
Dengan mengendarai mobil pribadinya , dia akan berangkat kekantor tanpa sopir . Dia tipe orang yang mandiri , dan tidak suka akan keberadaan orang-orang asing didekatnya . Jadi sebisa mungkin ia membatasi komunikasi dengan banyak orang , Kecuali saat bekerja .
...****************...
Setibanya dikantor , Freya pun langsung memarkirkan mobilnya di parkiran khusus untuk orang penting diperusahaan , karena dirinya sekertaris presdir , jadi bisa dianggap penting .
Saat dirinya membuka pintu mobil lalu keluar . penampilannya yang selalu perfect membuat siapa saja kagum melihatnya , apalagi dengan bentuk tubuhnya yang ideal , mau dipakaikan pakaian apa saja pasti akan indah dipandang mata
mengecek kembali penampilannya di kaca spion mobil "sepertinya ada yang kurang " gumamnya memperhatikan kembali mukanya " ahh kacamata " diambilnya kacamata hitam yang ada ditas , langsung dipakainya sehingga membuat aura tegas muncul pada dirinya , entahlah apakah itu bertujuan agar para bawahannya itu tunduk padanya atau memang sedang tebar pesona
"Oke perfect" ucapnya dengan senyum miringnya , berjalan dengan dada sedikit membusung dan kepala yang sengaja diangkat keatas membuatnya selaras dengan penampilan hari ini yang cukup berani , rok pendek biru tua diatas lutut dengan kemeja berwarna hitam dan jas nya yang berwarna sama dengan roknya begitu membuat mata memandang menjadi panas
Tiba-tiba saat akan melangkah dari arah belakang , sebuah mobil mewah datang dengan tiba-tiba membuat dirinya kaget , bahkan hampir tertabrak kalau saja ia tidak segera menyingkir
" Siapa sih ? pagi-pagi udah bikin kesel " kesal nya memandang sengit mobil mewah tersebut yang tengah mencari tempat parkir .
Dengan kesal Freya pun mendatangi mobil tersebut , dan tak lama pemilik mobil keluar membuat Freya langsung menghentikan langkah nya seraya menelan ludahnya yang terasa sulit untuk ditelan , entahlah .
" Big Boss " gumamnya kaget , ia lupa jika hari ini bosnya itu sudah masuk kerja , padahal semalam ia masing mengingatnya , tapi kenapa pagi ini mendadak lupa " Dasar bodoh " umpatnya pada diri sendiri
Buru-buru ia segera menghampiri sang big bos , hanya sekedar menyapa , sebab kalaupun ingin berbalik pergi dan pura-pura tak melihat , sepertinya itu ide buruk , sebab ia sudah tertangkap basah oleh sang bos
" Pagi tuan " sapa Freya seraya lalu menundukkan badannya
__ADS_1
" hem" jawab Chandra dingin , lalu melangkah pergi tanpa memperdulikan Freya dibelakang sana yang tengah menatapnya kesal
" Gak sopan banget sih , mentang-mentang jadi Presdir , gak mau mengenal orang rendahan kayak kami " omel Freya ,seraya menghentakkan kakinya kelantai beberapa kali lalu menyusul Chandra yang sudah lumayan jauh dari pandangannya
Sesampainya diruangan masing-masing , mereka disibukkan dengan urusan pekerjaan , Freya yang tengah sibuk menerima telepon dari berbagai kolega untuk membuat pertemuan baru dengan presdirnya , sedangkan asisten Dean dan sang Presdir Chandra Restama tengah sibuk membahas masalah beberapa proyek yang tengah dikerjakan oleh perusahaan mereka
tok tok tok
ketukan pintu ruangan membuyarkan fokus mereka berdua "Masuk" teriak Chandra tanpa menoleh kearah pintu
" Maaf tuan sebelumnya , saya izin pulang dulu , karena ini jam istirahat . saya akan kembali lagi kekantor , akan saya usahakan sebelum waktu jam kerja saya akan sampai dikantor lagi " tanya Freya menunduk takut
" Kenapa ? apakah itu penting ? " tanya Dean mengerutkan alisnya kala melihat raut muka Freya yang seperti buru-buru dan terkesan khawatir
" emm ada sesuatu hal yang harus saya urus dirumah . Maaf saya tidak bisa mengatakan apa dan kenapa nya dengan jelas " sedikit was-was takut tidak diizinkan kala melihat sifat sang big boss yang dingin padanya
" Terima kasih tuan , saya akan kembali secepatnya janji " senyum terbit dibibir Freya
"Kalau begitu saya permisi dulu " setelah berpamitan dan tak lupa menunduk sebelum benar-benar pergi dari ruangan bosnya
Setelah pintu ruangan tertutup rapat , Dean pun menoleh pada Chandra dengan tatapan bingungnya " Kenapa kau memberinya izin ? bukankah nanti kau akan ada meeting dadakan dengan investor dari USA ? dan kau pasti membutuhkan Freya untuk hadir dalam pertemuan itu kan ? " tanya Dean ketika Chandra hanya diam tanpa berniat menjawab pertanyaan nya
" Aku tidak bisa menemanimu jika nantinya Freya terlambat kembali kekantor , karena aku sudah ada jadwal ke Bandung mengecek progres proyek yang ada disana " lanjut Dean
__ADS_1
" hem pergilah " mendengar jawaban pria disampingnya ini membuat Dean harus banyak-banyak bersabar untuk menghadapi manusia setengah batu tersebut
" Ya tentu saja aku akan pergi , untuk apa juga aku ada disini " gumam nya sedikit mencibir . memilih bangkit dari sofa lalu berjalan keluar ruangan dengan muka kesal nya
*
*
*
*
Freya langsung pulang dengan terburu-buru bahkan beberapa karyawan memandangnya heran
" Duh mas Adrian ada-ada saja deh " kesal nya , karena tadi dirinya sudah ditelepon oleh pembantunya , katanya bapak mabuk parah , bahkan sampai muntah darah , dan itu cukup membuat Freya khawatir
Tadinya ia hanya bilang untuk buatkan sup hangat saja , agar mengurangi rasa pengar akibat alkohol yang diminum oleh sang suami , tapi tiba-tiba saja suaminya itu malah muntah sampai keluar darah sehingga membuat dirinya terpaksa izin pada sang bos
Sesampainya dirumah , buru-buru Freya turun dari mobilnya dengan langkah lebar , karena waktunya tidak banyak
" mbk ..." panggil Freya , membuat Mbk Ririn melangkah asal sumber suara
"Bapak dimana ? " tanya Freya melirik arah sekitar
__ADS_1
" Bapak ada dikamar tamu bu . Tadi beliau pulang diantar oleh temannya " jawab mbk Ririn
...HAPPY READING...