
Dengan napas panjang ia berusaha meyakinkan dirinya sendiri atas keputusan yang ia ambil .
" Aku harus menemuinya " gumam Freya
Matanya melirik pintu ruangan Chandra yang masih tertutup rapat , padahal waktu sudah menunjukkan jam pulang kantor begitupun dirinya yang tengah bersiap pulang .
Freya pun berjalan menghampiri ruangan CEO dengan langkah ragu , tangannya dengan erat menggenggam tali tas nya .
Sedangkan didalam ruangan CEO , CHANDRA tengah memejamkan matanya seraya bersandar pada badan kursi kebesarannya . Ia tengah menanti kedatangan seseorang ke ruangannya .
Tokk tokk tokk
Dan tak butuh lama seseorang yang dia tunggu datang . Ceklekk pintu terbuka , Chandra tak berniat membuka matanya sedikitpun . Ia sudah tau siapa yang masuk ke ruangannya .
Ya , Freya yang tengah ditunggu oleh Chandra beberapa menit yang lalu " Selamat Sore " sapa Freya
Bahkan ia sudah berdiri tepat didepan Chandra yang masih memejamkan matanya . Rasa gugup menyerangnya saat ini , ingin mengucapkan sesuatu namun takut menyinggung atasannya .
" emm ... Maaf akuu..... ? " ucap Freya dengan nada lirih
" Hem pulanglah " jawab Chandra tanpa berniat mendengarkan ucapan Freya . Ia sudah tau jawabannya .
Deggg ....Freya mendongak kaget ,bahkan jantungnya berdetak cepat saat mendengar jawaban Chandra . kenapa dia berkata seperti itu ? bahkan aku belum selesai berbicara .
" sekali lagi aku minta maaf . aku akan menebusnya lain kali " ucap Freya seraya menunduk . Sebelum memutuskan pergi , sejenak ia menatap muka Chandra yang nampak lelah .
" Aku minta maaf " gumam Freya dalam hati . Setelah itu ia berbalik pergi bersamaan dengan Chandra membuka matanya .
" Tidak perlu ! " gumam Chandra matanya menatap tajam kepergian Freya dari ruangannya
Kau sudah bersuami , memang tidak sepantasnya aku mengharapkan mu . Kita hanya orang asing , yang tanpa sengaja aku malah terjebak dalam pesonamu . Menyeret ku terlalu dalam tanpa menyisakan apapun .
Selama ini aku berusaha menyisakan ruang hati yang hampir sepenuhnya terisi olehmu . Aku takut .... Aku takut kalau pada akhirnya kau tak bisa kumiliki . Namun , aku gagal menjaganya , sialnya kau dengan mudah mampu membuat hati ini goyah atas pendiriannya .
__ADS_1
Haruskah aku meminta pertanggung jawabanmu ? Atau aku harus menjauh darimu supaya kau tak terlalu jauh menarik ku untuk masuk kedalam duniamu ? Se cinta apapun aku , pada akhirnya aku akan kalah jika kau tak memilihku , dan tak ada alasan untuk membuatmu memilihku .
" Ya selemah itu cinta ini hadir disaat yang tidak tepat , bahkan pada orang yang salah " ucap Chandra seraya tersenyum miring . hatinya berdenyut sakit saat membayangkan perkataan Freya yang menolaknya tadi . Dirinya lebih memilih untuk tidak mendengarkan apapun , setidaknya itu akan mengurangi sedikit rasa malunya karena ditolak .
*
*
Freya tengah melakukan ritual pada tubuhnya . Suaminya meminta dirinya untuk berdandan secantik mungkin , entah apa yang akan dilakukan suaminya .
" Hemm perfect " pujinya saat melihat pantulan cermin yang menampilkan penampilannya saat ini . Dengan gaun berwarna Cream yang kontras dengan warna kulitnya , bibir berwarna pink serta rambut yang terurai berwarna kecoklatan .
" masih ada waktu dua puluh menit " gumam Freya . Sejenak ia terdiam saat teringat akan pertanyaan Chandra saat dikantor tadi .
" Apakah ia marah padaku ? Terlihat saat ia menyuruhku pulang . Seakan ia tahu bahwa aku akan menolaknya " pikirnya dalam hati
" ahh sudahlah "
" Restoran moonlight " ucap Freya pada sopir taksi
Mobil melaju dengan kecepatan sedang , sedangkan Freya tengah berpikir langkah apa yang akan ia ambil setelah ini . Suaminya berubah baik akhir-kahir ini , bukankah itu pertanda baik ?
