
Otaknya terus saja berfikir sejak mendengar penjelasan Dean bahwa laki-laki yang tengah berbicara dengan Freya adalah seorang pengacara . Apalagi mengurus perihal perceraian .
" Bercerai ? " gumamnya , dengan muka bingung .
Setelah kejadian dibar waktu itu , dirinya pernah bertanya sesekali bagaimana keadaan rumah tangga sekretarisnya itu . Tapi informasi yang Chandra dapat rumah tangga Freya baik-baik saja .
Chandra menyandandarkan badannya pada punggung kursi seraya melihat kearah Freya yang terlihat termenung .
Ingin sekali rasanya ia menghampiri wanita itu , tapi dirinya harus menjawab apa saat Freya bertanya alasannya datang .
" Ehem " pada akhirnya Chandra memilih mendekat kemeja Freya . Tentang alasan jika nantinya Freya bertanya sudah ia lupakan . Yang lebih penting sekarang adalah bisa lebih dekat dengan wanita pujaannya .
" Kamu ? " Freya nampak kaget saat bosnya , Chandra , tiba-tiba duduk disamping nya .
Freya nampak melihat sekitar , siapa tau ia menemukan orang yang dikenalnya datang bersama Chandra .
Namun nihil , ia tak menemukan apapun .
" Hemm... Kenapa ? " tanya Chandra , yang terlihat biasa saja .
" Kamu ngikutin aku ya ? " dengan nada kesal , Freya menuduh Chandra . Kalau tidak kenapa bisa ada bosnya di jam kerja seperti ini .
Mendengar bahwa ia dituduh menguntit membuatnya kesal dan tidak terima . Luang sekali waktunya sebagai presdir bisa menguntit karyawannya .
" Atas dasar apa aku menguntit mu sampai kesini ? "
Freya terdiam , nampaknya ia juga berfikir untuk apa bosnya yang gila kerja itu berniat menguntit dirinya .
__ADS_1
" Oh ya ,,, bukankah kau membuat izin tidak masuk kerja karena sakit ? " tanya Chandra seraya menelisik tubuh sekertaris nya itu dengan teliti .
Tidak ada yang cacat dan nampak sehat bugar . Kecuali lingkar matanya yang nampak sembab dan mempunyai garis hitam dibawahnya .
Freya mendadak gagu , dirinya lupa kalau alasan kali ini karena sakit dan dirinya malah berkeliaran dimana-mana . Pikirnya tadi dirinya tak mungkin bertemu dengan orang kantor.
" aaa itu karena aku bosan dirumah " Freya tersenyum paksa agar Chandra percaya padanya .
Chandra melirik sinis " Cihh... Tapi tadi aku melihatmu dengan seseorang , siapa ? " tanya Chandra semakin memojokkan Freya agar bicara jujur dengannya .
Freya terdiam , kenapa bosnya semakin lama semakin kepo perihal kehidupannya . Dan itu membuatnya sedikit tidak nyaman .
" Dengan pamanku " jawab Freya asal . Bodo amat Chandra akan percaya atau tidak . Toh tidak ada gunanya ia menjelaskan kalau pada akhirnya Chandra akan memilih asisten Dean untuk mencari tau sendiri .
" Cihh paman berkedok pengacara " gumam Chandra , yang terdengar samar ditelinga Freya .
" mau kemana? " tanya Chandra sebelum Freya melangkah pergi
" Pulang " jawab Freya singkat
" Tunggu dulu " cegah Chandra seraya menahan tangan Freya
Freya menoleh , dahinya berkerut menandakan kebingungan ?
" Aku yang akan mengantarmu " setelah mengatakan itu , Chandra pun bergegas bangkit seraya memanggil pelayan untuk meminta bil tanpa melepaskan genggaman tangannya pada tangan Freya .
" pelayan "
__ADS_1
Tak lama pelayan pun datang seraya menyerahkan bil yang diminta Chandra .
" Terimakasih " ucap pelayan setelah pembayaran selesai lalu pergi mengundurkan diri .
Setelahnya Chandra pun bergegas pergi seraya menarik tangan Freya . Baru beberapa langkah tiba-tiba langkahnya tertahan , rupanya Freya yang tiba-tiba saja berhenti .
" Kenapa ? " tanya Chandra menoleh kebelakang dimana Freya berada
Freya menunjuk tangannya yang masih asik digenggam oleh Chandra melalui ekor matanya .
" Bisa dilepaskan ? kalau sampai orang yang mengenal kita melihatnya itu bukanlah hal baik ." jelas Freya dengan sorot matanya yang tajam .
" Biarkan saja , bergandengan tangan bukankah hal lumrah yang dilakukan sepasang kekasih saat ini "
Deg , Freya terdiam .
" Tapi kita bukan kekasih " dengan wajah datar Freya menggeleng samar .
Ah benar , kenapa aku tiba-tiba berpikir dia kekasihku ? arghh bukankah ini memalukan , ringis Chandra saat tau kesalahannya .
" Ohh I am sorry Freya " ucapnya seraya melepaskan tangan Freya seraya perlahan .
Freya hanya melirik tanpa berkomentar , rasa canggung menghampiri keduanya . Chandra yang malu karena salah mengira Freya kekasihnya dan Freya yang malu karena tangannya yang digandeng oleh Chandra .
" ehem ayo aku akan mengantarmu " ucap Chandra memecah suasana canggung .
" hmm " gumam Freya lalu melangkah dibelakang Chandra dengan menundukkan kepala.
__ADS_1
Duhh kenapa jantung gue berdebar gini sih ? masa iya gue baper sama bos satu ini ? gumam nya seraya melirik Chandra yang ada didepan nya . Melihat punggung nya saja sudah membuat Freya tambah berdebar , apalagi kalau natap matanya , mungkin bisa copot ini jantung. gumamnya seraya menghembuskan napas pelan agar rileks .