JODOHKU Bukan SUAMI PERTAMAKU

JODOHKU Bukan SUAMI PERTAMAKU
Asisten Mesum !


__ADS_3

(Di Restoran)


" Hem kau boleh bercerita sekarang " ucap Amel setelah mereka selesai memakan makan siang mereka berdua


Freya hanya mengangguk sebagai jawaban " huhh kau tau , aku seperti kehilangan muka didepan bos kita " bisik Freya


Amel hanya menatap heran , ucapan temannya itu masih menggantung " Kenapa ? "


" aishh itu semua karena ulahku beberapa hari yang lalu " gumamnya mengsedih , kemudian Freya pun menceritakan kejadian saat ia menangis dipundak bosnya hingga membuatnya malu sampai sekarang


Amel mengangguk paham , walaupun pada awal-awal cerita ia sedikit terkejut " Ada satu kemungkinan kenapa pria meminjamkan pundaknya pada wanita asing " ucap Amel penuh keyakinan membuat Freya pun ikut penasaran dibuatnya


Melihat Freya yang bingung membuat Amel lun tersenyum " Dia menyukaimu " jawab Amel tersenyum jahat


" Kirain apaan mel , huh kau membuatku penasaran saja " kesal Freya


" haha Kenapa ? kau berharap Presdir kita menyukaimu ? " tanyanya setelah tertawa begitu puas


" Aku sudah menikah " jawab Freya memutar bola matanya malas


" Lalu ? Suamimu kan juga berkhianat atas pernikahan kalian , seharusnya kau juga bisa membalasnya juga kan " tanya Amel mengangkat kedua alisnya naik turun , meminta persetujuan atas ucapannya


Freya membalasnya dengan tatapan sinis " Kalau aku membalasnya , itu berarti aku sama dengannya "


" Aku sangat membenci pengkhianatan " lanjutnya lagi dengan muka penuh dendam


" Hei kenapa mukamu menyeramkan sekali " Amel bergidik ngeri kala melihat raut muka Freya , entah apa yang telah terjadi pada hidup nya hingga membenci kata Pengkhianat .


" Sudah lah Mel , kita tidak usah sibuk membalas kelakuan mereka . Karena , hidup seorang Pengkhianat tidak akan pernah tenang " matanya menyorot tajam kedepan

__ADS_1


Obrolan mereka harus terhenti karena jam makan siang sudah selesai , dan mereka bersiap untuk kembali bekerja " Kau bawa mobil ? " tanya Amel saat keduanya melangkah menuju kantor


" Hem " gumam Freya mengiyakan


" Aku boleh menumpang denganmu nanti ? Aku sedang malas naik bus " ucap nya diakhiri dengan senyum manis


Freya mengangkat kedua alisnya ketika mendengar apa yang Amel ucapkan " Kenapa kau bosan ? " tanya nya


" Malas berdesakan dengan yang lain . Kau bayangkan saja Frey , pulang kantor udah capek tapi di bus masih diuji lagi kesabarannya. huhh rasanya pengen punya mobil , tapi ... " Amel menunduk sedih , meratapi nasibnya yang terlahir miskin sejak lahir . Dengan bisa bekerja diperusahaan sebesar inipun sudah membuatnya bersyukur bisa membantu ekonomi keluarganya yang dikampung


Dengan cepat Freya pun meraih pundak teman nya itu " cup cup engga boleh sedih ya , Fighting " dengan tersenyum Freya memberi semangat .


" Emhh Kau membuatku terharu " Keduanya pun berpelukan layaknya Teletubbies


*


*


" hemm ? Ada apa asisten Andra ? " tanya Freya


" Andra ? siapa Andra ? " tanya Dean sedikit bingung , dia yang datang menyapa tapi mengapa yang bernama Andra yang di sebut


" Tentu saja manusia yang tengah berbicara denganku sekarang " jawab Freya , meregangkan otot-otot badannya yang terasa kaku karena sedari tadi duduk didepan laptop


" arghh lelah sekali " gumam Freya lirih dengan tubuhnya meliuk-liuk ke kanan ke kiri , membuat laki-laki didepannya itu menelan ludah kasar


" glekkk ... Kenapa dia sangat menggoda , bahkan suaranya .... arghh sungguh membuatku merinding " ucap Dean dalam hati , matanya menatap tubuh indah didepannya dengan membara


" Kau lihat apa sialan ! " teriak Freya melempar sebuah bekal nasi kearah wajah asisten Dean , tak kala mata Dean menatapnya penuh nafsu , bahkan air liurnya hampir menetes keluar

__ADS_1


" Ada apa ini ? " terusik dengan kebisingan didepan pintu ruangannya membuat Chandra langsung keluar untuk melihat apa yang sudah terjadi


Matanya memicing melihat dua manusia berbeda jenis itu tengah terlibat percekcokan


" Selamat sore tuan " sapa Freya menunduk hormat " Duhh kenapa keluar segala sih " gumamnya kesal


Sedangkan asisten Dean hanya sibuk mengelus jidatnya yang terlempar kotak bekal milik wanita jadi-jadian itu.


*


*


" Kenapa harus ribut dikantor ? apa kau tidak malu dilihat karyawan lain ? " omel Chandra pada Freya yang tengah duduk disofa ruangannya


" Maaf tuan , aku hanya terpancing tadi . Aku tidak akan mengulanginya " lirih Freya menunduk takut . Takut karena ia memang bersalah dan yang kedua adalah ia masih merasa malu untuk berhadapan langsung dengan bosnya


" Apa yang dilakukan asisten Dean hingga membuat mu marah ? " tanya Chandra . Kakinya melangkah mendekat dimana Freya berada


" Karena dia mesum " spontan Freya berteriak seraya mengangkat kepalanya yang semula menunduk tadi . Hingga tak menyadari bahwa ada makhluk tampan tengah duduk disampingnya


Bahkan wajah keduanya tak berjarak , dengan hidung yang hampir bersentuhan . menghipnotis netra kecoklatan milik Freya atas keindahan paras tampan didepannya saat ini . Adakah yang lebih indah dari ini ? Bisakah aku menyentuhnya ?


" Omo ...! " Setelah sadar Freya pun langsung menjauh kan wajah nya dan berdiri dari posisi duduknya


Chandra hanya diam menatap gerak gerik sekertarisnya yang nampak kebingungan itu


" Maaf tuan , Aku permisi dulu " ucap Freya dengan terburu-buru . Ingin melangkah keluar tapi jalan nya terhalang oleh kaki bosnya


" Aku masih ingin berbicara denganmu " ucap Chandra dengan muka datar

__ADS_1


......HAPPY READING......


__ADS_2