
Freya duduk terdiam dimeja makan yang ada di apartemen itu . Matanya menatap laki-laki yang tengah sibuk memasak di dapur. Rupanya saat Freya akan memasak karena lapar ,justru dilarang keras oleh laki-laki yang tengah berdiri di dapur .
Bukankah itu terlihat sempurna ? gumam Freya tersenyum gemas .
Pasti bukan hanya dirinya seorang yang akan terpesona jika melihat ini , seorang laki-laki tampan nan gagah tengah sibuk memasak dengan buliran keringat kecil yang ada di dahinya . Wanita di dunia ini pasti ingin sekali mengelap keringat itu dengan sentuhan penuh cinta , seperti yang ingin Freya lakukan .
" Makanlah " ucap Chandra seraya menaruh sepiring nasi goreng serta telur ceplok diatasnya . Menyadarkan Freya yang tengah melamun dengan bibir yang tersenyum aneh .
" Terimakasih " ucap Freya seraya tersenyum .
Tadinya Freya juga kaget saat Chandra. tiba-tiba sudah berdiri disampingnya dengan dua piring nasi goreng . Satu untuk Freya dan satu lagi untuk yang memasak .
Dua minggu kemudian keadaan Freya jauh lebih baik . Freya berniat akan segera meninggalkan apartemen yang ia tempati selama hampir satu bulan ini . Dan dirinya akan membicarakan ini dengan Chandra nanti malam . Karena saat ini Chandra masih berada dikantor.
Sore harinya Freya tengah memasak berbagai hidangan . Dirinya berniat membuat ucapan terimakasih kepada Chandra melalui masakannya ini . Semoga saja niat baiknya ini diterima dengan baik oleh Chandra .
" Heumm wangi banget " ucapnya saat sup buatannya telah matang
Pada pukul enam sore , acara masakannya pun sudah usai , Freya memutuskan untuk membersihkan tubuhnya terlebih dulu sebelum sang tuan rumah pulang .
Sedangkan Chandra bersama asisten Dean tengah berada didalam mobil dalam perjalanan pulang .
" Menurutmu haruskah aku menyatakan perasaanku padanya secara resmi ? " tanya Chandra pada asisten nya yang tengah mengemudi .
Dean pun melirik bosnya melalui spion kaca yang mengarah kebelakang dimana bos nya terlihat .
__ADS_1
" Kau sudah yakin ? " tanya Dean
" hem " jawab Chandra mengiyakan
" Kalaupun dia masih menjadi istri laki-laki lain " ucap Dean seraya menahan senyum saat melihat wajah kesal dari bosnya itu.
" cihh aku tidak perduli . Toh dia tidak akan lama lagi pasti akan bercerai dengan suaminya yang brengsek itu " kesal Chandra saat teringat akan suami Freya yang teramat brengsek .
Ya walaupun dia diuntungkan karena setelah mereka resmi bercerai , dirinya bisa bebas mendekati sekretarisnya itu tanpa perasaan mengganjal sedikitpun .
" Setidaknya tunggulah sampai mereka benar-benar selesai . Kalau bisa kau membantu Freya menyelesaikan semua masalahnya " ujar Dean
Terdengar tombol kunci apartemen yang tengah ditekan , itu tandanya akan ada yang masuk kedalam apartemen .
Terlihat Chandra tengah melepas sepatunya dan mengganti dengan sandal khusus rumah .
" Aaa kau sudah pulang rupanya " ucap Freya datang menghampiri Chandra yang tengah duduk di sofa ruang tamu .
Jas dan dasi sudah terlepas dari tubuh Chandra , bahkan beberapa kancing kemeja telah terbuka . Menampilkan pemandangan yang membuat Freya menelan ludah nya kasar.
Buru-buru Freya mengalihkan pandangannya .
Bahkan saat mendengar suara wanita nya pun tak membuat Chandra membuka matanya . Lelah karena bekerja seharian , selain itu pikirannya berkecamuk perihal yang ia bicarakan dengan asisten Dean didalam mobil tadi.
" Mau mandi dulu atau makan ? " tanya Freya seraya duduk disamping Chandra seraya memungut Jas dan dasi yang tadi dilepaskan oleh makhluk disampingnya ini .
__ADS_1
Karena diacuhkan Freya memilih bangkit , mungkin dia masih lelah hingga membuatnya tak ingin bicara , pikir Freya .
" Aku mau makan " ucap Chandra saat Freya akan melangkah pergi
Freya pun menoleh pada Chandra yang masih saja asik duduk . Bukankah kalau mau makan harus bangkit lalu berjalan menuju meja makan .
" Lalu ? Kenapa kau masih duduk disitu " Sedikit kesal karena yang terjadi tidak sesuai ekspektasinya .
Tadinya Freya berharap Chandra akan datang dengan muka ceria lalu akan memuji masakannya dan ahh sudahlah , apa yang aku harapkan darinya .
" Mandilah dulu , bersihkan tubuhmu yang penuh bakteri itu " bukan maksud menghina namun itulah kenyataannya . Tapi sialnya bau harum masih melekat ditubuhnya sekalipun seharian beraktivitas .
" Ah wanginya " gumam Freya saat menghirup jas yang tadi dipakai oleh Chandra . Tentu saja saat ini dirinya sudah tak lagi bersama laki-laki itu .
Freya tengah berada didalam ruangan khusus baju-baju diletakkan . Selain menaruh baju kotor tadi , Freya juga berniat menyiapkan pakaian untuk Chandra .
Sudah menjadi kebiasaan nya setelah beberapa minggu tinggal bersama , membuat Freya terbiasa menyiapkan semua kebutuhan laki-laki itu . Anggap saja sebagai ucapan terima kasih .
"APA YANG KAU LAKUKAN ? " tanya Chandra mengernyit heran
" Aah bukan apa-apa " jawab Freya gugup bercampur malu . Lalu pergi begitu saja atau bisa dibilang kabur .
" sialan bodoh sekali kamu , bukankah itu sangat memalukan " gumam Freya ,
Ayo dong author butuh dukungannya everybody 😘👌❤️❤️❤️👍🏻
__ADS_1