Lamunannya buyar saat supir taksi berbicara padanya " Sudah sampai nona " ucap sopir taksi .
" Ah ya , terimakasih " jawab Freya seraya turun dari mobil .
Matanya menatap restoran yang telah ditunjukkan suaminya , nampak indah dengan nuansa lampu orange menerangi restoran . Bukankah suaminya termasuk pria romantis ? pikirnya berkahir dengan muka bersemu karena malu .
" ehemm aku tidak boleh merusak suasana romantis ini " ucap Freya pada dirinya sendiri . Sesaat kemudian ia sudah masuk kedalam , matanya menatap ke segala arah . Suasana yang cukup ramai menyulitkannya untuk menemukan sang suami .
Saat tak sengaja ia melihat siluit suaminya , tak begitu jelas karena dirinya tengah berada dibelakang dengan jarak beberapa meter .
" Bukankah itu mas Adrian ? Tapi , siapa wanita yang tengah duduk disana ? " tanya nya dalam hati . Dirinya lebih memilih memperhatikan dari jauh daripada datang menghampiri . Bukankah menyenangkan saat bisa melihat langsung dengan mata kepala sendiri daripada mendengar cerita dari mulut pria romantis itu .
__ADS_1
Lihatlah mereka tertawa bersama , bukankah lebih menyenangkan jika aku juga duduk lalu tertawa bersama disana , dan aku hanya akan menjadi pendengar atas apa yang mereka bicarakan .
Mereka berdua berdiri lalu berpelukan dengan tangan yang saling menepuk punggung keduanya , bahkan dengan senyum yang tak pernah luntur dari bibir keduanya .
" Woww pemandangan yang indah " gumam Freya seraya tertawa miris
Setelah wanita itu pergi , Adrian kembali duduk di kursinya. Sesekali melihat jam arloji yang tengah dipakainya dengan bibir yang masih asik tersenyum . Apakah ia tengah menanti kedatangan ku setelah wanita tadi pergi ?
Dengan langkah pelan Freya berjalan menghampiri suaminya . Yang perlu kulakukan sekarang adalah berlaga seolah kau tak melihat ataupun mengetahui semuanya . Tidak perlu mencari tau yang pada akhirnya kau tahu itu akan menyakitimu.
" Selamat malam " ucap Freya saat sampai dimeja yang dipesan oleh suaminya
" Ahh Selamat malam sayang " jawab Adrian , langsung berdiri dari duduknya untuk menyambut kedatangan sang istri . Wajahnya yang terus tersenyum terlihat tengah bahagia malam ini .
" Kau terus tersenyum sejak tadi ? Ada apa ? " tanya Freya saat keduanya duduk di kursi masing-masing
" Aaa tentu saja aku bahagia karena bisa makan malam bersama denganmu lagi , tentunya setelah sekian lama " jawab Adrian
" emm kurasa tidak perlu sebahagia itu , kau bisa dikira gila karena terus tersenyum sejak tadi " ucap Freya seraya tersenyum , matanya menatap sekitar karena suasana sedang ramai
" haha baiklah aku akan berhenti tersenyum " ucap Adrian , sedangkan Freya hanya menanggapinya dengan tersenyum .
" Pelayan " panggil Adrian pada pelayan restoran " Kau ingin pesan apa ? " tanya Adrian . Keduanya tengah memilih menu yang tersaji dibuku menu restoran .
" Aku ingin makanan kesukaan ku " jawab Freya tanpa menyebutkan menu yang di inginkannya . Adrian nampak terkejut mendengarnya , makanan kesukaan ? apakah ia tahu apa itu ?
Bagi pasangan lain tentu itu bukan hal yang mengejutkan , mengetahui makanan kesukaan pasangan nya yang bahkan sudah bertahun-tahun hidup bersama bukankah itu hal yang mudah ?
" Makanan kesukaanmu ? " tanya Adrian dengan muka bingung
Freya tersenyum " Ya makanan yang aku suka "
Adrian hanya mengangguk dalam pemahamannya . kira-kira apa yang sering dipesan istrinya saat mereka dulu makan direstoran ? ia perlu mengingat itu agar tahu apa kesukaan istrinya . Makan malam yang sudah ia susun dengan begitu rapi akan hancur saat ia mengatakan " Maaf , tapi aku tidak tahu makanan kesukaan mu " bahkan dengan wajah yang merasa bersalah
__ADS_1