
(Di Restoran)
" Hem kau boleh bercerita sekarang " ucap Amel setelah mereka selesai memakan makan siang mereka berdua
Freya hanya mengangguk sebagai jawaban " huhh kau tau , aku seperti kehilangan muka didepan bos kita " bisik Freya
Amel hanya menatap heran , ucapan temannya itu masih menggantung " Kenapa ? "
" aishh itu semua karena ulahku beberapa hari yang lalu " gumamnya mengsedih , kemudian Freya pun menceritakan kejadian saat ia menangis dipundak bosnya hingga membuatnya malu sampai sekarang
Amel mengangguk paham , walaupun pada awal-awal cerita ia sedikit terkejut " Ada satu kemungkinan kenapa pria meminjamkan pundaknya pada wanita asing " ucap Amel penuh keyakinan membuat Freya pun ikut penasaran dibuatnya
Melihat Freya yang bingung membuat Amel lun tersenyum " Dia menyukaimu " jawab Amel tersenyum jahat
" Kirain apaan mel , huh kau membuatku penasaran saja " kesal Freya
" haha Kenapa ? kau berharap Presdir kita menyukaimu ? " tanyanya setelah tertawa begitu puas
" Aku sudah menikah " jawab Freya memutar bola matanya malas
" Lalu ? Suamimu kan juga berkhianat atas pernikahan kalian , seharusnya kau juga bisa membalasnya juga kan " tanya Amel mengangkat kedua alisnya naik turun , meminta persetujuan atas ucapannya
Freya membalasnya dengan tatapan sinis " Kalau aku membalasnya , itu berarti aku sama dengannya "
" Aku sangat membenci pengkhianatan " lanjutnya lagi dengan muka penuh dendam
" Hei kenapa mukamu menyeramkan sekali " Amel bergidik ngeri kala melihat raut muka Freya , entah apa yang telah terjadi pada hidup nya hingga membenci kata Pengkhianat .
" Sudah lah Mel , kita tidak usah sibuk membalas kelakuan mereka . Karena , hidup seorang Pengkhianat tidak akan pernah tenang " matanya menyorot tajam kedepan
__ADS_1
Obrolan mereka harus terhenti karena jam makan siang sudah selesai , dan mereka bersiap untuk kembali bekerja " Kau bawa mobil ? " tanya Amel saat keduanya melangkah menuju kantor
" Hem " gumam Freya mengiyakan
" Aku boleh menumpang denganmu nanti ? Aku sedang malas naik bus " ucap nya diakhiri dengan senyum manis
Freya mengangkat kedua alisnya ketika mendengar apa yang Amel ucapkan " Kenapa kau bosan ? " tanya nya
" Malas berdesakan dengan yang lain . Kau bayangkan saja Frey , pulang kantor udah capek tapi di bus masih diuji lagi kesabarannya. huhh rasanya pengen punya mobil , tapi ... " Amel menunduk sedih , meratapi nasibnya yang terlahir miskin sejak lahir . Dengan bisa bekerja diperusahaan sebesar inipun sudah membuatnya bersyukur bisa membantu ekonomi keluarganya yang dikampung
Dengan cepat Freya pun meraih pundak teman nya itu " cup cup engga boleh sedih ya , Fighting " dengan tersenyum Freya memberi semangat .
" Emhh Kau membuatku terharu " Keduanya pun berpelukan layaknya Teletubbies
*
*
" hemm ? Ada apa asisten Andra ? " tanya Freya
" Andra ? siapa Andra ? " tanya Dean sedikit bingung , dia yang datang menyapa tapi mengapa yang bernama Andra yang di sebut
" Tentu saja manusia yang tengah berbicara denganku sekarang " jawab Freya , meregangkan otot-otot badannya yang terasa kaku karena sedari tadi duduk didepan laptop
" arghh lelah sekali " gumam Freya lirih dengan tubuhnya meliuk-liuk ke kanan ke kiri , membuat laki-laki didepannya itu menelan ludah kasar
" glekkk ... Kenapa dia sangat menggoda , bahkan suaranya .... arghh sungguh membuatku merinding " ucap Dean dalam hati , matanya menatap tubuh indah didepannya dengan membara
" Kau lihat apa sialan ! " teriak Freya melempar sebuah bekal nasi kearah wajah asisten Dean , tak kala mata Dean menatapnya penuh nafsu , bahkan air liurnya hampir menetes keluar
__ADS_1
" Ada apa ini ? " terusik dengan kebisingan didepan pintu ruangannya membuat Chandra langsung keluar untuk melihat apa yang sudah terjadi
Matanya memicing melihat dua manusia berbeda jenis itu tengah terlibat percekcokan
" Selamat sore tuan " sapa Freya menunduk hormat " Duhh kenapa keluar segala sih " gumamnya kesal
Sedangkan asisten Dean hanya sibuk mengelus jidatnya yang terlempar kotak bekal milik wanita jadi-jadian itu.
*
*
" Kenapa harus ribut dikantor ? apa kau tidak malu dilihat karyawan lain ? " omel Chandra pada Freya yang tengah duduk disofa ruangannya
" Maaf tuan , aku hanya terpancing tadi . Aku tidak akan mengulanginya " lirih Freya menunduk takut . Takut karena ia memang bersalah dan yang kedua adalah ia masih merasa malu untuk berhadapan langsung dengan bosnya
" Apa yang dilakukan asisten Dean hingga membuat mu marah ? " tanya Chandra . Kakinya melangkah mendekat dimana Freya berada
" Karena dia mesum " spontan Freya berteriak seraya mengangkat kepalanya yang semula menunduk tadi . Hingga tak menyadari bahwa ada makhluk tampan tengah duduk disampingnya
Bahkan wajah keduanya tak berjarak , dengan hidung yang hampir bersentuhan . menghipnotis netra kecoklatan milik Freya atas keindahan paras tampan didepannya saat ini . Adakah yang lebih indah dari ini ? Bisakah aku menyentuhnya ?
" Omo ...! " Setelah sadar Freya pun langsung menjauh kan wajah nya dan berdiri dari posisi duduknya
Chandra hanya diam menatap gerak gerik sekertarisnya yang nampak kebingungan itu
" Maaf tuan , Aku permisi dulu " ucap Freya dengan terburu-buru . Ingin melangkah keluar tapi jalan nya terhalang oleh kaki bosnya
" Aku masih ingin berbicara denganmu " ucap Chandra dengan muka datar
__ADS_1
......HAPPY READING......