JODOHKU Bukan SUAMI PERTAMAKU

JODOHKU Bukan SUAMI PERTAMAKU
Makan malam


__ADS_3

Dengan napas panjang ia berusaha meyakinkan dirinya sendiri atas keputusan yang ia ambil .


" Aku harus menemuinya " gumam Freya


Matanya melirik pintu ruangan Chandra yang masih tertutup rapat , padahal waktu sudah menunjukkan jam pulang kantor begitupun dirinya yang tengah bersiap pulang .


Freya pun berjalan menghampiri ruangan CEO dengan langkah ragu , tangannya dengan erat menggenggam tali tas nya .


Sedangkan didalam ruangan CEO , CHANDRA tengah memejamkan matanya seraya bersandar pada badan kursi kebesarannya . Ia tengah menanti kedatangan seseorang ke ruangannya .


Tokk tokk tokk


Dan tak butuh lama seseorang yang dia tunggu datang . Ceklekk pintu terbuka , Chandra tak berniat membuka matanya sedikitpun . Ia sudah tau siapa yang masuk ke ruangannya .


Ya , Freya yang tengah ditunggu oleh Chandra beberapa menit yang lalu " Selamat Sore " sapa Freya


Bahkan ia sudah berdiri tepat didepan Chandra yang masih memejamkan matanya . Rasa gugup menyerangnya saat ini , ingin mengucapkan sesuatu namun takut menyinggung atasannya .


" emm ... Maaf akuu..... ? " ucap Freya dengan nada lirih


" Hem pulanglah " jawab Chandra tanpa berniat mendengarkan ucapan Freya . Ia sudah tau jawabannya .


Deggg ....Freya mendongak kaget ,bahkan jantungnya berdetak cepat saat mendengar jawaban Chandra . kenapa dia berkata seperti itu ? bahkan aku belum selesai berbicara .


" sekali lagi aku minta maaf . aku akan menebusnya lain kali " ucap Freya seraya menunduk . Sebelum memutuskan pergi , sejenak ia menatap muka Chandra yang nampak lelah .


" Aku minta maaf " gumam Freya dalam hati . Setelah itu ia berbalik pergi bersamaan dengan Chandra membuka matanya .


" Tidak perlu ! " gumam Chandra matanya menatap tajam kepergian Freya dari ruangannya


Kau sudah bersuami , memang tidak sepantasnya aku mengharapkan mu . Kita hanya orang asing , yang tanpa sengaja aku malah terjebak dalam pesonamu . Menyeret ku terlalu dalam tanpa menyisakan apapun .


Selama ini aku berusaha menyisakan ruang hati yang hampir sepenuhnya terisi olehmu . Aku takut .... Aku takut kalau pada akhirnya kau tak bisa kumiliki . Namun , aku gagal menjaganya , sialnya kau dengan mudah mampu membuat hati ini goyah atas pendiriannya .

__ADS_1


Haruskah aku meminta pertanggung jawabanmu ? Atau aku harus menjauh darimu supaya kau tak terlalu jauh menarik ku untuk masuk kedalam duniamu ? Se cinta apapun aku , pada akhirnya aku akan kalah jika kau tak memilihku , dan tak ada alasan untuk membuatmu memilihku .


" Ya selemah itu cinta ini hadir disaat yang tidak tepat , bahkan pada orang yang salah " ucap Chandra seraya tersenyum miring . hatinya berdenyut sakit saat membayangkan perkataan Freya yang menolaknya tadi . Dirinya lebih memilih untuk tidak mendengarkan apapun , setidaknya itu akan mengurangi sedikit rasa malunya karena ditolak .


*


*


Freya tengah melakukan ritual pada tubuhnya . Suaminya meminta dirinya untuk berdandan secantik mungkin , entah apa yang akan dilakukan suaminya .


" Hemm perfect " pujinya saat melihat pantulan cermin yang menampilkan penampilannya saat ini . Dengan gaun berwarna Cream yang kontras dengan warna kulitnya , bibir berwarna pink serta rambut yang terurai berwarna kecoklatan .


" masih ada waktu dua puluh menit " gumam Freya . Sejenak ia terdiam saat teringat akan pertanyaan Chandra saat dikantor tadi .


" Apakah ia marah padaku ? Terlihat saat ia menyuruhku pulang . Seakan ia tahu bahwa aku akan menolaknya " pikirnya dalam hati


" ahh sudahlah "


" Restoran moonlight " ucap Freya pada sopir taksi


Mobil melaju dengan kecepatan sedang , sedangkan Freya tengah berpikir langkah apa yang akan ia ambil setelah ini . Suaminya berubah baik akhir-kahir ini , bukankah itu pertanda baik ?


