
#Flashback
seusai makan malam yang romantis , chandra pun mengantarkan Siska untuk menginap di hotel yang telah dipesannya . Ya walaupun mood Chandra sempat hilang tadi akibat ulah Siska yang terlambat . Tapi dia berusaha memaafkan nya , sebab dia memang tau keadaan keduanya yang memang seringkali sibuk hingga mengabaikan keharmonisan hubungan mereka
"Cupp .... selamat malam sayang " ucap Siska sebelum turun dari mobil Chandra
" Ya... Istirahatlah agar besok tubuhmu segar saat beraktivitas " sahut Chandra , setelah itu baru Siska turun dari mobil
Tersenyum sampai mobil Chandra tak lagi terlihat membuatnya bernafas lega
" huhh akhirnya selesai juga masalah malam ini " gumamnya seraya mengelus dadanya
" Lebih baik aku istirahat " putusnya , kemudian melangkah pergi memasuki hotel
Didalam Mobil
Diperjalanan pulang ,tak lupa ia mengabari asisten Dean untuk menjemputnya besok . Biasanya ia memang berangkat membawa mobil sendiri .
Sesampainya dirumah , ia pun langsung mandi dan berganti pakaian tidur , sebelum tidur dirinya memilih untuk melihat agenda jadwalnya besok
#Flashback off
Hari ini suasana perusahaan TAMACORPS sedikit lebih ramai , karena adanya para peserta yang akan mengikuti interview termasuk Freya
”Permisi , saya atas nama Freya Allesia mendapat panggilan interview disini ” ujar Freya pada pegawai resepsionis
”ah iya , silahkan naik kelantai empat ,lalu tunggulah dikursi tunggu yang telah disediakan . Nanti akan ada orang yang bertugas membimbing para peserta ”jelas pegawai tersebut dengan ramah
" baiklah , Terimakasih nona " jawab Freya dengan tersenyum
Terlihat di kursi tunggu yang dimaksud nona pegawai tadi ternyata sudah banyak yang menempati , itu tandanya mereka juga pelamar seperti dirinya . Melihat banyaknya orang yang hadir membuatnya sedikit tidak percaya diri , apakah dirinya mampu mengalahkan puluhan orang yang ada disini ? Sedangkan aku belum pernah bekerja semenjak lulus kuliah
" Permisi " ucapnya seraya tersenyum pada pelamar lain
Setelah beberapa menit menunggu , akhirnya satu persatu dari kami pun mulai interview yang dipimpin langsung oleh pemilik atau CEO perusahaan
"Nona Freya Allesia " panggil perempuan berseragam rapi nan seksi yang memang bertugas memanggil nama-nama para pencalon
" Dag dig dug serrr ..... haduh kok jadi grogi gini sih " gumam nya seraya bangkit dan mengambil napas panjang untuk menormalkan detak jantungnya
__ADS_1
Waktu terasa berjalan begitu lambat , didalam ruangan pun suasana begitu tegang , apalagi saat pemimpin perusahaan sedang mengamati , duduk di kursi paling tengah dengan pandangan matanya yang tajam , membuat bulu kuduk Freya merinding .
Setiap kali tak sengaja bersitatap
dengan matanya , buru-buru Freya langsung menoleh kesembarang arah
Tiba-tiba dipertengahan interview nya Sang CEO pergi begitu saja setelah berbisik dengan laki-laki disampingnya .
Wajahnya memang terlihat pucat , tapi apakah dia pergi karena sakit ? Ah sudahlah itu bukan urusanku
”Sudah selesai , anda bisa keluar sekarang nona . Nanti hasilnya akan diumumkan di Email masing-masing " ucap asisten Dean
" Baik . Selamat siang tuan-tuan dan nona " ucap Freya seraya bangkit dan setelah itu membungkuk hormat
Ruangan CEO
Chandra yang tengah memejamkan matanya dengan bersandar pada sofa yang ada diruangannya . Entahlah hari ini sepertinya dia kurang enak badan , kepalanya pusing . Sudah sejak tadi dia menahan tubuhnya untuk tetap bertahan .
