya seraya mengelus dadanya pelan seraya berdiri dengan benar , saat tau bahwa yang berdiri didepannya adalah Chandra


Sedangkan Chandra hanya memandangnya dengan muka datar , tangan yang tengah berkacak pinggang menandakan bahwa ia tidak baik-baik saja .


Freya yang merasa tidak bersalah hanya bersikap seolah tidak ada yang terjadi . Dengan santainya ia melangkah keluar dari lif dimana Chandra tengah berdiri didepan pintu lif dengan wajah datarnya .


" Kenapa ? " tanya Freya saat Chandra masih menatapnya datar . Freya yang ditatap begitu tentu saja merasa risih , apakah ia melakukan kesalahan lagi ? apakah ada yang salah dengan penampilannya ?


" Kenapa tidak mengangkat teleponku ? " tanya Chandra saat Freya akan masuk kedalam kamarnya


Dengan mengernyit heran , Freya pun kembali bertanya-tanya kepada dirinya sendiri " menelepon ? Kapan , bukankah aku sudah mengangkatnya tadi ? " gumam Freya yang terdengar oleh Chandra


" huhh ... Yang kedua kau tak menjawab teleponku ? " dengan kesal Chandra menjawab

__ADS_1


" Yang kedua ? " tanya Freya , lalu ia pun mengeluarkan ponselnya untuk melihat daftar panggilan hari ini


Setelah ia berusaha menyalakan ponselnya namun gagal , dengan senyum bersalah nya Freya mengatakan " hemm maaf " ucapnya seraya menunjukan kondisi ponselnya yang sudah mati karena baterai habis


Chandra hanya bisa menghela napasnya berkali-kali karena merasa kesal sekaligus khawatir . Takut terjadi sesuatu dengan sekertarisnya


" Lain kali kalau mau pergi bicara lah , agar aku tak mencemaskan mu " ucap Chandra dengan ekspresi wajah yang sudah melunak


Sejenak ia berusaha mencerna apa yang dikatakan oleh bosnya " Emm oke , kalau gitu saya masuk dulu bye bye "


Perlahan pintu tertutup dengan menghilangnya Freya meninggalkan Chandra yang tetap berdiri diluar sana.


Freya tengah bersandar pada daun pintu seraya memikirkan perubahan sikap bosnya yang semakin mencurigakan . Apakah ini akan tetap baik-baik saja ? Aku sungguh memikirkan hal itu jika saja itu benar adanya .


" Mencium Ku lalu mengkhawatirkan ku ? bukankah itu diluar kuasa seorang bos kepada sekertaris ? " tanya nya dalam hati


Freya pun memutuskan untuk mandi sebelum pada akhirnya memilih tidur . Memutuskan berendam untuk merilekskan otot-otot tubuhnya yang kaku " Apakah pekerjaan disini masih lama ? Sepertinya hari-hari ku akan berjalan berat mulai sekarang " gumam nya dengan mata terpejam bersandar pada bathtub


Beberapa menit kemudian Freya telah menyelesaikan ritual mandinya , bersiap memejamkan mata di kasur empuk yang telah disediakan oleh pihak hotel .


" Ahhh nyamannya " gumam nya saat empuknya kasur menyentuh kulitnya


tok tok tok pintu kamarnya diketuk oleh seseorang dari luar , membuatnya sedikit kesal karena acara istirahat nya terganggu


" Kau ? Kenapa kau da...tang ? " tanya Freya saat melihat bosnya masuk begitu saja saat pintu nya ia buka


Sedangkan Chandra tak menghiraukan pertanyaan sang pemilik kamar , matanya sibuk melihat-lihat kondisi kamar yang pada dasarnya sama dengan yang ia tempati

__ADS_1


Freya yang merasa kesal karena diabaikan bahkan istirahatnya harus terganggu karena kedatangan tamu tak diundang satu ini


" Hei kenapa kau ada disini ? " tanya Freya saat ia melangkah mengikuti Chandra yang ada didepannya


" Karena kau membukakan pintu untukku " jawab Chandra acuh , sedangkan Freya ingin sekali melayangkan satu pukulan dikepala bosnya agar cepat sadar


Chandra memutar badannya menghadap Freya yang tengah memandangnya sengit " Sebentar lagi pesanan akan datang , jangan lupa mengambilnya oke "


Freya terdiam , matanya mengikuti gerak gerik Chandra yang saat ini tengah merebahkan badannya pada sofa besar yang ada didepan TV " Makanan ? Apakah dia lapar ? lalu kenapa tidak makan ditempatnya saja ? "


" Kau menyukaiku ? " tanya Freya dengan lantang , membuat Chandra yang tadinya terpejam menjadi terbuka lebar


Lama terdiam , hingga gelak tawa keluar dari mulut Chandra " Hahaha apa kau bilang ? Aku menyukaimu ? "


" Iya aku menyukaimu nona Freya " ucap Chandra mendadak membuat sekujur tubuh Freya berhenti berfungsi , bahkan detak jantungnya sempat berhenti beberapa detik


" Menyukaiku ? " gumamnya lirih , pandangan matanya lurus dan kosong . Ia seolah tidak terima atas pernyataan yang diungkapkan oleh bosnya .


Menyukai seseorang bukanlah hal yang salah , tapi tidak dengan menyukai milik orang lain . Aku adalah milikku sendiri . Tapi , statusku masih menjadi istri sahnya .


" Tapi , kenapa kau menyukaiku ? " tanya Freya saat ia sudah tersadar dari rasa terkejutnya


" Tidak ada alasan untuk menyukaimu , Aku menyukai semua yang ada pada dirimu " jawab Chandra dengan mata menatap Freya .


Maaf ya kalau ceritanya gak nyambung.


Authornya lagi ga fokus 😴😴

__ADS_1


__ADS_2