
"kau boleh tetap disini atau kemanapun . asal kau datang tepat waktu nanti malam " ucap Chandra
Saat melihat jam yang bertengger ditangannya sudah menunjukkan pukul sembilan , Chandra pun bersiap untuk pergi ke kantornya .
Agenda nya hari ini cukup padat , bertemu dengan banyak kolega diberbagai tempat yang membuatnya kesal. Sebab kemacetan panjang yang membuatnya jenuh.
" Aku akan kekantor , kau mau ikut denganku ? " tanya Chandra , saat Freya hanya terdiam .
" aaa tidak perlu , aku menunggu disini saja "
setelah mendengar jawaban atas pertanyaannya , Chandra pun melangkah pergi meninggalkan Freya yang tengah menghela napas berat .
" Huhhh ... setelah ini tidak akan ada lagi ucapan selamat pagi saat bangun tidur dan selamat tinggal saat akan pergi berkerja . " gumamnya menatap sendu punggung kokoh yang perlahan menjauh dari pandangannya .
Tidak perlu menunggu besok atau lusa untuk membuatnya merindukan moment sederhana itu . Bahkan Freya sudah tidak mendapatkan kata-kata sederhana itu sekarang dan dirinya sudah merindukan momen itu .
Saat jam makan siang tiba , seorang CEO baru saja keluar dari ruang meeting dengan beberapa karyawan lainnya .
Chandra melangkah keluar dengan asisten Dean disampingnya .
" Pesankan aku makan siang " titah Chandra saat keduanya berjalan memasuki ruangan CEO.
" Tapi lima belas menit lagi kita harus bertemu dengan kolega bisnis dari kota A . Kita akan membahas perihal pembangunan villa The moon . " jelas asisten Dean .
__ADS_1
" Cari saja resto yang dekat dari sini , bila perlu resto depan kantor saja . Aku sudah lapar " Chandra berbicara dengan nada kesal sekaligus lelah .
Kenapa dirinya harus terjebak dengan pekerjaan kantor yang menumpuk disaat otak dan hatinya harus terbagi memikir kan kisah asmaranya yang terancam kandas .
" Baiklah , aku akan menghubungi mereka "
Setelah asisten Dean pergi . Chandra pun mengambil ponselnya yang sedari tadi tergeletak diatas meja kerjanya .
Berharap ada pesan masuk dari seseorang yang membuatnya tak bersemangat sedari tadi .
Biasanya pada saat jam makan siang , Freya akan bertanya padanya melalui SMS . Bertanya ingin makan apa untuk nanti malam dan Freya yang akan memasaknya .
" ahhh. .. bukankah itu terdengar menyedihkan untuk diingat sekarang "
Chandra hanya bisa tersenyum miris saat mengingat hal apa saja yang telah dilakukan Freya selama hampir satu bulan saat tinggal bersama dengannya .
Freya yang awalnya merasa bosan berada di apartemen sendirian pun memilih keluar sekaligus mencari makan siang .
Dan saat ini dirinya berada di restoran yang ada didepan kantor di mana dirinya bekerja dulu .
" Bagaimana kabarmu Frey ? " tanya Yuli , yang menghubunginya tadi pagi dan berakhirlah mereka di sini .
" Aku baik-baik saja . Bagaimana dengan pekerjaan kalian ? masih aman kan ? " Freya tersenyum lebar , sebab teman-temannya itu dulunya suka mengeluh dengan sikap boss mereka yang sering marah-marah tidak jelas .
__ADS_1
" huhh ... Begitulah Frey , tidak ada yang berubah sama sekali " kali ini Nia yang mengeluh .
Freya tersenyum , dulu setiap jam makan siang mereka akan bercerita satu sama lain disela-sela makan siang mereka . Itupun dirinya jarang sekali ikut nimbrung bersama teman-temannya yang lain karena Bosnya yang super nyebelin .
Selalu melarang nya ini itu hingga membuatnya memilih diam dan menurut saja .
"Seperti yang ku ucapkan tadi di telepon , aku sudah tidak bekerja di sana lagi " ucap Freya seraya melihat kearah perusahaan .
Sialnya , dua orang laki-laki yang sangat ia kenali baru saja keluar dari sana .
" Mau kemana mereka ? Kenapa berjalan kaki ? " gumam Freya saat melihat Chandra dan asisten Dean tengah menyusuri jalanan aspal dengan langkah lebar .
"tunggu dulu , kenapa mereka berjalan kearah sini ? " Freya melebarkan pupil matanya karena kaget . Haruskah ia bersembunyi sekarang ?
Freya pun langsung mengalihkan pandangannya saat dua orang yang dikenalnya tadi sudah melangkah masuk ke dalam restoran.
" Freya , are you oke ? " tanya Nia merasa aneh dengan tingkah temannya satu ini. Seperti sedang ketakutan .
" emmm aku ke toilet dulu ya , kebelet " tanpa menunggu jawaban teman-temannya , Freya langsung berdiri dan melangkah pergi menuju toilet dengan langkah cepat .
Entahlah apa yang membuat Freya seperti orang ketakutan saat melihat rentenir. Padahal Chandra dan asisten Dean masuk keruang privat , dimana ruangan itu dipesan untuk orang-orang penting .
Dan membuat mereka mustahil untuk bertemu , karena berada di ruangan yang berbeda .
__ADS_1
🤍🤍🤍🤍🤍
Hai guys kok sekarang sepi ya ?? udah jarang yang baca . Tapi othornya juga sibuk banget di RL , jarang bisa nulis buat cerita . 🙏🙏maaf ya , LOVE YOU .