Tapi dari pada pingsan didepan banyak orang , mau ditaruh dimana mukanya nanti ? bisa malu dia sebagai CEO , dengan badan yang kekar bisa pingsan didepan karyawannya sendiri
" huhh lemas sekali " lirih nya , bahkan dia seperti tidak punya tenaga sama sekali saat ini
" Tuan " panggil asisten Dean , yang sudah selesai dengan kegiatannya yang sengaja dipercepat . Dia sedikit khawatir dengan keadaan bos nya , apalagi tadi wajah nya yang terlihat pucat , dan keringat dingin yang keluar dari tubuh bosnya
" Kerumah sakit saja kalau memang sudah tidak kuat " ujar Dean seraya mengeluarkan ponsel nya berniat menelepon sopir untuk datang menjemput nya dan Chandra
" Tidak perlu" jawab Chandra membuat asisten Dean menoleh kearah Chandra " why ? Kau sedang sakit , sebaiknya kita ke dokter sebelum keadaan mu semakin parah " kesal Dean , Chandra memang susah sekali jika di suruh ke Dokter . Padahal tubuhnya sudah panas dingin
" Aku pulang saja , istirahat dirumah " jawab Chandra membuka matanya perlahan . Kemudian berusaha bangkit ,namun tiba-tiba tubuhnya terhuyung kesamping . Untung saja ada asisten Dean , jadi langsung ditangkapnya tubuh lemas itu
" aishh kubilang kita kerumah sakit , agar kau bisa dirawat disana dan ada yang mengurusimu " omel asisten Dean yang masih didengar oleh Chandra
Setelah membaringkan Chandra di sofa , Dean pun langsung menelepon sopir yang ingin diteleponnya tadi untuk datang . Setelah beres , diapun duduk disamping Chandra yang sedang tertidur
" Kasihan sekali kau ini , punya pacar tapi tidak mau mengurusmu . Hanya mau uang uang dan uang " omel nya memandang miris Chandra
" Mata duitan ,centil lagi . Sukanya mengumbar aurat dimana-mana , kayak enggak ada wanita lain saja kau ini memacari manusia seperti itu " ucapnya dengan muka kesal
" kau itu tampan , kaya . Pasti banyak yang mau dengan mu dude "
__ADS_1
" akupun kalau dikasih modelan kayak si Siska , gak bakalan mau gue "
(Kok mirip emak-emak sih cerewetnya , tampan )😂😂
Setibanya dirumah sakit , Chandra pun langsung mendapatkan perawatan .Penyebab nya adalah karena kurang istirahat , makan tidak teratur dan terlalu banyak mengkonsumsi kopi
" Untuk apa kau bekerja setengah mati , jika kau saja tidak bisa menikmati hasilnya nanti " ketus asisten Dean , yang saat ini tengah mengupas buah untuk Chandra
" Kalau tidak iklas merawatku , lebih baik kau pulang sana " jawab Chandra sedikit kesal , karena dari tadi asistennya itu mengoceh , seakan tidak iklas jika direpotkan oleh nya
" hei manusia batu , bukannya aku tidak mau merawatmu ya .... Tapi karena aku akan jauh lebih sibuk diperusahaan jika kau tidak ada . Ditambah kau harus sakit juga dan itupun aku juga yang mengurusmu . " ucapnya dengan memandang Chandra
" Ayolah ... aku juga kewalahan jika harus mengerjakannya sendiri "keluhnya dengan ekspresi sedih
" Lalu ? " tanya Chandra dengan alis terangkat
" Ya kau harus mencari istri yang mau merawat semua keperluan mu . Lagian kau itu juga sudah waktunya menikah " ujar nya dengan mulut penuh makanan
" Siska , belum siap untuk ku ajak nikah " jawab Chandra seraya menghela napas panjang
" Dia lagi dia lagi ... Aku bosan mendengar namanya " ucap Dean
" Hei sialan .. kau kira aku punya kekasih berapa ha ? kalau bukan Siska , siapa lagi ?" kesal Chandra yang terkadang dibuat kesal dengan ucapan asistennya itu
" Hei ... dengarkan baik -baik ya , didunia ini wanita cantik dan seksi banyak dan berakhlak baik pun banyak "
" macam hidup dijaman purba saja kau ini , begitu saja tidak tau " lanjut Dean lirih
" Mulutmu minta ku jahit ya ? " tanya Chandra dengan nada geram
" Tidak perlu" jawab Dean , kemudian memilih diam dan fokus melanjutkan makan buah yang telah dikupasnya tadi
...HAPPY READING ...
Maaf ya guys , author jarang upload . Author lagi sakit , ini aja dipaksain buat bikin ceeita . Takut para pembaca kecewa karena nunggu lama 🙏🙏🙏
.
.
__ADS_1
.
.