Lamunannya buyar saat supir taksi berbicara padanya " Sudah sampai nona " ucap sopir taksi .


" Ah ya , terimakasih " jawab Freya seraya turun dari mobil .


Matanya menatap restoran yang telah ditunjukkan suaminya , nampak indah dengan nuansa lampu orange menerangi restoran . Bukankah suaminya termasuk pria romantis ? pikirnya berkahir dengan muka bersemu karena malu .


" ehemm aku tidak boleh merusak suasana romantis ini " ucap Freya pada dirinya sendiri . Sesaat kemudian ia sudah masuk kedalam , matanya menatap ke segala arah . Suasana yang cukup ramai menyulitkannya untuk menemukan sang suami .


Saat tak sengaja ia melihat siluit suaminya , tak begitu jelas karena dirinya tengah berada dibelakang dengan jarak beberapa meter .


" Bukankah itu mas Adrian ? Tapi , siapa wanita yang tengah duduk disana ? " tanya nya dalam hati . Dirinya lebih memilih memperhatikan dari jauh daripada datang menghampiri . Bukankah menyenangkan saat bisa melihat langsung dengan mata kepala sendiri daripada mendengar cerita dari mulut pria romantis itu .

__ADS_1


Lihatlah mereka tertawa bersama , bukankah lebih menyenangkan jika aku juga duduk lalu tertawa bersama disana , dan aku hanya akan menjadi pendengar atas apa yang mereka bicarakan .


Mereka berdua berdiri lalu berpelukan dengan tangan yang saling menepuk punggung keduanya , bahkan dengan senyum yang tak pernah luntur dari bibir keduanya .


" Woww pemandangan yang indah " gumam Freya seraya tertawa miris


Setelah wanita itu pergi , Adrian kembali duduk di kursinya. Sesekali melihat jam arloji yang tengah dipakainya dengan bibir yang masih asik tersenyum . Apakah ia tengah menanti kedatangan ku setelah wanita tadi pergi ?


Dengan langkah pelan Freya berjalan menghampiri suaminya . Yang perlu kulakukan sekarang adalah berlaga seolah kau tak melihat ataupun mengetahui semuanya . Tidak perlu mencari tau yang pada akhirnya kau tahu itu akan menyakitimu.


" Selamat malam " ucap Freya saat sampai dimeja yang dipesan oleh suaminya


" Ahh Selamat malam sayang " jawab Adrian , langsung berdiri dari duduknya untuk menyambut kedatangan sang istri . Wajahnya yang terus tersenyum terlihat tengah bahagia malam ini .


" Kau terus tersenyum sejak tadi ? Ada apa ? " tanya Freya saat keduanya duduk di kursi masing-masing


" Aaa tentu saja aku bahagia karena bisa makan malam bersama denganmu lagi , tentunya setelah sekian lama " jawab Adrian


" emm kurasa tidak perlu sebahagia itu , kau bisa dikira gila karena terus tersenyum sejak tadi " ucap Freya seraya tersenyum , matanya menatap sekitar karena suasana sedang ramai


" haha baiklah aku akan berhenti tersenyum " ucap Adrian , sedangkan Freya hanya menanggapinya dengan tersenyum .


" Pelayan " panggil Adrian pada pelayan restoran " Kau ingin pesan apa ? " tanya Adrian . Keduanya tengah memilih menu yang tersaji dibuku menu restoran .


" Aku ingin makanan kesukaan ku " jawab Freya tanpa menyebutkan menu yang di inginkannya . Adrian nampak terkejut mendengarnya , makanan kesukaan ? apakah ia tahu apa itu ?


Bagi pasangan lain tentu itu bukan hal yang mengejutkan , mengetahui makanan kesukaan pasangan nya yang bahkan sudah bertahun-tahun hidup bersama bukankah itu hal yang mudah ?


" Makanan kesukaanmu ? " tanya Adrian dengan muka bingung


Freya tersenyum " Ya makanan yang aku suka "


Adrian hanya mengangguk dalam pemahamannya . kira-kira apa yang sering dipesan istrinya saat mereka dulu makan direstoran ? ia perlu mengingat itu agar tahu apa kesukaan istrinya . Makan malam yang sudah ia susun dengan begitu rapi akan hancur saat ia mengatakan " Maaf , tapi aku tidak tahu makanan kesukaan mu " bahkan dengan wajah yang merasa bersalah

__ADS_1


__ADS_2